Arab
Tangkap Pelaku Serangan Bom Riyadh
Riyadh -
Bali
Post/afp
DALANG - Pasukan AS dari Batalion Lintas Udara ke-2
menangkap sejumlah orang di Hawijah, 45 km barat kota
Kirkuk, Irak Utara, Rabu (3/12) kemarin. Dari tangan
mereka, pasukan koalisi menyita sejumlah senapan dan bahan
peledak. Operasi besar-besaran dilakukan pasukan koalisi
untuk mencari Izzet Ibrahim yang diduga sebagai dalang
serangan terhadap pasukan AS.
Aparat keamanan Arab Saudi, Rabu (3/12) kemarin menangkap
tersangka serangan bom 8 November dan menyita sebuah roket
SA-7. Bom bunuh diri terhadap pemukiman warga itu
menewaskan 17 orang.
Kantor Kementerian
Dalam Negeri Arab Saudi mengumumkan penangkapan itu
dilakukan pada 26 November. "Pemerintah Arab Saudi
menangkap seorang pria yang melakukan serangan bom di
kompleks pemukiman al-Muhaya, Riyadh. Pria itu ditangkap
kemarin," isi pernyataan itu yang disebarkan kepada
wartawan.
Untuk pertama kali
pemerintah menyita sebuah rudal SAM-7 dan 22 granat
berpeluncur roket. Empat peluncur roket, 20 granat tangan,
sejumlah senjata dan amunisi juga disita dalam operasi
penangkapan itu. Di tempat persembunyian pria itu juga
ditemukan pamflet berisi ajukan untuk melakukan serangan.
Sementara itu di
Ankara, pemerintah Turki mengingatkan seluruh unit
kepolisian untuk siaga akan kemungkikan serangan teroris.
Kantor berita Anatolia melaporkan seruan itu dikeluarkan
menyusul serangkan serangan bom di Istanbul yang total
menewaskan lebih dari 51 orang.
Perintah siaga itu
juga berisi kemungkinan serangan teroris berbeda dengan
pemboman terhadap sinagog Yahudi dan konsulat Inggris di
Istanbul lalu. Dua sinagog hancur akibat serangan bom 15
November. Konsulat Inggris dan bank HSBC menjadi incaran
serangan lima hari kemudian.
Polisi juga diminta
mengawasi sejumlah politisi ternama di Ankara juga menjadi
incaran serangan teroris. Efektivitas kegiatan intelijen
juga ditingkatkan, laporan kantor berita Anatolia. (yud/afp)
|