Pascakebakaran,
Pedagang Dadakan Bermunculan
Singaraja
(Bali Post) -
Para pedagang Pasar Seririt hingga Rabu (2/7) kemarin,
masih panik dan bingung menghadapi bencana kebakaran yang
terjadi pada hari Kuningan, Sabtu (28/6) lalu. Masih
banyak pedagang belum mendapatkan tempat baru untuk
menjajakan barangnya. Sementara keputusan Bupati Bagiada
untuk memindahkan pedagang ke lapangan sepak bola di Desa
Sulanyah malah dianulir dalam pertemuan pedagang dengan
Sekda Buleleng Ir. Ketut Ardha.
Dalam pertemuan yang
dihadiri ratusan pedagang, pejabat terkait dan anggota
DPRD Buleleng serta DPRD Bali diputuskan tetap
diizinkannya para pedagang untuk berjualan di Terminal
Seririt dan sepanjang Jl. Udayana. Dengan keputusan ini
berarti pedagang urung pindah ke lapangan sepak bola dan
harus rela berdesak-desakan di terminal dan Jl. Udayana
yang lokasinya relatif sempit.
Beberapa pedagang
yang semula berjualan kain di Pasar Seririt mengeluh
karena tak mendapat tempat. Di dalam terminal kini
bermunculan pedagang dadakan yang sebelumnya tak berjualan
di dalam pasar. ''Hampir 50 persen pedagang di terminal
itu sebelumnya tak berjualan di Pasar Seririt,'' kata
beberapa pedagang usai pertemuan di Balai Serbaguna
Seririt. Kalaupun mereka memaksa berjualan di terminal dan
Jl. Udayana, mereka harus rela berhimpit-himpitan di
tempat yang sempit.
Masalah baru muncul
dari pemilik rumah dan masyarakat Desa Pengastulan yang
sehari-hari memakai Jl. Udayana. Jalan yang sempit itu
kini dipenuhi pedagang dan rumah-rumah di sekitarnya
seolah hilang, ditutupi bebagai macam dagangan.
Sekda Ardha
mengatakan, pihaknya tidak menganulir keputusan Bupati,
melainkan merupakan kehendak para pedagang yang merevisi
kesepakatan mereka bersama Bupati sebelumnya. ''Dulu para
pedagang memang sepakat pindah ke lapangan, namun kini
mereka sendiri yang merevisinya,'' katanya.
Di bagian lain,
Ketua Komisi E Ida Komang Banjar dan Ketua Komisi D DPRD
Bali Putu Agus Suradnyana yang ikut dalam pertemuan itu
berjanji akan memperjuangkan dana bagi pembangunan kembali
Pasar Seririt. ''Kami minta agar Pemkab melalui Bappeda
segera mengajukan proposal atau usulan sehingga kami bisa
perjuangkan dananya,'' kata Agus sembari meminta pemkab
mempersiapkan desain pembangunan kembali pasar yang baik
dan mempertimbangkan semua aspek.
Sementara itu, Tim
Puslabfor Mabes Polri wilayah Nusra hingga Rabu kemarin
ternyata belum mengirimkan hasil penyelidikannya tentang
penyebab kebakaran Pasar Seririt. Padahal Kapolres AKBP
Drs. Moh. Safei sebelumnya mengatakan, hasil labfor itu
akan dikirimkan Rabu kemarin. Ketika wartawan menunggu
hingga kemarin, pukul 17.00 wita hasilnya ternyata belum
diterima Polres Buleleng. ''Belum, kami belum terima faks
dari Labfor soal hasil penelitian,'' jelas Kasatreskrim
Polres Buleleng Iptu Johanes P. Siboro. (kmb15)
|