Dua
Kapal Penangkap Ikan Hilang
*
Nakhoda dan 13 ABK belum Kembali
Denpasar
(Bali Post) -
Nelayan Bali berduka. Dua kapal penangkap ikan milik PT
Tri Khatulistiwa Fhisindo (TKF) yang bermarkas di Benoa --
KM Karya Marina 822 dan KM Karya Marina 818, hilang di
sekitar perairan Samudra Indonesia. Dua nakhoda dan 13 ABK
(anak buah kapal) dari dua kapal tersebut hingga Senin
(21/4) kemarin, belum kembali. Hilangnya kedua kapal
tersebut diduga ''disapu'' badai tropical cyclon inigo.
Karya Marina 822
yang dinakhodai Mashuri B. Mongin melaut 17 Maret. Dengan
tonase 6 GT, kapal tersebut bertahan selama 20 hari di
laut. Karena itulah, kapal tersebut seharusnya merapat di
Pelabuhan Benoa, 6 April. Namun hingga kemarin belum juga
ada kontak. Begitu juga Karya Marina 818. Kapal yang
dinakhodai Sudarli, angkat jangkar 13 Maret, hingga
kemarin juga belum ada beritanya. Semestinya kapal yang
juga memiliki tonase 6 GT itu, merapat kembali di Benoa, 2
April lalu. Sama dengan Karya Marina 822, hingga kemarin
belum jelas keberadaannya.
Adpel Benoa Pieter
Nababan, S.H. ketika diminta konfirmasinya, Senin (21/4)
kemarin menjelaskan, kontak terakhir dengan kedua kapal
naas itu terjadi Jumat (4/4) lalu pukul 03.00 wita. Karya
Marina 818 berada pada posisi 12ø20 ls - 114ø40 bt dan
Karya Marina 822 pada posisi tak jauh dari tempat itu,
tepatnya 13ø01 ls - 116ø39 bt. Ada kemungkinan kedua
kapal penangkap ikan yang naas itu, ''disapu'' cuaca buruk
tropical cyclon inigo. ''Ini sesuai data informasi cuaca,
2-3 April,'' kata Nababan.
Khusus menyangkut
tropical cyclon inigo, Nababan mengatakan sangat angker.
Bila ''kepala badai'' itu mengenai kapal, maka kapal itu
akan tersedot ke dalam air dan hilang entah ke mana. ''Jangankan
kepalanya, ekornya saja sudah sangat berbahaya. Bisa jadi
kapalnya terbalik. Tetapi saya berharap semuanya baik-baik.
Moga-moga mereka selamat,'' katanya. Seiring dengan
musibah itu, sebagai Adpel, Nababan telah menginformasikan
kepada semua nakhoda kapal yang sedang melakukan pelayaran,
terutama kapal-kapal yang mengadakan operasional di
sekitar lokasi, untuk turut serta mengadakan pencarian
sekaligus melakukan pertolongan bilamana menemukan nakhoda
dan ABK kedua kapal naas itu. Pihaknya mengaku telah
bersurat ke Dirjen Hubungan Laut, Kadishub Bali, Kasat Pol
Airud Polda Bali, Dan Lanal Benoa serta Kepala Kantor SAR
Denpasar. ''Semua saya informasikan sesuai dengan prosedur
yang telah ditetapkan.''
Menyinggung kelaikan
kedua kapal tersebut, Nababan mengatakan, keduanya dalam
kondisi laik laut. ''Kalau tidak, mana bisa mereka
berlayar? Soal administrasi, kami memang ketat, tetapi
bukan berarti saklek,'' ujarnya. Kelaikan itu, juga
terlihat dari perjalanan kedua kapal yang naas itu. ''Kedua
kapal itu sudah lama berlayar. Sebenarnya, tinggal merapat
saja. Mudah-mudahan kedua kapal itu bisa kembali,''
katanya.
Sementara itu,
Selamet, pimpinan PT Tri Khatulistiwa Fhisindo (TKF) belum
bisa dimintai konfirmasi. ''Bapak lagi sibuk. Dengan siapa
ini?'' kata seorang wanita yang mengangkat HP-nya. Setelah
dikatakan dari Bali Post, wanita tadi mengatakan, ''nanti
akan saya sampaikan dan biar bapak (Selamet) yang
menghubungi Anda.'' (047)
Nama-nama
Korban Hilang
KM Karya Marina 818
1. Sudarli (nakhoda)
2. Sukis Hadi Hariyanto (KKM)
3. Muarifin (kru)
4. Darmudi
5. Nurohim
6. Syamsuri
7. Muhidin
KM Karya
Marina 822
1. Mashuri B. Mongin (nakhoda)
2. Muslim (KKM)
3. Tholib (kru)
4. Wisprapto Bin Sumardi
5. Pait Paturey
6. Daryadi
7. Suyoto
8. Sardiyanh
|