Parpol
tak Lolos Pemilu mesti Berjiwa Besar
Mataram
(Bali Post) -
Para pengurus parpol yang tak lolos Pemilu 2004 mesti
berjiwa besar. Demikian harapan yang dilontarkan Gubernur
NTB Drs. HL Serinata, seusai upacara peringatan Hari
Bhakti ke-58 PU dan meninjau Posko Bencana Alam, di kantor
Kimpraswil NTB, Rabu (3/12) kemarin.
Serinata menyatakan
perlunya mewaspadai sejumlah partai politik (parpol) yang
tidak lolos Pemilu 2004. Untuk itu, Serinata bersama
pimpinan daerah (muspida) segera bertemu, mengantisipasi
hal-hal yang rawan, menyusul pengumuman KPU hingga 7
Desember mendatang.
Menurutnya,
pengumuman KPU atas hasil verifikasi faktual parpol
menimbulkan reaksi gembira dan kecewa. Bagi parpol yang
kecewa bisa saja melakukan tindakan macam-macam. "Inilah
yang perlu diwaspadai," katanya didampingi Kadis
Kimpraswil NTB Ir. H. Jalal.
Untuk menghindarinya,
Serinata berharap kepada parpol yang tidak lolos melihat
secara objektif hasil kerja KPU. Serinata meyakini KPU
sudah mengikuti aturan yang semestinya. "Jadi harus
berjiwa besar dan introspeksi. Harus mau mengakui
kekurangannya," pintanya.
Dalam masalah ini,
Serinata beserta jajarannya tentu berjaga-jaga dan
berupaya mengantisipasi kemungkinan terjadinya hal-hal
yang tak diinginkan. Tentunya harus ada tindakan persuasif
dan pemerintah harus memberi penjelasan yang semestinya.
Sementara itu, Ketua
KPU NTB TGH Mahally Fikri, dihubungi terpisah juga
berharap agar parpol yang tidak lolos pemilu bersikap
dewasa dan menjaga stabilitas daerah ini. Mengingat, KPU
dalam menilai bukan karena suka atau tidak suka, tetapi
mengacu kepada aturan perundang-undangan yang berlaku.
Pihak KPU, menurut
Mahally, ingin melaksanakan tugasnya dengan baik hingga
pemilu berjalan jujur dan tertib. Untuk itu, KPU di daerah
sangat ketat dalam menilai persyaratan administrasi dan
verifikasi faktual. Di NTB dari 32 parpol, tercatat 22
parpol lolos dan 10 parpol tidak lolos verifikasi faktual.
Parpol yang tidak lolos lebih banyak tersandung pada
kebenaran pendukung.
Terkait dengan
antisipasi kemungkinan timbulnya gejolak pascapengumuman
akhir KPU pusat, Mahally memandang perlu adanya pertemuan
dengan parpol yang ada dengan pimpinan daerah serta unsur
terkait, termasuk KPU. Jadi harus ada komitmen atau
kesepakatan bersama yang lebih kuat, sehingga apa pun
keputusan terkait dengan pemilu bisa diterima dengan
ikhlas dan konsisten melaksanakan kesepakatan. (046)
Topik
Interaktif: Parpol tak Lolos Pemilu
|