kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Kliwon, 3 Juli 2003

 Bali


Kapolda Bali Bertemu Komandan AFP ----

Waspadai, Teroris makin Radikal

Denpasar (Bali Post) -
Keberhasilan Polri mengungkap kasus bom Bali dan menangkap para pelakunya, bagi Australian Federal Police (AFP) bukan membuat kelompok teroris jera. Jaringan kejahatan transnasional malah dinilai tetap sangat berbahaya, seperti gerakan teroris makin radikal dan terorganisir dengan rapi. Itu dikemukakan Komandan AFP Komisioner Mick Keelty usai melakukan pertemuan tertutup dengan Kapolda Bali Irjen Pol. Drs. Made Mangku Pastika, di Hotel Bali Hyatt, Sanur, Rabu (2/7) kemarin.

Mick menegaskan, polisi Australia tak boleh ikut campur dalam proses penyidikan kelompok teroris yang meledakkan bom di Kuta. Upaya yang bisa dilakukan AFP, terus membantu polisi Indonesia dalam mengungkap jaringan teroris yang sudah masuk wilayah Nusantara. ''Peledakan bom di Bali adalah kejahatan internasional, semua negara di dunia harus satu langkah membasmi jaringan teroris,'' kata Mick yang didampingi International Jenderal Manager AFP, Shane Castle. Komandan AFP menjelaskan, serangan teroris di dunia bisa terjadi kapan saja. Menurut Mick, reaksi kelompok teroris pascatragedi Kuta malah makin radikal dan lebih ganas dalam melakukan serangan. Misalnya jaringan teroris terus menyebar ke berbagai negara di dunia dan dikendalikan manajemen organisasi yang sangat rapi. ''Polri sudah bekerja maksimal, dan kerja sama memerangi teroris tak akan pernah berhenti,'' tambahnya.

Penjelasan Mick Keelty diiyakan Kapolda Bali Mangku Pastika. Didampingi Kabid Humas Kombes Pol. P. Gaut, jenderal bintang dua itu menyatakan kejahatan teroris tak bisa dihadapi sendiri-sendiri. Kerja sama Indonesia-Australia harus terus dijalin, termasuk dengan negara-negara lain yang satu visi menumpas untuk memberantas pelaku peledakan bom. ''Teroris itu berbuat apa saja untuk memalukan polisi. Caranya ngebom sana-sini, membuat negara kacau dan banyak korban,'' tandasnya.

Ditanya soal keberadaan Idris alias Jhoni Hendrawan, Mangku Pastika membenarkan sudah ditahan di Bali. Ia menyebutkan, tersangka Idris termasuk salah satu orang penting dalam kasus bom Bali. Misalnya Idris berperan sebagai penyandang dana teroris, menyediakan logistik, dan selaku eksekutor peledakan bom di Jalan Legian, Kuta.

Pertemuan dua polisi penerima Bintang Bhayangkara Pratama dari Presiden Megawati ini berlangsung cukup singkat, hanya 15 menit. Selanjutnya Mick Keelty dan Mangku Pastika memberikan keterangan pers kepada puluhan wartawan asing dan nasional. (kmb 10)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)