kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Paing, 4 Juli 2004 tarukan valas
 

OLAH RAGA


Final Piala Eropa

Dendam Portugal harus Terbalas

Lisbon -
Kesempatan terbaik tidak datang untuk kedua kalinya. Semboyan ini patut dicamkan Portugal selaku tuan rumah menjelang pertemuan kedua sekaligus terakhir melawan Yunani pada final Piala Eropa 2004, Senin (5/7) dini hari nanti. Pada pertandingan pembuka turnamen 12 Juni lalu, Portugal dipermalukan Yunani 1-2.

Kekalahan pertama cukup menjadi pelajaran berharga bagi Luis Figo dan kawan-kawan. Menang atau selanjutnya akan menjadi pembicaraan kalangan bola seantero jagat apabila kalah lagi melawan tim debutan itu.

Kedua tim sama-sama menikmati final untuk pertama kalinya. Sudah barang tentu kedua kubu ingin melanjutkan kenikmatan itu dalam suasana sebagai juara pada Piala Eropa ke-12. Bagi Portugal, dendam harus terbalas. Buat Yunani, pesta tetap berlanjut.

Kekalahan pada partai perdana membuat publik bola Portugal tidak dapat tidur semalaman. Untungnya, Figo dkk. dapat segera bangkit dan melanjutkan perjalanannya dengan kemenangan. Rusia, Spanyol, Inggris, dan terakhir Belanda menjadi ajang pelampiasan sakit hati asuhan Luiz Felipe Scolari ini. Di samping itu, bagi singa-singa tua seperti Luis Figo, Rui Costa, dan Fernando Couto, tiada kesempatan lagi untuk memberikan persembahan terbaik bagi negara di partai puncak nanti.

"Kekalahan pertama itu sudah kami lupakan. Beranjak dari situasi sulit itu, kami bangkit dan menjungkalkan tiga unggulan lainnya," ungkap striker Nuno Gomes dengan emosinya. "Sekarang kami akan menghadirkan mimpi indah itu bagi publik Portugal. Kami akan berjuang sampai darah pengabisan," tandasnya.

Yunani di pihak lain sangat diuntungkan dengan kondisi yang dialami Portugal saat ini. Mereka sama sekali tidak terbebani dengan asmosfer yang baru pertama kali mereka alami. Pemain-pemain Yunani yang tidak dapat disangsikan lagi kedisiplinannya, akan kembali menggiring barisan sarat dendam Portugal dalam lubang kefrustrasian.

Kesabaran yang diperlihatkan Zagorakis dkk. selama ini kembali diuji. Asal jangan besar kepala dengan torehan prestasi yang sudah dicatat, Yunani potensial untuk kembali menjerumuskan tuan rumah dalam penderitaan yang lebih dalam.

Kolektivitas
Skema 4-5-1 yang selama ini dikembangkan Portugal, berubah menjadi 4-3-3 apabila tim ini menyerang. Christiano Ronaldo dan Luis Figo yang bergerak bergantian dari sektor sayap sangat diharapkan dapat memanfaatkan ruang yang akan diciptakan oleh Nuno Gomes. Dalam keadaan yang tidak memungkinkan, Figo dapat bermain agak ke bawah dan hanya menempatkan Ronaldo dan Gomes di barisan depan, untuk melakukan penetrasi cepat ke jantung pertahanan Yunani.

Satu-satunya kendala Yunani sekarang adalah tidak dapat dimainkanya pemain tengah lincah Giorgios Karagounis. Pemain ini sering kali membuat barisan gelandang serang musuh gagal melakukan penyerangan. Formasi andalan 4-5-1 selama ini sudah terbukti dan teruji mampu mengantarkan Yunani ke babak puncak. Sinar terang Charisteas dan Dellas kembali menjadi ancaman Portugal yang datang dengan aroma dendam menggelora.

Akan tetapi bukan Yunani namanya yang hanya bergantung pada satu pemain. Selama ini kolektivitas dan semangat kebersamaan ke-23 pemain di dalammya mampu menutupi skill individu yang berada di bawah musuh-musuh mereka selama ini. Bermodal kesederhanaan dan prinsip mengalah untuk menang, tim Hercules siap menyelesaikan misi terakhirnya. Hati-hati Portugal, kali ini Hercules tidak akan main-main! (sun/rtr)

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com