kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Pon, 3 Oktober 2004 tarukan valas
 

GEBYAR


Teater Angin Albumkan Musikalisasi Puisi

TEATER Angin SMAN 1 Denpasar, Selasa (21/9) lalu meluncurkan album musikalisasi puisi bertajuk "Tentang Angin" di Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha (Bali TV) Jl. Kebo Iwa, Denpasar. Acara peluncuran ini diramaikan dengan pentas musikalisasi puisi oleh anak-anak Teater Angin yang menyuguhkan nomor-nomor dari album tersebut. Acara ini mendapat sambutan meriah dari berbagai kalangan yang hadir mulai dari para sastrawan, pejabat pemerintahan, kalangan pendidik, hingga kelompok teater berbagai sekolah di Denpasar, bahkan juga beberapa penyair yang puisinya dimusikalisasi dalam album tersebut.

Dengan begitu, sebuah album musikalisasi puisi akhirnya lahir lagi di Bali. Sebelum ini, sudah hadir album musikalisasi puisi bertajuk "Kuda Putih" karya Tan Lioe Ie (2000). Yang membanggakan kini, album musikalisasi puisi justru "lahir" dari anak-anak sekolahan. Sebuah prestasi yang barangkali tak terbayangkan bahwa remaja yang sangat sibuk dengan pelajaran sekolah, ternyata berhasil membuat gebrakan dengan membuahkan karya musikalisasi puisi yang kualitasnya tak bisa diremehkan.

Panggung Wantilan Gedung Pers K. Nadha malam itu jadi benar-benar "bergetar" oleh ulah kreatif para siswa Teater Angin. Mereka membawakan nomor-nomor musikalisasi puisinya dari album "tentang Angin" tersebut. Mereka buka pertunjukan dengan nomor "Si Nyoman Gila" (puisi karya Frans Nadjira), "Imsomnia" (Wira Santosa), "Tentang Angin" (Made Suryawan), "Ring Kertagosa" (Nyoman Tusthi Eddy), "Melankolia Senja Hari" (Vivi Lestari), "Doa" dan "Cintaku Jauh di Pulau" (Chairil Anwar), hingga "Tukad Badung" (Warih Wisatsana). Bahkan "Tentang Angin" yang selama ini seakan menjadi lagu kebesaran Teater Angin, malam itu dihadirkan dua kali sebagai penanda rasa kegembiraan mereka. Acara yang dipandu oleh Ketua Teater Angin, Teguh Arthajaya, malam itu cukup variatif dan tak membosankan. Teguh cukup pintar mengatur variasi acara dengan selingan-selingan candanya untuk memberi pengantar pada setiap pergantian nomor pemanggungan. Menurut ketua panitia, Sri Candra Purnami, acara ini memang diformat menjadi sebuah panggung pergelaran musikalisasi puisi untuk menghibur para undangan, sekaligus juga untuk ekspresi kreativitas musikalisasi puisi anak-anak Teater Angin. "Ini kan peluncuran kaset musikalisasi puisi, jadi kami perlu juga menyuguhkan pementasan musikalisasi puisi untuk para undangan yang menghadiri acara kami. Juga sebagai ungkapan gembira dan terima kasih kami dari Teater Angin buat semuanya," kata Candra.

Sembilan Puisi
Kaset album musikalisasi puisi "Tentang Angin" ini berisi sembilan nomor musikalisasi puisi yang aransemennya ditangani sepenuhnya oleh anak-anak Teater Angin. Nomor-nomor musikalisasi puisi itu digarap tahun 2000, diambil dari puisi karya beberapa penyair seperti Chairil Anwar, Frans Nadjira, Nyoman Tusthi Eddy, Warih Wisatsana, Vivi Lestari, hingga puisi karya annggota Teater Angin sendiri seperti Made Suryawan dan Wira Santosa.

Menurut Yodi Aryantika, mantan ketua Teater Angin yang mengomandani lahirnya album ini, pengerjaan album ini memang sudha dirintis dan menjadi obsesi anak-anak Teater Angin sejak senang bermusikalisasi puisi. Tapi, karena berbagai kendala, nomor-nomor garapan musikalisasi puisi yang telah mereka hasilkan satu demi satu itu, baru bisa diwujudkan pada pertengahan tahun ini. "Kegelisahan kami sebenarnya sudah lama, tapi kami terbentur banyak hal, terutama kesulitan dana. Juga berbenturan dengan jadwal pelajaran dan kegiatan teater lainnya yang sangat padat, menguras energi dan waktu kami," ungkap Yodi.

Menurut Yodi, album dibuat 1.000 kaset. Tentang jumlah ini, jelas Yodi, selain karena minim dana, juga karena khawatir tak laku. "Menggandakan dalam jumlah seribu itu pun sebenarnya kami nekad saja. Laku apa tidak nantinya? Sebab, musikalisasi puisi kan belum banyak peminatnya. Tapi, syukurlah, sampai malam ini, menurut infromasi, kaset sudah bisa terjual sekitar 600-an. Kami tak menduga dan sungguh bahagia. Bahkan, seandainya laku satu biji pun kami sudah merasa bersyukur karena ada orang yang meminati album hasil usaha kami," papar Yodi.

* nuryana asmaudi

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com