Teater Angin
Albumkan Musikalisasi Puisi
TEATER
Angin SMAN 1 Denpasar, Selasa (21/9) lalu meluncurkan album
musikalisasi puisi bertajuk "Tentang Angin" di
Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha (Bali TV) Jl. Kebo Iwa,
Denpasar. Acara peluncuran ini diramaikan dengan pentas
musikalisasi puisi oleh anak-anak Teater Angin yang menyuguhkan
nomor-nomor dari album tersebut. Acara ini mendapat sambutan
meriah dari berbagai kalangan yang hadir mulai dari para
sastrawan, pejabat pemerintahan, kalangan pendidik, hingga
kelompok teater berbagai sekolah di Denpasar, bahkan juga
beberapa penyair yang puisinya dimusikalisasi dalam album
tersebut.
Dengan begitu, sebuah
album musikalisasi puisi akhirnya lahir lagi di Bali. Sebelum
ini, sudah hadir album musikalisasi puisi bertajuk "Kuda
Putih" karya Tan Lioe Ie (2000). Yang membanggakan kini,
album musikalisasi puisi justru "lahir" dari anak-anak
sekolahan. Sebuah prestasi yang barangkali tak terbayangkan
bahwa remaja yang sangat sibuk dengan pelajaran sekolah,
ternyata berhasil membuat gebrakan dengan membuahkan karya
musikalisasi puisi yang kualitasnya tak bisa diremehkan.
Panggung Wantilan Gedung
Pers K. Nadha malam itu jadi benar-benar "bergetar"
oleh ulah kreatif para siswa Teater Angin. Mereka membawakan
nomor-nomor musikalisasi puisinya dari album "tentang Angin"
tersebut. Mereka buka pertunjukan dengan nomor "Si Nyoman
Gila" (puisi karya Frans Nadjira), "Imsomnia" (Wira
Santosa), "Tentang Angin" (Made Suryawan), "Ring
Kertagosa" (Nyoman Tusthi Eddy), "Melankolia Senja
Hari" (Vivi Lestari), "Doa" dan "Cintaku
Jauh di Pulau" (Chairil Anwar), hingga "Tukad Badung"
(Warih Wisatsana). Bahkan "Tentang Angin" yang selama
ini seakan menjadi lagu kebesaran Teater Angin, malam itu
dihadirkan dua kali sebagai penanda rasa kegembiraan mereka.
Acara yang dipandu oleh Ketua Teater Angin, Teguh Arthajaya,
malam itu cukup variatif dan tak membosankan. Teguh cukup pintar
mengatur variasi acara dengan selingan-selingan candanya untuk
memberi pengantar pada setiap pergantian nomor pemanggungan.
Menurut ketua panitia, Sri Candra Purnami, acara ini memang
diformat menjadi sebuah panggung pergelaran musikalisasi puisi
untuk menghibur para undangan, sekaligus juga untuk ekspresi
kreativitas musikalisasi puisi anak-anak Teater Angin. "Ini
kan peluncuran kaset musikalisasi puisi, jadi kami perlu juga
menyuguhkan pementasan musikalisasi puisi untuk para undangan
yang menghadiri acara kami. Juga sebagai ungkapan gembira dan
terima kasih kami dari Teater Angin buat semuanya," kata
Candra.
Sembilan Puisi
Kaset album musikalisasi puisi "Tentang Angin" ini
berisi sembilan nomor musikalisasi puisi yang aransemennya
ditangani sepenuhnya oleh anak-anak Teater Angin. Nomor-nomor
musikalisasi puisi itu digarap tahun 2000, diambil dari puisi
karya beberapa penyair seperti Chairil Anwar, Frans Nadjira,
Nyoman Tusthi Eddy, Warih Wisatsana, Vivi Lestari, hingga puisi
karya annggota Teater Angin sendiri seperti Made Suryawan dan
Wira Santosa.
Menurut Yodi Aryantika,
mantan ketua Teater Angin yang mengomandani lahirnya album ini,
pengerjaan album ini memang sudha dirintis dan menjadi obsesi
anak-anak Teater Angin sejak senang bermusikalisasi puisi. Tapi,
karena berbagai kendala, nomor-nomor garapan musikalisasi puisi
yang telah mereka hasilkan satu demi satu itu, baru bisa
diwujudkan pada pertengahan tahun ini. "Kegelisahan kami
sebenarnya sudah lama, tapi kami terbentur banyak hal, terutama
kesulitan dana. Juga berbenturan dengan jadwal pelajaran dan
kegiatan teater lainnya yang sangat padat, menguras energi dan
waktu kami," ungkap Yodi.
Menurut Yodi, album dibuat
1.000 kaset. Tentang jumlah ini, jelas Yodi, selain karena minim
dana, juga karena khawatir tak laku. "Menggandakan dalam
jumlah seribu itu pun sebenarnya kami nekad saja. Laku apa tidak
nantinya? Sebab, musikalisasi puisi kan belum banyak peminatnya.
Tapi, syukurlah, sampai malam ini, menurut infromasi, kaset
sudah bisa terjual sekitar 600-an. Kami tak menduga dan sungguh
bahagia. Bahkan, seandainya laku satu biji pun kami sudah merasa
bersyukur karena ada orang yang meminati album hasil usaha kami,"
papar Yodi.
* nuryana asmaudi
|