Belasan
Mantan TKW Cacat Seumur Hidup
Sumbawa
Besar (Bali Post) -
Berbagai kasus yang menimpa mantan tenaga kerja wanita (TKW)
dan kasus perempuan korban dalam rumah tangga (KDRT),
mendapat perhatian dari Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa.
Kasus mantan TKW, misalnya, ada yang mengalami cacat
seumur hidup akibat perlakuan keluarga majikannya.
Kasubdin
Pemberdayaan Perempuan pada Dinas Sosial dan Pemberdayaan
Perempuan (Depsospar) Kabupaten Sumbawa Ir. Yusmi Zustia,
Rabu (2/7) kemarin menjelaskan, ratusan kasus yang dialami
kaum perempuan di daerah ini, terungkap dalam pelatihan
yang berlangsung dua hari lalu di Sumbawa Besar. Dari 147
kasus perempuan yang terjadi sejak Januari 2002 hingga
Juni 2003, sekitar 11 mantan TKW menderita cacat seumur
hidup.
Mantan TKW yang
mengalami cacat seumur hidup itu, seperti bisu, gila,
stres, pincang dan lengannya patah, karena perlakuan
majikannya. Ada juga mantan TKW yang lima buah giginya
rontok dan disetrika oleh majikannya. Bahkan, ada yang
diperkosa oleh keluarga majikannya. Kasus lainnya, lanjut
Yusmi, ada mantan TKW yang ditelantarkan oleh Perusahaan
Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PPJTKI) dan kasus
tidak menerima gaji. Sedangkan kasus kekerasan terhadap
perempuan KDRT, terjadi di rumah akibat perkelahian dengan
suami.
Upaya pembinaan
terhadap mantan TKW yang menderita cacat seumur hidup akan
diperjuangkan ke Departemen Sosial, guna mendapatkan
rehabilitasi. Sedangkan bagi perempuan korban kekerasan
KDRT akan diberikan bantuan usaha di bidang perkiosan.
Bahkan kini sudah
ditetapkan 30 orang dari 147 mantan TKW yang terkena kasus
mendapatkan modal usaha. Bantuan ini dianggarkan melalui
dana APBD Sumbawa 2003. Bantuan bagi 30 orang itu
berlokasi di Kecamatan Brang Rea, Taliwang, Seteluk, Alas,
Lape/Lopok dan Kecamatan Sumbawa. Tiap kecamatan
beranggotakan lima orang, dengan jenis usaha perkiosan.
Terhadap 20 orang
korban rumah tangga, lanjut Yusmi, dana pembinaannya
bersumber dari APBN. Namun, ia belum mengetahui secara
pasti berapa besar dana untuk perempuan KDRT. Dengan
bantuan itu diharapkan, para perempuan KDRT di Sumbawa
memperoleh usaha yang layak. Bantuan serupa juga diarahkan
bagi mantan TKW yang ingin mengelola usaha sendiri. ''Bantuannya
dalam bentuk apa, kita belum tahu. Yang jelas, ada bantuan
dari dana APBN,'' kata Yusmi. (051)
|