Kapolda Bali Bertemu Komandan AFP ----
Waspadai,
Teroris makin Radikal
Denpasar
(Bali Post) -
Keberhasilan Polri mengungkap kasus bom Bali dan menangkap
para pelakunya, bagi Australian Federal Police (AFP) bukan
membuat kelompok teroris jera. Jaringan kejahatan
transnasional malah dinilai tetap sangat berbahaya,
seperti gerakan teroris makin radikal dan terorganisir
dengan rapi. Itu dikemukakan Komandan AFP Komisioner Mick
Keelty usai melakukan pertemuan tertutup dengan Kapolda
Bali Irjen Pol. Drs. Made Mangku Pastika, di Hotel Bali
Hyatt, Sanur, Rabu (2/7) kemarin.
Mick menegaskan,
polisi Australia tak boleh ikut campur dalam proses
penyidikan kelompok teroris yang meledakkan bom di Kuta.
Upaya yang bisa dilakukan AFP, terus membantu polisi
Indonesia dalam mengungkap jaringan teroris yang sudah
masuk wilayah Nusantara. ''Peledakan bom di Bali adalah
kejahatan internasional, semua negara di dunia harus satu
langkah membasmi jaringan teroris,'' kata Mick yang
didampingi International Jenderal Manager AFP, Shane
Castle. Komandan AFP menjelaskan, serangan teroris di
dunia bisa terjadi kapan saja. Menurut Mick, reaksi
kelompok teroris pascatragedi Kuta malah makin radikal dan
lebih ganas dalam melakukan serangan. Misalnya jaringan
teroris terus menyebar ke berbagai negara di dunia dan
dikendalikan manajemen organisasi yang sangat rapi. ''Polri
sudah bekerja maksimal, dan kerja sama memerangi teroris
tak akan pernah berhenti,'' tambahnya.
Penjelasan Mick
Keelty diiyakan Kapolda Bali Mangku Pastika. Didampingi
Kabid Humas Kombes Pol. P. Gaut, jenderal bintang dua itu
menyatakan kejahatan teroris tak bisa dihadapi
sendiri-sendiri. Kerja sama Indonesia-Australia harus
terus dijalin, termasuk dengan negara-negara lain yang
satu visi menumpas untuk memberantas pelaku peledakan bom.
''Teroris itu berbuat apa saja untuk memalukan polisi.
Caranya ngebom sana-sini, membuat negara kacau dan banyak
korban,'' tandasnya.
Ditanya soal
keberadaan Idris alias Jhoni Hendrawan, Mangku Pastika
membenarkan sudah ditahan di Bali. Ia menyebutkan,
tersangka Idris termasuk salah satu orang penting dalam
kasus bom Bali. Misalnya Idris berperan sebagai penyandang
dana teroris, menyediakan logistik, dan selaku eksekutor
peledakan bom di Jalan Legian, Kuta.
Pertemuan dua polisi
penerima Bintang Bhayangkara Pratama dari Presiden
Megawati ini berlangsung cukup singkat, hanya 15 menit.
Selanjutnya Mick Keelty dan Mangku Pastika memberikan
keterangan pers kepada puluhan wartawan asing dan nasional.
(kmb 10)
|