kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 4 Desember 2003

 Politik


RI belum Mampu Yakinkan Swedia

Jakarta (Bali Post) -
Pemerintah Indonesia mengundang pihak Kepolisian dan Kejaksanaan Swedia untuk berkunjung ke Indonesia. Dengan begitu, diharapkan pemerintah Swedia dapat memperoleh bukti tentang hubungan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Swedia dengan anggota GAM di Aceh. ''Tawaran kita agar polisi atau jaksa Swedia dapat berkunjung dan memperoleh keterangan resmi dari orang-orang atau tokoh-tokoh GAM yang mengetahui hubungan langsung antara kepemimpinan GAM di Stockholm dengan operator di lapangan yang melakukan tindak terorisme di sini,'' ujar Menlu Hassan Wirajuda di sela-sela rapat kerja dengan Komisi I DPR di Jakarta, Rabu (3/12) kemarin.

Hassan mengatakan, cara tersebut merupakan penyelesaian terbaik setelah selama ini pemerintah RI merasa kesulitan untuk membuktikan keterkaitan petinggi GAM di Swedia dengan anggotanya yang berada di Aceh. Meski pemerintah RI telah memberi bukti tambahan tentang keterkaitan tersebut, hal tersebut belum juga dapat meyakinkan pemerintah Swedia untuk menangkap petinggi GAM di Swedia antara lain Hasan Tiro, Zaini Abdullah, dan sejumlah petinggi GAM lainnya.
Ia meyakini, pemerintah Swedia akan menanggapi permintaan pemerintah RI ini, karena RI menilai pemerintah Swedia cukup kooperatif membantu Indonesia. Terbukti, Swedia telah menangani proses hukum para petinggi GAM tersebut. Dengan bukti-bukti yang ada, menurutnya, telah cukup menunjukkan bahwa para petinggi GAM di Swedia bertanggung jawab atas segala tindakan terorisme yang dilakukan anggota GAM di Indonesia.

Hassan menambahkan, pemerintah RI siap mempertemukan polisi dan jaksa Swedia kepada tokoh-tokoh GAM di Aceh yang ditangkap aparat Polri. ''Dari beberapa tokoh GAM yang ditangkap, bahkan yang telah disidangkan, mengetahui adanya hubungan langsung antara operator lapangan dengan pimpinan di Stockholm,'' ujarnya.

Akan Dicegah

Di tempat terpisah, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto menekankan bahwa pihaknya akan mencegah semaksimal mungkin GAM merayakan hari jadinya pada 4 Desember. ''Intinya kita tidak ingin itu dilaksanakan oleh GAM. Kita akan cegah semaksimal mungkin,'' tegasnya.

Tarto mengatakan, jika semua pihak ingin situasi di Aceh tetap aman, diharapkan GAM tidak melakukan peringatan tersebut. Terkait upaya pencegahan itu, pihaknya telah melakukan deteksi terhadap beberapa tempat yang kemungkinan digunakan GAM untuk memperingati hari jadinya. Ia juga mengingatkan agar GAM memanfaatkan pengampunan atau amnesti yang diberikan pemerintah bagi para anggota GAM yang menyerahkan diri kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. ''Aparat TNI/Polri di Aceh telah siap mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat dilakukan kelompok GAM dalam HUT-nya, termasuk menghindari jangan sampai terjadinya mogok massal angkutan umum dan barang,'' papar Tarto. (kmb4/010)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)