kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 30 Maret 2003 tarukan valas
 

KESEHATAN


Makan Banyak, Tetap Langsing?

ADA seorang ibu amat "ganas" melahap nasi, menyapu bersih roti tawar, menggigit jagung dari tongkolnya. "Nggak takut gemuk?" tanya ibu lainnya. Ibu yang tengah lahap itu heran, "Bukankah makanan ini jauh dari lemak, minyak, mentega, dan berbagai pemanis? Buknkah makanan ini justru mempertahankan kerampingan tubuh saya?" Di Amerika Serikat (AS), para wanita memang sedang "demam" diet ala Atkins. "Demam" ini juga sedang menyerbu Australia.

"Memang terbukti, kok. Buktinya berat saya sudah turun lima kilo dalam tiga bulan ini," kata wanita tambun yang pantang menyentuh satu potong kentang goreng pun. Percaya atau tidak, antipatinya pada karbohidrat sungguhlah ekstrem. "No nasi, roti, kentang, ubi," katanya. Maka, ketika hamburger ukuran jumbo muncul di depan hidungnya, dengan lincah jari-jari tangannya menyingkirkan dua potong roti yang menjepit potongan daging. Roti disingkirkan, sementara daging di dalamnya dihabiskan tanpa sisa. Tak terkecuali lapisan kejunya, tanpa sisa.

"Revolusi" memang sedang terjadi dalam kecenderungan orang menurunkan berat badan. Resep yang dipuja jutaan manusia di AS dan Australia ini justru menganggap daging, keju, atau sumber-sumber tinggi protein lainnya tidak perlu dipantang alias dibatasi. Justru karbohidrat atau zat tepung yang harus dienyahkan dari depan mata. Tetapi bagaimana logikanya? Bagaimana mungkin menyantap satu potong besar daging sapi plus keju tebal, sanggup menyusutkan berat badan? Rasanya nonsense! Tapi ini fakta.

Adalah dr. Robert C. Atkins yang pada awalnya menganggap cara diet ini sebagai lelucon yang sulit dipercaya. Namun demikian, betapapun tidak masuk akalnya cara diet macam ini, banyak betul cerita suksesnya. Atkins jadi punya banyak pengikut. Jutaan copy buku "Dr. Atkins' New Diet Revolution" pun laku terjual.

Berlawanan dengan konsep yang bertahun-tahun dianut banyak orang, bahwa musuh utama dalam memerangi kegemukan adalah lemak. Cara Atkins justru membolehkan pengikutnya untuk mengkonsumsi lemak. Mau makan sekuatnya, mau makan sesering mungkin, no problem. Bukan hanya lemak, protein juga boleh. Maka, daging merah, unggas, telur, keju, hingga mentega, bukan lagi lawan, tetapi kawan. Nasi, roti, jagung, kentang, ubi, tepung-tepungan yang berperan sebagai makanan pokok, harus dipinggirkan, harus sangat dibatasi, tidak boleh dimakan seenaknya. Dengan pola makan seperti ini, dengan membatasi karbohidrat, tubuh dipaksa membongkar simpanan lemaknya. Ketika lemak dibakar, metabolisme tubuh digiring ke suatu keadaan yang disebut ketosis. Dalam situasi ini konon terjadi penurunan berat badan dengan cepat.

Empat Fase

Diet Atkins memiliki empat tahap yakni fase induksi, ongoing weight loss (OWL) atau penurunan berat badan yang berkelanjutan, pra-pemeliharaan, dan pemeliharaan.

Dalam fase induksi, intake karbohidrat dibuat sangat ceking, tidak boleh melebihi 20 gram per hari. Jumlah ini sangatlah minim, sebab hampir setiap bahan makanan, termasuk sayur sekalipun mengandung bahan ini. Karenanya, orang mesti pantang pada sayuran macam salad (tak boleh dikonsumsi lebih dari tiga mangkuk kecil per hari), brokoli, asparagus, dll. Buah-buahan pun tak boleh disentuh. Apalagi roti, tepung-tepungan, beras, biji-bijian, kentang, dan buah-buahan kaya tepung lainnya. Lalu apa saja yang bisa disantap? Sumber protein murni macam daging merah, unggas, ikan, dan telur dan bahan lemak murni seperti mentega, mayonnaise, dan minyak.

Pada fase OWL, orang mesti tetap berpegang teguh pada prinsip rendah karbohidrat, hanya jumlahnya dapat ditingkatkan sedikit sampai 60 gram per hari. Jika Anda telah dekat betul dengan berat badan ideal (masih perlu menurunkan 2,5 kg lagi), Anda diizinkan untuk "menyimpang" 1-2 kali seminggu dari ketentuan ini. Artinya, kentang, roti, buah-buahan, bahkan satu gelas anggur boleh dikonsumsi dua kali seminggu. Fase ini disebut periode pra-pemeliharaan. Jika berat badan ideal pada akhirnya tercapai, boleh menyentuh karbohidrat jadi tiga kali seminggu. Tahap ini merupakan bagian terakhir, yaitu fase pemeliharaan. Dapat disimpulkan, diet cara ini memiliki beberapa aturan penting sbb.;

1. Makan sebanyak dan sesering yang Anda mau, sepanjang bahan itu bukan kelompok yang mesti dipantang.
2. Hindari alkohol -- bir, anggur, dan sebagainya.
3. Ingat batasi karbohidrat.
4. Perhatikan selalu label dalam kemasan makanan. Sebab, seringkali orang tak sadar, dalam makanan tersebut tersembunyi karbohidrat.

Luar biasa, berat badan turun tanpa menyengsarakan diri. Tetapi, amankah cara ini? Adakah sisi buruknya? Haruskah orang "merevolusi" aturan makannya yang meletakkan karbohidrat sebagai makanan pokok?
Menert American Institute for Cancer Research (AICR), membuat tubuh dalam keadaan ketosis dapat menyebabkan timbulnya penghancuran sel-sel otot, dehidrasi, sakit kepala, mual-mual, sampai ke problem ginjal. Artinya, situasi ketosis yang sengaja diciptakan oleh diet cara Atkins, sesungguhnyalah bukanlah sesuatu yang sehat. AICR juga tak sependapat dengan konsep pembatasan pada taraf yang sangat ekstrem terhadap kelompok makanan tertentu. Pola makan seperti ini akan membuat tubuh kekurangan zat-zat gizi yang sangat penting, seperti karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral.

Bukan hanya AICR, American Heart Association (AHA) pun menentang keras diet cara Atkins. AHA menganggap penyusutan bobot tubuh dengan diet tinggi protein rendah karbohidrat hanyalah bersumber dari hilangnya air tubuh. AHA prihatin karena diet tinggi lemak, tinggi protein akan meningkatkan risiko timbulnya penyakit jantung koroner, yang sampai hari ini masih jadi pembunuh nomor 1 di negeri AS.

Sungguh tidak fair kalau penurunan berat badan mesti ditukar dengan penyakit jantung koroner. Sebaliknya, mereka -- pengikut diit cara ini -- yang merasa kegirangan karena berat tubuhnya menurun, akan terus melanjutkan cara ini. Celakanya, sampai hari ini belum diketahui konsekuensi medis jangka panjang dari diet Atkins. Namun, satu hal yang kita tahu bahwa kelebihan pengeluaran protein akan meningkatkan pelepasan calcium di dalam air kemih. Muaranya terjadi tulang keropos.

Oleh karena "makan" merupakan salah satu aktivitas yang paling membahagiakan dalam hidup ini, penemuan konsep diet macam ini, melahirkan kebahagiaan yang amat sangat di hati jutaan manusia. Sayang, resep langsing khusus ini memiliki dampak kesehatan yang sangat serius. Nampaknya, resep klasik, batasi asupan, tingkatkan aktivitas tubuh, sampai hari ini masih merupakan cara yang paling aman untuk mencapai berat tubuh yang ideal. Sekalipun jumlah asupan dikurangi, komposisi gizi mesti seimbang. Proteinnya mesti 50-100 gram per hari. Karbohirat kompleksnya minimal 100 gram per hari, tidak sebagaimana diet Atkins yang mematok angka 20 gram per hari. Sementara 30% dari energi mesti berasal dari lemak. Sayur dan buah harus dilahap sekuatnya, bukan justru dibatasi. Betapa kaya kandungan vitamin, mineral dan seratnya. Karenanya ia sungguh berjasa menurunkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan strok.

dr. Injil Abu Bakar/
dr. Ossyris Abu Bakar


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

Acara TV 
& Radio

CUACA

www.bali-travelnews.com