kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 30 Maret 2003 tarukan valas
 

KELUARGA


Med-medan

DI Bali banyak plalian yang dilakukan dalam rangkaian upacara adat/agama. Yang paling terkenal adalah ''Med-edan''. Berasal dari kata maid (bahasa Bali) artinya menarik, disandhikan menjadi med. Setelah mengalami pengulangan kata dan ditambah akhiran an menjadi ''Med-medan'' artinya tarik-tarikan.

Permainan yang mentradisi dari satu generasi ke generasi berikutnya itu terdapat di Banjar Sesetan Kaja, Denpasar. Dipertunjukkan tiap tahun oleh truna-truni (muda-mudi) setempat dalam rangkaian menyambut Tahun Baru Saka, sehari setelah Nyepi.

Cara Memainkan
Plalian yang kreatif dan bersuasana sakral itu wajib dipertunjukkan oleh truna-truni Banjar Sesetan Kaja. Para pemain dibagi menjadi dua kelompok -- Truna dan Truni. Tiap kelompok yang terdiri dari 6-10 orang pemain itu berbaris memanjang ke belakang. Kelompok itu harus kompak dan tidak boleh cerai-berai. Oleh karena itu tiap pemain memegang erat-erat pinggang pemain yang berdiri di depannya.

Oleh wasit, kedua kelompok itu mula-mula diatur berdiri berhadap-hadapan dalam jarak tertentu. Setelah aba-aba mulai, kedua kelompok itu saling serang. Yang menjadi sasaran adalah pemain yang berdiri paling depan. Mereka saling tarik sekuat-kuatnya dan berusaha tidak cerai-berai apalagi melepaskan pemain terdepan. Tentu saja kelompok Truna akan kelihatan lebih agresif. Truna yang paling depan itu bukan saja menarik pemain terdepan Truni, tetapi dalam suatu kesempatan juga mendekap dan mendengkul. Wasit pun harus jeli.

Kalau sampai maruket (bergumul), wasit menyuruh petugas khusus menyiramkan air kepada muda-mudi yang ''keasyikan'' itu. Sorak-sorai pun bergemuruh, apalagi disusul dengan tabuh yang menggebu-gebu. Satu ronde telah berakhir dalam suasana yang menggembirakan.

Ronde-ronde berikutnya tidak selamanya sama dengan ronde terdahulu. Pemain yang paling depan tidak lagi mendapat kesempatan yang sama. Mereka diganti oleh pemain lainnya, biasanya berdasarkan kesepakatan. Apabila jumlah pemain terlalu banyak maka dilakukan giliran sehingga semua truna-truni mengalami ''Med-medan''. Adegan tarik-menarik itu tidak selamanya menunjukkan kelemahan Truni. Sekali waktu kelompok Truni berhasil menggaet Truna paling depan. Truna yang tergaet itu ''disandera'' untuk dijadikan umpan dalam pertunjukan ronde berikutnya. Truna itu dipasang paling depan dalam barisan kelompok Truni. Nah, lihat sekarang, apakah kelompok Truna berhasil membebaskan temannya yang dijadikan ''umpan''?
* Made Taro


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

Acara TV 
& Radio

CUACA

www.bali-travelnews.com