kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Paing, 4 Juli 2004 tarukan valas
 

CERMIN


Merangsang Kemampuan Berbicara sejak Bayi 

SAYA Ibu rumah tangga dengan seorang anak perempuan, berusia 7 bulan. Anaknya montok dan lincah Bu. Sekarang dia sudah bisa duduk sendiri dan sedikit-sedikit sedang belajar menggeserkan pantatnya untuk berpindah tempat atau bila ingin mengambil sesuatu. Dia sudah bisa berbicara ta-ta-ta, da-da-da dan menyembur-nyemburkan air ludahnya, terutama di pagi hari, dialah jam weker yang membangunkan kami sekeluarga. Kalau melihat saya, dia memanggil ma-ma-ma dan ayahnya pa-pa-pa.

Sebenarnya saya agak terpengaruh juga dengan tetangga saya yang sampai 3 tahun belum bisa berbicara. Menurut orangtuanya sekarang anak itu sudah diterapi dan kata dokternya agak telat karena 3 tahun baru diperiksakan. Saya menjadi cemas kalau itu terjadi pada anak kami.

a. Benarkah kemampuan berbicara tergantung perangsang sejak bayi? Bagaimana melihat perkembangan bahasa anak?
b. Kelambatan berbicara apakah bisa dilihat sejak bayi?
c. Bisakah kelambatan ini dicegah, bagaimana caranya?

Dani, Sukawati

Kelambatan berbicara memang merupakan masalah yang cukup besar dan banyak terjadi akhir-akhir ini. TV dan PlayStation sering dijadikan kambing hitam dan dituding sebagai penyebabnya. Memang banyak pola pengasuhan sekarang, baik yang diterapkan para pengasuh maupun orangtua sendiri, yang tujuannya agar tidak merepotkan dan mengganggu kesibukan pekerjaan rumah tangganya, maka TV-lah dijadikan pengganti pengasuh.

Kelambatan bicara (delayed speech) memang secara umum bisa dideteksi sejak bayi, dengan melihat dan mengamati perkembangan berbahasa dan berbicara yang ditunjukkan anak. Tonggak perkembangan berbahasa yang biasanya ditegakkan para ahli adalah pada usia 2 tahun. Jadi anak pada usia 2 tahun diharapkan bisa berkomunikasi dua arah, artinya memahami perintah yang diberikan dan mengungkapkan keinginan dengan bahasa bukan isyarat yang dimengerti lingkungannya. Apabila hal ini belum dicapai anak, dia sudah bisa digolongkan mengalami kelambatan berbicara.

Perhatikan perkembangan bahasanya sejak bayi Bu. Menginjak minggu keenam, anak tidak lagi hanya pandai menangis, tetapi sudah mampu mengeluarkan suara mirip erangan atau lenguhan untuk menyatakan kepuasan atau kesenangan dan menjerit untuk menunjukkan keinginannya. Suara-suara tersebut berasal dari alat-alat suara dan sangat tergantung pada bentuk rongga mulut yang mengubah aliran udara dari paru-paru ke pita suara. Proses ini tidak dipelajari dan berlaku universal, jadi terjadi hampir pada semua bayi bahkan untuk bayi yang tuli maupun buta sekalipun.

Makin lama makin banyak suara-suara yang bisa diproduksi bayi. Awalnya bayi senang mengkombinasikan satu huruf vokal dengan konsonan, seperti 'da', 'ma', 'uh', atau 'ah'. Dan melalui latihan yang tidak disengaja karena respons yang kita tunjukkan, bayi akhirnya dapat mengontrol vokalnya untuk mengulang suara-suara tersebut menjadi suatu rangkaian, misalnya, ma-ma-ma-ma atau da-da-da-da. Inilah yang disebut tahapan mengoceh atau babbling yang sangat menentukan proses perkembangan bicara anak nantinya.

Sebagian bayi mulai mengoceh pada awal bulan kedua, setelah itu terjadi peningkatan yang tajam dan mencapai puncaknya di antara bulan ke-6 dan ke-8. Kemudian mengoceh sedikit demi sedikit digantikan dengan kata-kata pada bayi yang tidak mengalami hambatan pada kematangan alat bicaranya. Sementara pada bayi dengan kecenderungan kelambatan bicara bukan mengganti ocehan dengan kata-kata, tetapi justru bahasa isyarat seperti menunjuk atau menarik tangan orang dewasa untuk mencapai tujuannya.

Periode mengoceh sebenarnya juga merupakan saat paling menyenangkan bagi orangtua karena anak tampak begitu komunikatif. Tetapi kadang-kadang merepotkan ya Bu, anak mengoceh dan minta ditanggapi pada waktu kita masih sangat mengantuk atau kondisi kita sedang capek. Ada kiat agar anak merasa tetap direspons ketika sedang mengoceh, padahal kita sedang ngantuk berat. Hidupkan radio atau tape recorder yang berisi rekaman suara kita. Tetapi ini berlaku untuk situasi tertentu saja lo Bu, pada saat kita mengantuk berat atau sedang capai sekali. Memang idealnya respons langsunglah yang paling baik.

Pada periode ini anak mulai peka terhadap stimulasi bahasa. Mereka mulai tahu kalau bunyi tertentu memiliki arti tertentu pula, apakah itu berkaitan dengan benda, situasi atau tindakan tertentu. Misalnya, bunyi ma-ma dengan sosok ibu, pa-pa dengan sosok yang dsb. Walaupun komunikasi di antara anak dengan orangtua mulai lancar, tetapi mengoceh belumlah disebut berbicara. Jadi ketika anak usia 8 bulan bilang ma-ma-ma ketika melihat ibunya, mereka bukanlah berbicara dan memanggil tetapi pengoceh dan belajar menghubungkan kata-kata dasar yang sudah dikuasainya dengan benda yang dikenalnya. Dengan makin seringnya kita merespons ocehannya, pemahaman bahwa ketika melihat ibu dia akan mengeluarkan kata ma-ma akan makin lancar. Dan pada usia 1 tahun ketika dia memanggil ma-ma, dia sudah memasuki tahap berbicara dan memanggil.

Yang menonjol dari periode ini adalah perkembangan komunikasi/ bahasa pasif, yaitu bayi mulai mengerti apa yang kita komunikasikan tetapi belum mampu merespons dengan kata-kata, jadi suatu tahapan pengertian. Sementara komunikasi atau bahasa aktif adalah kemampuan anak untuk mengungkapkan keinginan dan kebutuhannya melalui kata-kata yang dapat dimengerti orang lain. Pada anak yang mengalami kelambatan bicara biasanya komunikasi pasifnya tidak bermasalah, jadi mampu menangkap apa yang kita kemukakan, memahami perintah yang kita berikan, misalnya ''Ambilkan koran ya'', ''Buang ke tempat sampah dong'', akan mampu mengerjakan perintah kita, tetapi tidak mampu meresponsnya dalam kemampuan bicara secara aktif dengan kata-kata.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pada tiap periode usia, perbendaharaan kata pasif dalam arti pemahaman terhadap kata atau bahasa lebih banyak daripada perbendaharaan kata aktif atau yang dapat diucapkan anak. Bayi misalnya, dapat memahami arti pembicaraan jauh sebelum dia dapat berbicara. Hal ini bukan karena ia mengerti kata demi kata, melainkan karena ia menangkap intonasi suara, gerakan tubuh atau ekspresi wajah si pembicara.

Usia 18 bulan dianggap sebagai teachable moment suatu saat yang tepat untuk mengajar anak berbicara karena sudah terbentuknya kesiapan mental dan matangnya otot-otot bicara. Namun, periode sebelumnya pun sebaiknya sudah mulai dilatih, tetapi ketika memberikan stimulasi bicara harus menguatkan isi pembicaraan dengan gerakan tubuh, ekspresi wajah atau intonasi suara. Misalnya melarang si kecil menarik taplak meja, selain berkata 'tidak boleh, sayang' dengan suara yang khas, Anda dapat mengangkat jari telunjuk atau menggelengkan kepala. Usia 6 bulan anak biasanya sudah mampu meneguk air langsung dari gelas, latih ya Bu. Ini salah satu bentuk latihan yang secara tidak langsung akan membantu kematangan alat bciaranya kelak.

Jadi, terus respons ocehan si kecil dan berikan stimulasi sebanyak mungkin agar perkembangan bahasa dan bicaranya tidak terhambat ya, Bu. Didengar atau tidak diikuti atau tidak apapun kegiatan yang dilakukannya atau kita lakukan dengannya harus kita terjemahkan dalam bahasa. Misalnya sambil mandi, terus anak-anak bicara seperti ''Embernya warna apa hayo? Warna merah sama dengan sikat giginya, wah bebeknya ikut berenang lo, yuk kita sabuni biar badannya bersih dan wangi.''

Keterlambatan bicara biasanya dapat diamati bila mulai usia 18 bulan, anak hanya mampu berbahasa secara pasif, yaitu memahami perintah dan pembicaraan orang lain tetapi tidak mampu meresponsnya dengan bahasa aktif yang dapat dimengerti lingkungannya. Misalnya disuruh menunjukkan mana hidungnya, dia bisa menunjukkannya tetapi tidak bisa mengucapkannya ketika diminta menjawab; ''Ini apa namanya? Ketika menginginkan sesuatu hanya 'ah-uh-ah-uh' yang dapat diucapkannya, atau dengan memakai bahasa isyarat menunjuk-nunjuk atau menarik tangan kita untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Kurang dari 20 kata yang dapat diucapkannya. Bila ketiga ciri-ciri tersebut sudah ditunjukkan si kecil lebih baik segera konsultasi ke ahlinya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jangan pernah percaya kalau ada yang mengatakan, ''Dia akan bisa berbicara dengan sendirinya atau ah belum waktunya bisa bicara kok'', nanti bisa ketinggalan kereta.

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com