kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Pon, 23 Oktober 2005 tarukan valas
 

BERITA


Menggali Tuah Benda Pusaka di Tanah Bali

Dengan berpegangan pada tiang khusus, seorang ibu naik ke atas sebuah batu. Setelah berdoa sejenak, dalam hati ibu itu mengajukan pertanyaan kepada batu yang diinjak itu. Beberapa saat kemudian, ajaib, batu itu bergerak ke kanan. Itu artinya, batu itu menjawab "ya!" Dengan terharunya, ibu itu pun turun dari "batu peramal" dan bersyukur. Entah apa yang disyukurinya.

-------------

 

ITULAH sebagian kecil dari hal-hal unik yang diperagakan pada pembukaan pameran benda-benda pusaka yang diprakarsai Yayasan Taksu Bali, Jumat (21/10) lalu di Taman Budaya Denpasar. Sejumlah benda bertuah, dari kayu, tulang, batu-batu mulia, sampai "batu peramal", dipajang di situ.

Perihal "batu peramal" tadi, termasuk salah satu barang pajangan yang memiliki keunikan. Batu tersebut memang bisa "menjawab" pertanyaan. Orang cukup naik ke atasnya, dengan diawali doa, lalu bertanya dalam hati. Usahakan jawaban atas pertanyaan itu menjurus pada alternatif "ya" atau "tidak". Sebab, batu tersebut hanya bisa berputar ke kanan dan ke kiri. Jika berputar ke kanan, itu berarti jawaban "ya" dan jika ke kiri berarti "tidak".

Bagaimana ikhwal batu ajaib itu? Adalah I Made Mastresna, S.E., Ketua Yayasan Taksu Bali, penemu batu yang diberi nama Batu Pusering Jagat itu. Menurut Mastresna, batu itu didapatkan di Tukad Unda, Klungkung, pada 4 Agustus 2004 berdasarkan pawisik yang diterimanya. "Batu itu druwen Ida Batara Gunung Agung. Tentang "kecerdasan" batu itu, Mastresna menyerahkan masyarakat untuk menilainya. Kebenaran atas jawaban batu itu sudah banyak terbukti dan diakui oleh mereka yang sudah pernah "bertanya" padanya.

Di samping batu ajaib tersebut, dalam pameran yang dibuka Kadis Kebudayaan Bali Nyoman Nikanaya -- mewakili Gubernur Bali -- dan akan dibuka selama sepekan ini juga secara khusus dipajang berbagai batu mulia. Menurut Mastresna, jika dibangkitkan energinya dengan metode "taksu Bali", batu-batu mulia tersebut akan bisa bermanfaat bagi kesehatan manusia. Bahkan, energi batu mulia diyakini memiliki kekuatan gaib untuk menjaga diri dari pengaruh negatif.

Mastresna yang juga pinisepuh Perguruan Seni Bela Diri Tenaga Dalam Cakra Naga Siwa Sampurna mengatakan Yayasan Taksu Bali merupakan wadah untuk pelestarian benda-benda pusaka yang diwariskan oleh para leluhur jagat Bali. "Sampai saat ini, Yayasan Taksu Bali telah melestarikan sekitar 100 cakep lontar dan benda-benda gaib seperti besi kuning, kul buntet, rantai babi, umbin banah, bok memedi, keris Umyang Jimbe, keris Hujan Mas, keris rwa bhineda luk tiga, dan sejumlah keris dan permata paican Ida Bethara," paparnya.

Benda-benda yang dipamerkan itu bisa difungsikan untuk kesehatan, pengobatan, karier, perjodohan, rezeki, usaha pagar atau proteksi diri dan sebagainya. Misalnya, batu mirah, setelah diprogram atau dibangkitkan energinya dengan metode "taksu Bali" dapat dimanfaatkan sebagai penyembuh penyakit lemah syahwat, melindungi diri dari keracunan, dan melindungi diri dari pelaku kejahatan. Manfaat lainnya adalah membawa kemuliaan, keberanian, kekuatan dan melindungi harta atau kekayaan.

Batu lainnya, safir misalnya, dapat digunakan untuk melindungi diri dari kejahatan, menolak racun, penyakit menular dan sebagainya. Manfaat lainnya di antaranya membawa kebahagian dalam perdagangan, memberikan ketenteraman hidup, kebijaksanaan dan kesetiaan. Batu zamrud dapat digunakan untuk menolak segala pikiran jahat, membawa keberuntungan, menjaga diri terutama untuk para gadis. Batu mata kucing bisa dimanfaatkan untuk kebahagiaan kebendaan dan memberanikan diri mangadu untung. Batu gangsing dan batu mulia kresna dana bisa digunakan untuk menurunkan hipertensi. Kegunaan lainnya adalah untuk menundukkan lawan jenis dan memproteksi diri dari black magic.

Selain batu mulia, dipamerkan pula benda-benda gaib seperti bambu gantung sari yang berkhasiat sebagai penglaris dagangan. Kepasilan pucuk atau benalu pohon kembang sepatu juga dipamerkan, manfaatnya untuk menangkal kekuatan negatif. Selain tulang macan dan tulang tangan ikan duyung, benda-benda gaib lain yang dipamerkan adalah besi kuning, pis jaran, keris dan batu permata paican Ida Batara.

Dalam pembukaan pameran tersebut anggota PSBTD Cakra Naga Siwa Sampurna sempat melakukan demonstrasi menghidupkan energi permata atau batu mulia. Misalnya, batu mulia macan gading setelah dihidupkan energinya terbukti mampu memperingan bobot tubuh seseorang. Seseorang bisa diangkat dengan mudah menggunakan kertas koran dan lampu neon. Demikian pula energi bangsing beng menjadikan seseorang tahan terhadap kobaran api. Menariknya, dalam acara itu juga diperagakan cara membius total tubuh manusia dengan membangkitkan energi batu mulia.

Pameran unik ini juga digelar serangkaian peringatan HUT ke-4 Perguruan Seni Bela Diri Tenaga Dalam Cakra Naga Siwa Sampurna, HUT ke-3 Yayasan Taksu Bali, HUT ke-2 Tri Bhuana, dan HUT ke-1 Taksu Energi Murni Pulau Bali.

Agaknya, pameran ini diselenggarakan sebagai gambaran bahwa ada tradisi lama yang tak lekang dimakan zaman. Katakanlah "budaya" menggemari batu mulia atau batu permata ini. "Kecintaan serta kesenangan orang terhadap batu mulia termasuk sukar dihalangi bahkan tidak bisa dihilangkan oleh masyarakat Timur maupun Barat. Hal itu tidak saja terjadi pada manusia, bahkan roh suci dan para dewa pun sangat menggemari batu mulia," ujar Mastresna.

Lebih luas lagi, tidak saja batu mulia, bermacam-macam benda bertuah lainnya pun tak beda. Di situ ada upaya bergerak yang tak pernah henti yakni menggali tuah benda pusaka di tanah Bali secara terus-menerus. Siapa tahu, ada lagi batu-batu "peramal" di pelosok Bali lainnya .... (tin/lun)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com