kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Pon, 22 April 2003

 Nusantara


Tabrakan Beruntun di Tol, 11 Tewas

Jakarta (Bali Post) -
Tiga kendaraan yang melaju kencang di jalan tol Jakarta-Cikampek, Senin (21/4) kemarin, bertabrakan secara beruntun. Peristiwa itu terjadi di kilometer 35 Cikarang, tepatnya di Desa Cibatu Kecamatan Lemah Abang, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Tabrakan maut itu mengakibatkan 11 orang tewas seketika, 11 orang lainnya menderita luka berat dan delapan luka ringan.

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, sekitar pukul 05.30 WIB, bus Sahabat nopol E 7599 AG rute Jakarta-Cirebon berusaha mendahului mobil Colt L-300 nopol B 7939 YN yang dikemudikan Surohman (40) dalam kecepatan tinggi. Saat menyalip, pengemudi bus tiba-tiba kehilangan kontrol sehingga menghantam mobil Colt yang ada di depan mobil yang disalip itu. Mobil Surohman terlempar ke kiri, sementara bus Sahabat yang memuat sejumlah penumpang terlempar ke kanan badan jalan tol dan nyelonong pada jalur berlawanan. Saat itu pula muncul bus Sumba Putra nopol AD 2755 EJ yang berangkat dari Solo menuju Jakarta, dengan muatan penuh dari arah Cikampek yang tak mampu menghindar, sehingga tabrakan tak terhindarkan. Jeritan tangis meraung di antara ringseknya kendaraan. Pengguna jalan tol dan warga sekitar kejadian langsung mengangkat korban yang selamat. Bahkan, ditemukan sebelas orang dalam keadaan meninggal dengan kondisi tubuh yang menyedihkan. Korban meninggal dan selamat dilarikan ke Rumah Sakit Medika Cikarang Bekasi.

Petugas tol Cikampek Asmoro mengatakan, dari sebelas korban yang tewas dan berhasil didata ada delapan orang antara lain Bakdo warga Dakota, Blok B 1/ 15 Bekasi; Dr. Sumardi warga Jl. Batu, Blok 2 A/261 Bekasi; Rahmadi, warga Slipi Jakarta Barat; Suroto, sopir bus Sumba Putra warga Majelengka. Selain itu, Sukino, warga Tirtomulyo Wonogiri; Surahman, sopir L-300 warga Kujang, Majelengka; Dedes Nurjanah dan Ny. Sumiatun, keduanya warga Wonogiri, Jawa Tengah.

Kapolres Bekasi Kombes Pol. Bachtiar HT mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap tabrakan ini. Diduga penyebab kecelakaan yakni sopir yang kurang hati-hati. Apalagi, bus Sahabat yang menjadi sumber tabrakan, ternyata disopiri sang kernet. Kernet itu bernama Rudi. Satu jenazah yang belum bisa diidentifikasi diperkirakan adalah Rudi. Sopir utama bus Sahabat, Dedi, mengaku dirinya kala itu sedang mengantuk. Akibatnya, sang kernetlah yang mengganti membawa penumpang. Saat ini Dedi mengalami luka-luka dan dirawat di kamar 27 RS Medika Cikarang. (034)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)