|
RI
belum Mampu Yakinkan Swedia
Jakarta
(Bali Post) -
Pemerintah Indonesia mengundang pihak Kepolisian dan
Kejaksanaan Swedia untuk berkunjung ke Indonesia. Dengan
begitu, diharapkan pemerintah Swedia dapat memperoleh
bukti tentang hubungan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM)
di Swedia dengan anggota GAM di Aceh. ''Tawaran kita agar
polisi atau jaksa Swedia dapat berkunjung dan memperoleh
keterangan resmi dari orang-orang atau tokoh-tokoh GAM
yang mengetahui hubungan langsung antara kepemimpinan GAM
di Stockholm dengan operator di lapangan yang melakukan
tindak terorisme di sini,'' ujar Menlu Hassan Wirajuda di
sela-sela rapat kerja dengan Komisi I DPR di Jakarta, Rabu
(3/12) kemarin.
Hassan mengatakan,
cara tersebut merupakan penyelesaian terbaik setelah
selama ini pemerintah RI merasa kesulitan untuk
membuktikan keterkaitan petinggi GAM di Swedia dengan
anggotanya yang berada di Aceh. Meski pemerintah RI telah
memberi bukti tambahan tentang keterkaitan tersebut, hal
tersebut belum juga dapat meyakinkan pemerintah Swedia
untuk menangkap petinggi GAM di Swedia antara lain Hasan
Tiro, Zaini Abdullah, dan sejumlah petinggi GAM lainnya.
Ia meyakini, pemerintah Swedia akan menanggapi permintaan
pemerintah RI ini, karena RI menilai pemerintah Swedia
cukup kooperatif membantu Indonesia. Terbukti, Swedia
telah menangani proses hukum para petinggi GAM tersebut.
Dengan bukti-bukti yang ada, menurutnya, telah cukup
menunjukkan bahwa para petinggi GAM di Swedia bertanggung
jawab atas segala tindakan terorisme yang dilakukan
anggota GAM di Indonesia.
Hassan menambahkan,
pemerintah RI siap mempertemukan polisi dan jaksa Swedia
kepada tokoh-tokoh GAM di Aceh yang ditangkap aparat Polri.
''Dari beberapa tokoh GAM yang ditangkap, bahkan yang
telah disidangkan, mengetahui adanya hubungan langsung
antara operator lapangan dengan pimpinan di Stockholm,''
ujarnya.
Akan Dicegah
Di tempat terpisah,
Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto menekankan bahwa
pihaknya akan mencegah semaksimal mungkin GAM merayakan
hari jadinya pada 4 Desember. ''Intinya kita tidak ingin
itu dilaksanakan oleh GAM. Kita akan cegah semaksimal
mungkin,'' tegasnya.
Tarto mengatakan,
jika semua pihak ingin situasi di Aceh tetap aman,
diharapkan GAM tidak melakukan peringatan tersebut.
Terkait upaya pencegahan itu, pihaknya telah melakukan
deteksi terhadap beberapa tempat yang kemungkinan
digunakan GAM untuk memperingati hari jadinya. Ia juga
mengingatkan agar GAM memanfaatkan pengampunan atau
amnesti yang diberikan pemerintah bagi para anggota GAM
yang menyerahkan diri kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. ''Aparat
TNI/Polri di Aceh telah siap mengantisipasi segala
kemungkinan yang dapat dilakukan kelompok GAM dalam HUT-nya,
termasuk menghindari jangan sampai terjadinya mogok massal
angkutan umum dan barang,'' papar Tarto. (kmb4/010)
|