Med-medan
DI Bali
banyak plalian yang dilakukan dalam rangkaian upacara
adat/agama. Yang paling terkenal adalah ''Med-edan''. Berasal
dari kata maid (bahasa Bali) artinya menarik, disandhikan
menjadi med. Setelah mengalami pengulangan kata dan ditambah
akhiran an menjadi ''Med-medan'' artinya tarik-tarikan.
Permainan yang mentradisi
dari satu generasi ke generasi berikutnya itu terdapat di Banjar
Sesetan Kaja, Denpasar. Dipertunjukkan tiap tahun oleh
truna-truni (muda-mudi) setempat dalam rangkaian menyambut Tahun
Baru Saka, sehari setelah Nyepi.
Cara Memainkan
Plalian yang kreatif dan bersuasana sakral itu wajib
dipertunjukkan oleh truna-truni Banjar Sesetan Kaja. Para pemain
dibagi menjadi dua kelompok -- Truna dan Truni. Tiap kelompok
yang terdiri dari 6-10 orang pemain itu berbaris memanjang ke
belakang. Kelompok itu harus kompak dan tidak boleh cerai-berai.
Oleh karena itu tiap pemain memegang erat-erat pinggang pemain
yang berdiri di depannya.
Oleh wasit, kedua kelompok
itu mula-mula diatur berdiri berhadap-hadapan dalam jarak
tertentu. Setelah aba-aba mulai, kedua kelompok itu saling
serang. Yang menjadi sasaran adalah pemain yang berdiri paling
depan. Mereka saling tarik sekuat-kuatnya dan berusaha tidak
cerai-berai apalagi melepaskan pemain terdepan. Tentu saja
kelompok Truna akan kelihatan lebih agresif. Truna yang paling
depan itu bukan saja menarik pemain terdepan Truni, tetapi dalam
suatu kesempatan juga mendekap dan mendengkul. Wasit pun harus
jeli.
Kalau sampai maruket
(bergumul), wasit menyuruh petugas khusus menyiramkan air kepada
muda-mudi yang ''keasyikan'' itu. Sorak-sorai pun bergemuruh,
apalagi disusul dengan tabuh yang menggebu-gebu. Satu ronde
telah berakhir dalam suasana yang menggembirakan.
Ronde-ronde berikutnya
tidak selamanya sama dengan ronde terdahulu. Pemain yang paling
depan tidak lagi mendapat kesempatan yang sama. Mereka diganti
oleh pemain lainnya, biasanya berdasarkan kesepakatan. Apabila
jumlah pemain terlalu banyak maka dilakukan giliran sehingga
semua truna-truni mengalami ''Med-medan''. Adegan tarik-menarik
itu tidak selamanya menunjukkan kelemahan Truni. Sekali waktu
kelompok Truni berhasil menggaet Truna paling depan. Truna yang
tergaet itu ''disandera'' untuk dijadikan umpan dalam
pertunjukan ronde berikutnya. Truna itu dipasang paling depan
dalam barisan kelompok Truni. Nah, lihat sekarang, apakah
kelompok Truna berhasil membebaskan temannya yang dijadikan
''umpan''?
* Made Taro
|