Baghdad Mulai
Dikepung
Najaf -
Kota Baghdad mulai dikepung pasukan koalisi AS-Inggris. Usaha
tersebut terlihat dari gerak maju pasukan dari kedua posisi,
Sabtu (29/3) kemarin.
Dari arah utara pasukan AS
dibantu pasukan Kurdi bertempur habis-habisan dengan tentara
Irak di pusat latihan milisi Irak. Tentara koalisi dikabarkan
berhasil menggempur mundur pasukan Irak.
Dari sisi selatan, gerak
maju pasukan AS dan Inggris dihambat serangan sporadis
paramiliter Irak. Pasukan AS melalui juru bicara koalisi, Kapten
Al Lockwood mengemukakan, pasukannya telah bergerak sejauh 60
kilometer dari posisi semula. Meskipun terkesan lambat, hal
tersebut dimaksudkan untuk mengamankan suplai dan komunikasi tim
pendukung yang membawa amunisi serta perlengkapan tempur. Khusus
di daerah Karbala, gerak maju pasukan koalisi dimuluskan dengan
serangan rudal dan bom yang dilancarkan pesawat tempur koalisi.
Di wilayah Basra pasukan
Inggris menghadapi pertempuran hebat melawan pasukan militer
Irak. Kota terbesar kedua di Irak tersebut dipertahankan pasukan
paramiliter serta beberapa pasukan Garda Republik. Dalam
pertempuran tersebut, pesawat tempur AS menembak sebuah gedung
yang digunakan sekitar 200 pejuang Irak mengadakan pertemuan.
Namun, tidak ada pernyataan lebih lanjut terhadap kejadian itu.
Lockwood menolak
pernyataan bahwa pasukannya mengalami kelambatan menuju Baghdad.
Menurutnya, mereka berhenti pada posisi-posisi yang ditargetkan
untuk menunggu tim pendukung. "Di lapangan, kami memerlukan
pasokan logistik dan perlengkapan tempur. Untuk itu kami
berhenti di tempat-tempat tertentu," jelasnya. Menyinggung
persiapan agresif yang dilakukan pasukan Irak di batas kota
Baghdad, Lockwood mengatakan, mereka juga memiliki strategi
untuk melumpuhkan tentara Irak. "Kami memang akan
menghadapi pertempuran berbeda, tetapi kami telah memiliki
rencana," ungkapnya kemudian.
Dari utara, AS dan koalisi
makin memperkokoh posisinya dengan menerjunkan pasukan-pasukan
payung. Tercatat 1.200 tentara kembali diterjunkan dan menempati
Bandar Udara Bakrajo, 130 kilometer dari Kirkuk. Pasukan AS
dibantu pejuang Kurdi mengamankan wilayah utara dari tentara
Irak. Bahkan, mereka telah menetapkan tembak mati bagi yang
mencoba menyusup di daerah Irbil, perbatasan wilayah
administrasi Kurdi dengan Irak.
Irak ternyata tidak kalah
bersiap. Guna menghadapi gerak maju dari utara, pasukan yang
setia pada Saddam Hussein menguasai jalan utama menuju Kirkuk.
Kirkuk merupakan kota yang memiliki banyak ladang minyak. Selain
Kirkuk, pasukan Irak juga berjuang mempertahankan Mosul, kota
penting di utara. Untuk melakukan koordinasi, pihak Irak telah
menyiapkan barak di wilayah Qala Hanjir.
Pertahankan
Baghdad
Sementara itu, Menteri
Pertahanan Irak Jendral Sultan Hashim Ahmed menyatakan, Baghdad
akan dipertahankan dengan pertempuran berdarah di jalan-jalan.
"Baghdad tidak akan bisa ditaklukkan oleh musuh," kata
Jendral Ahmed yang memperingatkan bahwa pasukan AS dan Inggris
akan mengalami kerugian besar dalam tiap gerak maju mereka.
"Kabijakan kami adalah memerangi musuh hingga akhir dan di
tiap tempat," kata Ahmed yang mengakui bahwa pihaknya tidak
akan bisa menghentikan pasukan koalisi di medan terbuka.
"Jika perang tidak diputuskan dalam 10 hari, itu bisa
diputuskan dalam dua bulan," katanya.
Dalam hal ini, pasukan
elite Garda Republik akan memainkan peranan khusus. Tentara
reguler dan milisi Partai Baath yang berkuasa juga akan
dikerahkan, sementara Sku Bedouin akan beraksi di daerah
pedalaman. Pemerintah juga bisa bergantung pada sukarelawan dari
negara-negara lain yang telah menjawab seruan resmi dari
Baghdad. Para sukarelawan itu, terutama pemuda dari
negara-negara Arab, dikumpulkan di sebuah pusat perekrutan yang
dibentuk di sebuah hotel. Dengan serangan-serangan ke televisi
Irak dan jaringan telekomunikasi, AS berusaha melenyapkan
instrumen propaganda dan perhubungan dari rezim Saddam Hussein. (rah/ap)
|