kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 30 Maret 2003 tarukan valas
 

BERITA


Baghdad Mulai Dikepung

Najaf -
Kota Baghdad mulai dikepung pasukan koalisi AS-Inggris. Usaha tersebut terlihat dari gerak maju pasukan dari kedua posisi, Sabtu (29/3) kemarin.

Dari arah utara pasukan AS dibantu pasukan Kurdi bertempur habis-habisan dengan tentara Irak di pusat latihan milisi Irak. Tentara koalisi dikabarkan berhasil menggempur mundur pasukan Irak.

Dari sisi selatan, gerak maju pasukan AS dan Inggris dihambat serangan sporadis paramiliter Irak. Pasukan AS melalui juru bicara koalisi, Kapten Al Lockwood mengemukakan, pasukannya telah bergerak sejauh 60 kilometer dari posisi semula. Meskipun terkesan lambat, hal tersebut dimaksudkan untuk mengamankan suplai dan komunikasi tim pendukung yang membawa amunisi serta perlengkapan tempur. Khusus di daerah Karbala, gerak maju pasukan koalisi dimuluskan dengan serangan rudal dan bom yang dilancarkan pesawat tempur koalisi.

Di wilayah Basra pasukan Inggris menghadapi pertempuran hebat melawan pasukan militer Irak. Kota terbesar kedua di Irak tersebut dipertahankan pasukan paramiliter serta beberapa pasukan Garda Republik. Dalam pertempuran tersebut, pesawat tempur AS menembak sebuah gedung yang digunakan sekitar 200 pejuang Irak mengadakan pertemuan. Namun, tidak ada pernyataan lebih lanjut terhadap kejadian itu.

Lockwood menolak pernyataan bahwa pasukannya mengalami kelambatan menuju Baghdad. Menurutnya, mereka berhenti pada posisi-posisi yang ditargetkan untuk menunggu tim pendukung. "Di lapangan, kami memerlukan pasokan logistik dan perlengkapan tempur. Untuk itu kami berhenti di tempat-tempat tertentu," jelasnya. Menyinggung persiapan agresif yang dilakukan pasukan Irak di batas kota Baghdad, Lockwood mengatakan, mereka juga memiliki strategi untuk melumpuhkan tentara Irak. "Kami memang akan menghadapi pertempuran berbeda, tetapi kami telah memiliki rencana," ungkapnya kemudian.

Dari utara, AS dan koalisi makin memperkokoh posisinya dengan menerjunkan pasukan-pasukan payung. Tercatat 1.200 tentara kembali diterjunkan dan menempati Bandar Udara Bakrajo, 130 kilometer dari Kirkuk. Pasukan AS dibantu pejuang Kurdi mengamankan wilayah utara dari tentara Irak. Bahkan, mereka telah menetapkan tembak mati bagi yang mencoba menyusup di daerah Irbil, perbatasan wilayah administrasi Kurdi dengan Irak.

Irak ternyata tidak kalah bersiap. Guna menghadapi gerak maju dari utara, pasukan yang setia pada Saddam Hussein menguasai jalan utama menuju Kirkuk. Kirkuk merupakan kota yang memiliki banyak ladang minyak. Selain Kirkuk, pasukan Irak juga berjuang mempertahankan Mosul, kota penting di utara. Untuk melakukan koordinasi, pihak Irak telah menyiapkan barak di wilayah Qala Hanjir.

Pertahankan Baghdad

Sementara itu, Menteri Pertahanan Irak Jendral Sultan Hashim Ahmed menyatakan, Baghdad akan dipertahankan dengan pertempuran berdarah di jalan-jalan. "Baghdad tidak akan bisa ditaklukkan oleh musuh," kata Jendral Ahmed yang memperingatkan bahwa pasukan AS dan Inggris akan mengalami kerugian besar dalam tiap gerak maju mereka. "Kabijakan kami adalah memerangi musuh hingga akhir dan di tiap tempat," kata Ahmed yang mengakui bahwa pihaknya tidak akan bisa menghentikan pasukan koalisi di medan terbuka. "Jika perang tidak diputuskan dalam 10 hari, itu bisa diputuskan dalam dua bulan," katanya.

Dalam hal ini, pasukan elite Garda Republik akan memainkan peranan khusus. Tentara reguler dan milisi Partai Baath yang berkuasa juga akan dikerahkan, sementara Sku Bedouin akan beraksi di daerah pedalaman. Pemerintah juga bisa bergantung pada sukarelawan dari negara-negara lain yang telah menjawab seruan resmi dari Baghdad. Para sukarelawan itu, terutama pemuda dari negara-negara Arab, dikumpulkan di sebuah pusat perekrutan yang dibentuk di sebuah hotel. Dengan serangan-serangan ke televisi Irak dan jaringan telekomunikasi, AS berusaha melenyapkan instrumen propaganda dan perhubungan dari rezim Saddam Hussein. (rah/ap)


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

Acara TV 
& Radio

CUACA

www.bali-travelnews.com