|
Tabrakan
Beruntun di Tol, 11 Tewas
Jakarta
(Bali Post) -
Tiga kendaraan yang melaju kencang di jalan tol Jakarta-Cikampek,
Senin (21/4) kemarin, bertabrakan secara beruntun.
Peristiwa itu terjadi di kilometer 35 Cikarang, tepatnya
di Desa Cibatu Kecamatan Lemah Abang, Cikarang Utara,
Kabupaten Bekasi. Tabrakan maut itu mengakibatkan 11 orang
tewas seketika, 11 orang lainnya menderita luka berat dan
delapan luka ringan.
Keterangan
yang dihimpun menyebutkan, sekitar pukul 05.30 WIB, bus
Sahabat nopol E 7599 AG rute Jakarta-Cirebon berusaha
mendahului mobil Colt L-300 nopol B 7939 YN yang
dikemudikan Surohman (40) dalam kecepatan tinggi. Saat
menyalip, pengemudi bus tiba-tiba kehilangan kontrol
sehingga menghantam mobil Colt yang ada di depan mobil
yang disalip itu. Mobil Surohman terlempar ke kiri,
sementara bus Sahabat yang memuat sejumlah penumpang
terlempar ke kanan badan jalan tol dan nyelonong pada
jalur berlawanan. Saat itu pula muncul bus Sumba Putra
nopol AD 2755 EJ yang berangkat dari Solo menuju Jakarta,
dengan muatan penuh dari arah Cikampek yang tak mampu
menghindar, sehingga tabrakan tak terhindarkan. Jeritan
tangis meraung di antara ringseknya kendaraan. Pengguna
jalan tol dan warga sekitar kejadian langsung mengangkat
korban yang selamat. Bahkan, ditemukan sebelas orang dalam
keadaan meninggal dengan kondisi tubuh yang menyedihkan.
Korban meninggal dan selamat dilarikan ke Rumah Sakit
Medika Cikarang Bekasi.
Petugas
tol Cikampek Asmoro mengatakan, dari sebelas korban yang
tewas dan berhasil didata ada delapan orang antara lain
Bakdo warga Dakota, Blok B 1/ 15 Bekasi; Dr. Sumardi warga
Jl. Batu, Blok 2 A/261 Bekasi; Rahmadi, warga Slipi
Jakarta Barat; Suroto, sopir bus Sumba Putra warga
Majelengka. Selain itu, Sukino, warga Tirtomulyo Wonogiri;
Surahman, sopir L-300 warga Kujang, Majelengka; Dedes
Nurjanah dan Ny. Sumiatun, keduanya warga Wonogiri, Jawa
Tengah.
Kapolres
Bekasi Kombes Pol. Bachtiar HT mengatakan, polisi masih
melakukan penyelidikan terhadap tabrakan ini. Diduga
penyebab kecelakaan yakni sopir yang kurang hati-hati.
Apalagi, bus Sahabat yang menjadi sumber tabrakan,
ternyata disopiri sang kernet. Kernet itu bernama Rudi.
Satu jenazah yang belum bisa diidentifikasi diperkirakan
adalah Rudi. Sopir utama bus Sahabat, Dedi, mengaku
dirinya kala itu sedang mengantuk. Akibatnya, sang
kernetlah yang mengganti membawa penumpang. Saat ini Dedi
mengalami luka-luka dan dirawat di kamar 27 RS Medika
Cikarang. (034)
|