kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Kliwon, 3 Juli 2003

 Nusatenggara


Belasan Mantan TKW Cacat Seumur Hidup

Sumbawa Besar (Bali Post) -
Berbagai kasus yang menimpa mantan tenaga kerja wanita (TKW) dan kasus perempuan korban dalam rumah tangga (KDRT), mendapat perhatian dari Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa. Kasus mantan TKW, misalnya, ada yang mengalami cacat seumur hidup akibat perlakuan keluarga majikannya.

Kasubdin Pemberdayaan Perempuan pada Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan (Depsospar) Kabupaten Sumbawa Ir. Yusmi Zustia, Rabu (2/7) kemarin menjelaskan, ratusan kasus yang dialami kaum perempuan di daerah ini, terungkap dalam pelatihan yang berlangsung dua hari lalu di Sumbawa Besar. Dari 147 kasus perempuan yang terjadi sejak Januari 2002 hingga Juni 2003, sekitar 11 mantan TKW menderita cacat seumur hidup.

Mantan TKW yang mengalami cacat seumur hidup itu, seperti bisu, gila, stres, pincang dan lengannya patah, karena perlakuan majikannya. Ada juga mantan TKW yang lima buah giginya rontok dan disetrika oleh majikannya. Bahkan, ada yang diperkosa oleh keluarga majikannya. Kasus lainnya, lanjut Yusmi, ada mantan TKW yang ditelantarkan oleh Perusahaan Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PPJTKI) dan kasus tidak menerima gaji. Sedangkan kasus kekerasan terhadap perempuan KDRT, terjadi di rumah akibat perkelahian dengan suami.

Upaya pembinaan terhadap mantan TKW yang menderita cacat seumur hidup akan diperjuangkan ke Departemen Sosial, guna mendapatkan rehabilitasi. Sedangkan bagi perempuan korban kekerasan KDRT akan diberikan bantuan usaha di bidang perkiosan.

Bahkan kini sudah ditetapkan 30 orang dari 147 mantan TKW yang terkena kasus mendapatkan modal usaha. Bantuan ini dianggarkan melalui dana APBD Sumbawa 2003. Bantuan bagi 30 orang itu berlokasi di Kecamatan Brang Rea, Taliwang, Seteluk, Alas, Lape/Lopok dan Kecamatan Sumbawa. Tiap kecamatan beranggotakan lima orang, dengan jenis usaha perkiosan.

Terhadap 20 orang korban rumah tangga, lanjut Yusmi, dana pembinaannya bersumber dari APBN. Namun, ia belum mengetahui secara pasti berapa besar dana untuk perempuan KDRT. Dengan bantuan itu diharapkan, para perempuan KDRT di Sumbawa memperoleh usaha yang layak. Bantuan serupa juga diarahkan bagi mantan TKW yang ingin mengelola usaha sendiri. ''Bantuannya dalam bentuk apa, kita belum tahu. Yang jelas, ada bantuan dari dana APBN,'' kata Yusmi. (051)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)