Kapoltabes Soal Pembunuhan di DM ----
Jangan
Memperkeruh Suasana
KAPOLTABES
Denpasar Kombes Pol. Komang Udayana membantah isu yang
menyatakan salah satu anggota Polri terlibat dalam kasus
pembunuhan Koptu Gusti Suardika di Denpasar Moon (DM)
Karaoke, Minggu (30/11) lalu. Prajurit berinisial WT yang
ikut tersandung kasus DM, setelah dicek justru sedang
piket di kantor KP3 Benoa saat kejadian. ''Kalau kita
percaya pada sumber tak jelas, masalah makin kacau. Mohon
jangan memperkeruh suasanalah,'' katanya, Rabu (3/12)
kemarin.
Menurut Kapoltabes
Udayana, tim yang diturunkan sudah melakukan pengecekan ke
berbagai lini. Korban Koptu Ketut Celagi dan sejumlah
tersangka yang dimintai keterangan, juga mengaku tak
melihat ada polisi di TKP saat terjadi peristiwa berdarah
di DM.
Perwira kalem ini
mengaku sampai sekarang tak menemukan saksi yang diisukan
melihat salah seorang prajurit Polri membawa senjata tajam
saat terjadi pembunuhan di DM. Dia tak mau dipusingkan
kabar tak jelas, namun berjanji menindak tegas anggotanya
jika terbukti melanggar.
Sita Hard
Top
Kapoltabes Udayana
yang didampingi Kasat Reskrim Kompol Wawan Ridwan,
menyatakan polisi baru berhasil menyita satu kendaraan
jenis Hard Top yang dipakai para tersangka. Dua lagi yang
belum bisa diambil sedang dalam pengejaran petugas. Hard
Top biru dengan nopol DK 909 tersebut melengkapi BB yang
lebih dulu diamankan polisi seperti pedang, kelewang, dan
tombak.
Kompol Wawan
menegaskan, tersangka yang ditahan masih sembilan orang,
masing-masing Alit Balon, Ajus, Suryawan, Ade, Kembar,
Bales, Endik, Gus De, dan Gung Alit. Tim penyidik bekerja
keras merampungkan BAP, termasuk memeriksa ulang beberapa
tersangka utama. ''Gung Alit dimintai keterangan tambahan,''
tandasnya.
Kapoltabes Udayana
kembali menyampaikan rencana operasi senjata tajam (sajam)
di tempat-tempat yang rawan keributan. Razia akan menyasar
seluruh tempat hiburan malam seperti karaoke, kafe, dan
lain-lain di wilayah Badung dan Denpasar. ''Semua karaoke
akan kami razia. Selain mengawasi penggunaan sajam, jam
operasional hiburan malam harus ditertibkan,'' sambungnya.
(jep)
|