kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 30 Maret 2003 tarukan valas
 

KESEHATAN


Kegemukan, Sebaiknya Dihindari

Orang yang kegemukan atau obesitas, tidak hanya kurang sedap dipandang mata, tapi juga berbahaya dari segi kesehatan. Kegemukan membahayakan kesehatan karena dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi (hipertensi), kencing manis (dibetes mellitus) dan berbagai penyakit lainnya.

KEGEMUKAN, dalam istilah kedokteran disebut obesitas, merupakan suatu hal yang perlu diwaspadai. Bahkan sekarang ini kegemukan sudah dikatakan suatu penyakit. Sudah banyak bukti yang menunjukkan adanya hubungan antara kegemukan dengan berbagai penyakit. Kegemukan yang mulanya menjadi permasalahan di negara-negara maju, kini tampaknya sudah menjadi permasalahan di negara-negara berkembang. Kalau dulu banyak penduduk di muka bumi yang meninggal karena kelaparan, sekarang justru banyak yang meninggal karena komplikasi kelebihan makanan (nutrisi).

Kegemukan merupakan penumpukan jaringan lemak yang abnormal. Cara sederhana menentukan kegemukan adalah dengan menentukan indeks masa tubuh (IMT). IMT didapat dengan menghitung berat badan dalam kilogram kemudian dibagi kuadrat tinggi badan dalam meter.

IMT = berat badan (Kg)/tinggi badan (M)2

IMT Klasifikasi

< 18,5 Kurus
18,5 - 24,9 Normal
25-29,9 Pre obese
30-34,9 Obese I
35-39,9 Obese II
ò40 Obese III Sebagai contoh, bila berat badan Anda 90 kg dengan tinggi 160 cm (1,6m), maka berdasarkan perhitungan diatas akan didapatkan IMT sebesar 35,16. Maka Anda akan digolongkan sebagai obese II.

Secara umum, IMT berkorelasi baik dengan kegemukan, meskipun pada keadaan tertentu dapat memberikan gambaran yang salah mengenai total lemak tubuh. Hal ini dapat dijumpai pada seorang atlet. Seorang atlet yang memiliki IMT tinggi bukanlah disebabkan oleh penumpukan lemah, tetapi oleh peningkatan masa jaringan otot. Hal ini dijumpai pada binaragawan, atlet angkat besi, dan pesumo Jepang. Pada pesumo, latihan fisik yang keras diimbangi dengan konsumsi makanan yang berkalori tinggi dalam jumlah banyak. Hal ini menyebabkan lemak dibuang dan otot dibentuk dengan takaran yang berlebihan sehingga yang terbentuk otot yang empuk merata ke seluruh tubuh, berbadan dengan binaragawan.

Faktor Pengaruh
Kegemukan terjadi antara lain karena pengaruh faktor sosial budaya, emosi, serta genetik. Tetapi sebab yang sering ditemukan adalah perilaku makan yang tidak sehat, dimana konsumsi kalori lebih banyak daripada yang dibutuhkan tubuh. Kondisi begini biasanya dibarengi gaya hidup banyak duduk dan kurang bergerak. Pada orang-orang tertentu, ketidakmampuan dan ketidakpuasan terhadap sesuatu dilampiaskan dengan makan berlebihan sehingga terjadi obesitas. Penyakit tertentu juga dapat menyebabkan obesitas, misalnya sindrom cushing -- diakibatkan oleh aktivitas kelenjar adrenalin yang berlebihan.

Kematian yang tinggi pada kegemukan terutama disebabkan penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah (kardiovascular). Kegemukan merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner. Kadar lemak yang tinggi dalam darah akan memudahkan terjadinya gumpalan-gumpalan lemak (thrombus) dalam pembuluh darah. Thrombus ini akan menyebabkan sumbatan pada pembuluh darah di berbagai tempat. Selain membentuk gumpalan, akan terjadi juga perubahan pada pembuluh darah. Pembuluh darah jadi tebal dan kaku sehingga mudah tersumbat. Bila sumbatannya mengenai pembuluh darah jantung, akan terjadi penyakit jantung koroner. Sedangkan apabila sumbatannya mengenai pembuluh darah otak, akan menimbulkan stroke.

Pada orang gemuk, kebutuhan darah untuk mensuplai jaringan lemak juga meningkat sehingga kerja jantung akan meningkat pula. Volume darah meningkat karena berada dalam jaringan lemak yang banyak. Kedua hal tersebut akan menyebabkan naiknya tekanan darah. Berdasarkan penelitian, didapatkan kejadian tekanan darah tinggi (hipertensi) sepuluh kali lebih banyak pada orang gemuk dibandingkan dengan orang normal. Orang gemuk juga mudah terkena penyakit kencing manis. Tingginya kadar lemak (asam lemak bebas) dalam darah orang gemuk akan menghambat pengambilan gula (glukosa) oleh jaringan otot sehingga kadar gula dalam darah akan tinggi. Lama-kelamaan tubuh tidak bisa lagi mengatasi, maka akan timbullah kencing manis. Kematian akibat kencing manis hampir empat kali lebih tinggi pada orang gemuk dibanding orang normal.

Masalah Kejiwaan
Selain sejumlah penyakit yang telah disebutkan tadi, ada penyakit lain sering dijumpai pada orang gemuk. Batu empedu, misalnya banyak terjadi pada orang-orang gemuk. Hal ini mungkin berhubungan dengan kadar kolesterol yang tinggi. Kegemukan juga sering menimbulkan permasalahan selama kehamilan. Pada orang yang gemuk, akan timbul banyak lipatan-lipatan kulit dengan kelembaban tinggi sehingga mudah timbul jamur. Hampir semua organ tubuh akan terpengaruh kegemukan.

Selain menimbulkan penyakit, kegemukan juga menimbulkan masalah kejiwaan. Orang yang gemuk akan merasa minder dalam pergaulan sehari-hari. Apabila kegemukan terjadi pada masa anak-anak, besar kemungkinan akan tetap hingga dewasa. Kegemukan pada anak-anak, disamping menyebabkan pertambahan sel lemak juga menyebabkan pembesaran sel lemak. Sedangkan pada orang dewasa, yang terjadi hanya pembesaran sel lemak saja. Salah satu faktor penyebab terjadinya obesitas pada anak-anak adalah penggunaan susu formula sebagai pengganti ASI.

Melihat besarnya permasalahan yang ditimbulkan oleh kegemukan, perlu usaha-usaha untuk mencegah dan menanggulangi kegemukan. Usaha untuk membatasi kalori yang masuk ke dalam tubuh merupakan usaha yang penting dalam menurunkan berat badan sekaligus menurunkan risiko kegemukan. Mengurangi makan bagi orang yang sudah terbiasa makan banyak bukanlah hal yang mudah. Karena itu dalam diet sebaiknya dipilih makanan yang volumenya besar tapi kalorinya sedikit seperti sayur dan buah-buahan yang mengandung air.

Upaya diet perlu ditunjang dengan latihan atau olahraga yang teratur. Juga dapat dengan menggunakan obat-obat untuk mengurangi nafsu makan. Mengingat besarnya efek samping obat-obat penurun nafsu makan, hendaknya penggunaan obat-obat tersebut harus dengan persetujuan dokter. Pada kasus kegemukan tertentu diperlukan tindakan operasi untuk mengatasi misalnya dengan memotong usus atau lambung. Tetapi tindakan ini jarang dilakukan karena risikonya amat besar.

* dr. Ngurah Hariawan


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

Acara TV 
& Radio

CUACA

www.bali-travelnews.com