kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 30 Maret 2003 tarukan valas
 

TREND


Cara Efektif Gunakan ''Hairdryer''

ANDA sudah mulai ikutan menikmati sinetron asal Taiwan yang makin menjamur di stasiun-stasiun televisi lokal belakangan ini? Apa yang bikin Anda betah menontonnya, cakepnya wajah si pemain atau potongan rambutnya yang rasanya kepingin juga Anda tiru? Penampilan mereka memang tak dapat dipungkiri menjadi semacam inspirasi dalam munculnya trend rambut belakangan ini tulis hw.com.

Bila Anda juga ingin ikutan, tidak ada salahnya kok! Asalkan sebelum Anda mulai menghidupkan hairdryer untuk menata rambut Anda, ikuti dulu tips berikut, agar rambut tidak menjadi rusak karenanya.

Untuk mendapatkan rambut yang terlihat lebih bervolume, sehabis keramas usapkan mousse atau gel ke rambut Anda yang sudah setengah kering, kemudian blow-dry dengan sisir bulat yang besar. Jika rambut Anda cenderung berminyak, sebaiknya gunakan mousse atau gel. Hindari pemakaian styling cream atau hair wax karena akan membuat rambut makin 'lepek'.

Keramaslah 2 hari sekali, karena kulit kepala pada rambut lurus cenderung lebih berminyak daripada jenis rambut yang lain.

Seminggu sekali usapkanlah air perasan jeruk nipis pada kulit kepala, untuk mengurangi kadar minyak yang menumpuk pada akar rambut.

Rambut keriting biasanya cenderung kusam karena lapisan kutikula yang melapisi rambut seperti 'pecah'. Pilihlah produk styling yang mengandung silikon agar rambut tampak lebih bercahaya, walaupun hanya untuk sementara.

Seminggu sekali berikanlah conditioner yang mengandung protein ke seluruh rambut Anda. Agar lebih merata, gunakanlah sisir biasa (bukan sisir sikat) yang bergigi jarang untuk mengaplikasikannya.

Sebelum di blow-dry, lindungilah rambut dengan heat protectant (produk perawatan yang melindungi rambut dari panasnya hairdryer). Terakhir, gunakan styling cream agar tatanan rambut tampak lebih alami. Gunakanlah selalu conditioner setelah keramas, karena pemilik rambut ikal biasanya cenderung meluruskan rambutnya, sehingga membuat rambut menjadi sangat kering. (*)

Hati-hati dengan Deodoran
Akhir-akhir ini banyak kontroversi yang merebak seputar deodoran anti-perspirant yang katanya dapat menyebabkan timbulnya kanker payudara. Benarkah berita itu? Menanggapi isu tersebut, banyak pendapat yang pro dan tidak sedikit pula yang kontra. Sulitnya, belum ada studi yang benar-benar dapat membuktikan kasus ini. Sehingga sebagai konsumen kita tetap harus 'bergelut' dengan dilema yang satu ini. Agar kita para pamakai deodoran tidak dihinggapi perasaan resah, simak dulu fakta-fakta berikut, yang berasal dari pendapat pro dan kontra. Dan Anda dapat menilainya sendiri!

Isu yang beredar mengatakan bahwa deodoran anti-perspirant mencegah terjadinya pembuangan racun dari dalam tubuh yang dibuang melalui keringat. Racun tersebut kemudian menumpuk pada kelenjar getah bening dan menyebabkan kanker. Fakta tersebut ada benarnya, karena anti-perspirant = anti keringat, tulis hw.com. Cara kerja deodoran anti-perspirant memang mencegah keluarnya keringat yang berlebihan dari dalam tubuh. Namun pada kenyataannya racun yang dikeluarkan lewat keringat tidak hanya disalurkan melalui ketiak, melainkan juga melalui pori-pori di seluruh permukaan kulit. Dan saat kita buang air pun tubuh juga mengeluarkan racun-racun!

Nah, bahwa kini Anda sudah bisa menelaah cara kerja deodoran dan cara kerja tubuh itu sendiri, tentu Anda bisa menarik kesimpulan sendiri mengenai hal ini. Tapi bila Anda masih juga belum merasa cukup 'aman', Anda bisa mencoba cara yang lebih alami. Tumbuklah tawas (bisa didapat di toko bangunan), kemudian larutkan dalam sedikit air. Oleskan pada ketiak Anda tiap habis mandi! (*)


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

Acara TV 
& Radio

CUACA

www.bali-travelnews.com