Makan Banyak,
Tetap Langsing?
ADA
seorang ibu amat "ganas" melahap nasi, menyapu bersih
roti tawar, menggigit jagung dari tongkolnya. "Nggak takut
gemuk?" tanya ibu lainnya. Ibu yang tengah lahap itu heran,
"Bukankah makanan ini jauh dari lemak, minyak, mentega, dan
berbagai pemanis? Buknkah makanan ini justru mempertahankan
kerampingan tubuh saya?" Di Amerika Serikat (AS), para
wanita memang sedang "demam" diet ala Atkins.
"Demam" ini juga sedang menyerbu Australia.
"Memang terbukti,
kok. Buktinya berat saya sudah turun lima kilo dalam tiga bulan
ini," kata wanita tambun yang pantang menyentuh satu potong
kentang goreng pun. Percaya atau tidak, antipatinya pada
karbohidrat sungguhlah ekstrem. "No nasi, roti, kentang,
ubi," katanya. Maka, ketika hamburger ukuran jumbo muncul
di depan hidungnya, dengan lincah jari-jari tangannya
menyingkirkan dua potong roti yang menjepit potongan daging.
Roti disingkirkan, sementara daging di dalamnya dihabiskan tanpa
sisa. Tak terkecuali lapisan kejunya, tanpa sisa.
"Revolusi"
memang sedang terjadi dalam kecenderungan orang menurunkan berat
badan. Resep yang dipuja jutaan manusia di AS dan Australia ini
justru menganggap daging, keju, atau sumber-sumber tinggi
protein lainnya tidak perlu dipantang alias dibatasi. Justru
karbohidrat atau zat tepung yang harus dienyahkan dari depan
mata. Tetapi bagaimana logikanya? Bagaimana mungkin menyantap
satu potong besar daging sapi plus keju tebal, sanggup
menyusutkan berat badan? Rasanya nonsense! Tapi ini fakta.
Adalah dr. Robert C.
Atkins yang pada awalnya menganggap cara diet ini sebagai
lelucon yang sulit dipercaya. Namun demikian, betapapun tidak
masuk akalnya cara diet macam ini, banyak betul cerita
suksesnya. Atkins jadi punya banyak pengikut. Jutaan copy buku
"Dr. Atkins' New Diet Revolution" pun laku terjual.
Berlawanan dengan konsep
yang bertahun-tahun dianut banyak orang, bahwa musuh utama dalam
memerangi kegemukan adalah lemak. Cara Atkins justru membolehkan
pengikutnya untuk mengkonsumsi lemak. Mau makan sekuatnya, mau
makan sesering mungkin, no problem. Bukan hanya lemak, protein
juga boleh. Maka, daging merah, unggas, telur, keju, hingga
mentega, bukan lagi lawan, tetapi kawan. Nasi, roti, jagung,
kentang, ubi, tepung-tepungan yang berperan sebagai makanan
pokok, harus dipinggirkan, harus sangat dibatasi, tidak boleh
dimakan seenaknya. Dengan pola makan seperti ini, dengan
membatasi karbohidrat, tubuh dipaksa membongkar simpanan
lemaknya. Ketika lemak dibakar, metabolisme tubuh digiring ke
suatu keadaan yang disebut ketosis. Dalam situasi ini konon
terjadi penurunan berat badan dengan cepat.
Empat Fase
Diet Atkins memiliki empat
tahap yakni fase induksi, ongoing weight loss (OWL) atau
penurunan berat badan yang berkelanjutan, pra-pemeliharaan, dan
pemeliharaan.
Dalam fase induksi, intake
karbohidrat dibuat sangat ceking, tidak boleh melebihi 20 gram
per hari. Jumlah ini sangatlah minim, sebab hampir setiap bahan
makanan, termasuk sayur sekalipun mengandung bahan ini.
Karenanya, orang mesti pantang pada sayuran macam salad (tak
boleh dikonsumsi lebih dari tiga mangkuk kecil per hari),
brokoli, asparagus, dll. Buah-buahan pun tak boleh disentuh.
Apalagi roti, tepung-tepungan, beras, biji-bijian, kentang, dan
buah-buahan kaya tepung lainnya. Lalu apa saja yang bisa
disantap? Sumber protein murni macam daging merah, unggas, ikan,
dan telur dan bahan lemak murni seperti mentega, mayonnaise, dan
minyak.
Pada fase OWL, orang mesti
tetap berpegang teguh pada prinsip rendah karbohidrat, hanya
jumlahnya dapat ditingkatkan sedikit sampai 60 gram per hari.
Jika Anda telah dekat betul dengan berat badan ideal (masih
perlu menurunkan 2,5 kg lagi), Anda diizinkan untuk
"menyimpang" 1-2 kali seminggu dari ketentuan ini.
Artinya, kentang, roti, buah-buahan, bahkan satu gelas anggur
boleh dikonsumsi dua kali seminggu. Fase ini disebut periode
pra-pemeliharaan. Jika berat badan ideal pada akhirnya tercapai,
boleh menyentuh karbohidrat jadi tiga kali seminggu. Tahap ini
merupakan bagian terakhir, yaitu fase pemeliharaan. Dapat
disimpulkan, diet cara ini memiliki beberapa aturan penting
sbb.;
1. Makan sebanyak dan
sesering yang Anda mau, sepanjang bahan itu bukan kelompok yang
mesti dipantang.
2. Hindari alkohol -- bir, anggur, dan sebagainya.
3. Ingat batasi karbohidrat.
4. Perhatikan selalu label dalam kemasan makanan. Sebab,
seringkali orang tak sadar, dalam makanan tersebut tersembunyi
karbohidrat.
Luar biasa, berat badan
turun tanpa menyengsarakan diri. Tetapi, amankah cara ini?
Adakah sisi buruknya? Haruskah orang "merevolusi"
aturan makannya yang meletakkan karbohidrat sebagai makanan
pokok?
Menert American Institute for Cancer Research (AICR), membuat
tubuh dalam keadaan ketosis dapat menyebabkan timbulnya
penghancuran sel-sel otot, dehidrasi, sakit kepala, mual-mual,
sampai ke problem ginjal. Artinya, situasi ketosis yang sengaja
diciptakan oleh diet cara Atkins, sesungguhnyalah bukanlah
sesuatu yang sehat. AICR juga tak sependapat dengan konsep
pembatasan pada taraf yang sangat ekstrem terhadap kelompok
makanan tertentu. Pola makan seperti ini akan membuat tubuh
kekurangan zat-zat gizi yang sangat penting, seperti
karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral.
Bukan hanya AICR, American
Heart Association (AHA) pun menentang keras diet cara Atkins.
AHA menganggap penyusutan bobot tubuh dengan diet tinggi protein
rendah karbohidrat hanyalah bersumber dari hilangnya air tubuh.
AHA prihatin karena diet tinggi lemak, tinggi protein akan
meningkatkan risiko timbulnya penyakit jantung koroner, yang
sampai hari ini masih jadi pembunuh nomor 1 di negeri AS.
Sungguh tidak fair kalau
penurunan berat badan mesti ditukar dengan penyakit jantung
koroner. Sebaliknya, mereka -- pengikut diit cara ini -- yang
merasa kegirangan karena berat tubuhnya menurun, akan terus
melanjutkan cara ini. Celakanya, sampai hari ini belum diketahui
konsekuensi medis jangka panjang dari diet Atkins. Namun, satu
hal yang kita tahu bahwa kelebihan pengeluaran protein akan
meningkatkan pelepasan calcium di dalam air kemih. Muaranya
terjadi tulang keropos.
Oleh karena
"makan" merupakan salah satu aktivitas yang paling
membahagiakan dalam hidup ini, penemuan konsep diet macam ini,
melahirkan kebahagiaan yang amat sangat di hati jutaan manusia.
Sayang, resep langsing khusus ini memiliki dampak kesehatan yang
sangat serius. Nampaknya, resep klasik, batasi asupan,
tingkatkan aktivitas tubuh, sampai hari ini masih merupakan cara
yang paling aman untuk mencapai berat tubuh yang ideal.
Sekalipun jumlah asupan dikurangi, komposisi gizi mesti
seimbang. Proteinnya mesti 50-100 gram per hari. Karbohirat
kompleksnya minimal 100 gram per hari, tidak sebagaimana diet
Atkins yang mematok angka 20 gram per hari. Sementara 30% dari
energi mesti berasal dari lemak. Sayur dan buah harus dilahap
sekuatnya, bukan justru dibatasi. Betapa kaya kandungan vitamin,
mineral dan seratnya. Karenanya ia sungguh berjasa menurunkan
risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan strok.
dr. Injil Abu
Bakar/
dr. Ossyris Abu Bakar
|