kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Kliwon, 3 Juli 2003

 Bali


Pascakebakaran, Pedagang Dadakan Bermunculan

Singaraja (Bali Post) -
Para pedagang Pasar Seririt hingga Rabu (2/7) kemarin, masih panik dan bingung menghadapi bencana kebakaran yang terjadi pada hari Kuningan, Sabtu (28/6) lalu. Masih banyak pedagang belum mendapatkan tempat baru untuk menjajakan barangnya. Sementara keputusan Bupati Bagiada untuk memindahkan pedagang ke lapangan sepak bola di Desa Sulanyah malah dianulir dalam pertemuan pedagang dengan Sekda Buleleng Ir. Ketut Ardha.

Dalam pertemuan yang dihadiri ratusan pedagang, pejabat terkait dan anggota DPRD Buleleng serta DPRD Bali diputuskan tetap diizinkannya para pedagang untuk berjualan di Terminal Seririt dan sepanjang Jl. Udayana. Dengan keputusan ini berarti pedagang urung pindah ke lapangan sepak bola dan harus rela berdesak-desakan di terminal dan Jl. Udayana yang lokasinya relatif sempit.

Beberapa pedagang yang semula berjualan kain di Pasar Seririt mengeluh karena tak mendapat tempat. Di dalam terminal kini bermunculan pedagang dadakan yang sebelumnya tak berjualan di dalam pasar. ''Hampir 50 persen pedagang di terminal itu sebelumnya tak berjualan di Pasar Seririt,'' kata beberapa pedagang usai pertemuan di Balai Serbaguna Seririt. Kalaupun mereka memaksa berjualan di terminal dan Jl. Udayana, mereka harus rela berhimpit-himpitan di tempat yang sempit.

Masalah baru muncul dari pemilik rumah dan masyarakat Desa Pengastulan yang sehari-hari memakai Jl. Udayana. Jalan yang sempit itu kini dipenuhi pedagang dan rumah-rumah di sekitarnya seolah hilang, ditutupi bebagai macam dagangan.

Sekda Ardha mengatakan, pihaknya tidak menganulir keputusan Bupati, melainkan merupakan kehendak para pedagang yang merevisi kesepakatan mereka bersama Bupati sebelumnya. ''Dulu para pedagang memang sepakat pindah ke lapangan, namun kini mereka sendiri yang merevisinya,'' katanya.

Di bagian lain, Ketua Komisi E Ida Komang Banjar dan Ketua Komisi D DPRD Bali Putu Agus Suradnyana yang ikut dalam pertemuan itu berjanji akan memperjuangkan dana bagi pembangunan kembali Pasar Seririt. ''Kami minta agar Pemkab melalui Bappeda segera mengajukan proposal atau usulan sehingga kami bisa perjuangkan dananya,'' kata Agus sembari meminta pemkab mempersiapkan desain pembangunan kembali pasar yang baik dan mempertimbangkan semua aspek.

Sementara itu, Tim Puslabfor Mabes Polri wilayah Nusra hingga Rabu kemarin ternyata belum mengirimkan hasil penyelidikannya tentang penyebab kebakaran Pasar Seririt. Padahal Kapolres AKBP Drs. Moh. Safei sebelumnya mengatakan, hasil labfor itu akan dikirimkan Rabu kemarin. Ketika wartawan menunggu hingga kemarin, pukul 17.00 wita hasilnya ternyata belum diterima Polres Buleleng. ''Belum, kami belum terima faks dari Labfor soal hasil penelitian,'' jelas Kasatreskrim Polres Buleleng Iptu Johanes P. Siboro. (kmb15)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)