kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Pon, 22 April 2003

 Bali


Dua Kapal Penangkap Ikan Hilang
* Nakhoda dan 13 ABK belum Kembali

Denpasar (Bali Post) -
Nelayan Bali berduka. Dua kapal penangkap ikan milik PT Tri Khatulistiwa Fhisindo (TKF) yang bermarkas di Benoa -- KM Karya Marina 822 dan KM Karya Marina 818, hilang di sekitar perairan Samudra Indonesia. Dua nakhoda dan 13 ABK (anak buah kapal) dari dua kapal tersebut hingga Senin (21/4) kemarin, belum kembali. Hilangnya kedua kapal tersebut diduga ''disapu'' badai tropical cyclon inigo.

Karya Marina 822 yang dinakhodai Mashuri B. Mongin melaut 17 Maret. Dengan tonase 6 GT, kapal tersebut bertahan selama 20 hari di laut. Karena itulah, kapal tersebut seharusnya merapat di Pelabuhan Benoa, 6 April. Namun hingga kemarin belum juga ada kontak. Begitu juga Karya Marina 818. Kapal yang dinakhodai Sudarli, angkat jangkar 13 Maret, hingga kemarin juga belum ada beritanya. Semestinya kapal yang juga memiliki tonase 6 GT itu, merapat kembali di Benoa, 2 April lalu. Sama dengan Karya Marina 822, hingga kemarin belum jelas keberadaannya.

Adpel Benoa Pieter Nababan, S.H. ketika diminta konfirmasinya, Senin (21/4) kemarin menjelaskan, kontak terakhir dengan kedua kapal naas itu terjadi Jumat (4/4) lalu pukul 03.00 wita. Karya Marina 818 berada pada posisi 12ø20 ls - 114ø40 bt dan Karya Marina 822 pada posisi tak jauh dari tempat itu, tepatnya 13ø01 ls - 116ø39 bt. Ada kemungkinan kedua kapal penangkap ikan yang naas itu, ''disapu'' cuaca buruk tropical cyclon inigo. ''Ini sesuai data informasi cuaca, 2-3 April,'' kata Nababan.

Khusus menyangkut tropical cyclon inigo, Nababan mengatakan sangat angker. Bila ''kepala badai'' itu mengenai kapal, maka kapal itu akan tersedot ke dalam air dan hilang entah ke mana. ''Jangankan kepalanya, ekornya saja sudah sangat berbahaya. Bisa jadi kapalnya terbalik. Tetapi saya berharap semuanya baik-baik. Moga-moga mereka selamat,'' katanya. Seiring dengan musibah itu, sebagai Adpel, Nababan telah menginformasikan kepada semua nakhoda kapal yang sedang melakukan pelayaran, terutama kapal-kapal yang mengadakan operasional di sekitar lokasi, untuk turut serta mengadakan pencarian sekaligus melakukan pertolongan bilamana menemukan nakhoda dan ABK kedua kapal naas itu. Pihaknya mengaku telah bersurat ke Dirjen Hubungan Laut, Kadishub Bali, Kasat Pol Airud Polda Bali, Dan Lanal Benoa serta Kepala Kantor SAR Denpasar. ''Semua saya informasikan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.''

Menyinggung kelaikan kedua kapal tersebut, Nababan mengatakan, keduanya dalam kondisi laik laut. ''Kalau tidak, mana bisa mereka berlayar? Soal administrasi, kami memang ketat, tetapi bukan berarti saklek,'' ujarnya. Kelaikan itu, juga terlihat dari perjalanan kedua kapal yang naas itu. ''Kedua kapal itu sudah lama berlayar. Sebenarnya, tinggal merapat saja. Mudah-mudahan kedua kapal itu bisa kembali,'' katanya.

Sementara itu, Selamet, pimpinan PT Tri Khatulistiwa Fhisindo (TKF) belum bisa dimintai konfirmasi. ''Bapak lagi sibuk. Dengan siapa ini?'' kata seorang wanita yang mengangkat HP-nya. Setelah dikatakan dari Bali Post, wanita tadi mengatakan, ''nanti akan saya sampaikan dan biar bapak (Selamet) yang menghubungi Anda.'' (047)

Nama-nama Korban Hilang

KM Karya Marina 818
1. Sudarli (nakhoda)
2. Sukis Hadi Hariyanto (KKM)
3. Muarifin (kru)
4. Darmudi
5. Nurohim
6. Syamsuri
7. Muhidin

KM Karya Marina 822
1. Mashuri B. Mongin (nakhoda)
2. Muslim (KKM)
3. Tholib (kru)
4. Wisprapto Bin Sumardi
5. Pait Paturey
6. Daryadi
7. Suyoto
8. Sardiyanh

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)