kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 4 Desember 2003

 Bali


Kapoltabes Soal Pembunuhan di DM ----

Jangan Memperkeruh Suasana

KAPOLTABES Denpasar Kombes Pol. Komang Udayana membantah isu yang menyatakan salah satu anggota Polri terlibat dalam kasus pembunuhan Koptu Gusti Suardika di Denpasar Moon (DM) Karaoke, Minggu (30/11) lalu. Prajurit berinisial WT yang ikut tersandung kasus DM, setelah dicek justru sedang piket di kantor KP3 Benoa saat kejadian. ''Kalau kita percaya pada sumber tak jelas, masalah makin kacau. Mohon jangan memperkeruh suasanalah,'' katanya, Rabu (3/12) kemarin.

Menurut Kapoltabes Udayana, tim yang diturunkan sudah melakukan pengecekan ke berbagai lini. Korban Koptu Ketut Celagi dan sejumlah tersangka yang dimintai keterangan, juga mengaku tak melihat ada polisi di TKP saat terjadi peristiwa berdarah di DM.

Perwira kalem ini mengaku sampai sekarang tak menemukan saksi yang diisukan melihat salah seorang prajurit Polri membawa senjata tajam saat terjadi pembunuhan di DM. Dia tak mau dipusingkan kabar tak jelas, namun berjanji menindak tegas anggotanya jika terbukti melanggar.

Sita Hard Top

Kapoltabes Udayana yang didampingi Kasat Reskrim Kompol Wawan Ridwan, menyatakan polisi baru berhasil menyita satu kendaraan jenis Hard Top yang dipakai para tersangka. Dua lagi yang belum bisa diambil sedang dalam pengejaran petugas. Hard Top biru dengan nopol DK 909 tersebut melengkapi BB yang lebih dulu diamankan polisi seperti pedang, kelewang, dan tombak.

Kompol Wawan menegaskan, tersangka yang ditahan masih sembilan orang, masing-masing Alit Balon, Ajus, Suryawan, Ade, Kembar, Bales, Endik, Gus De, dan Gung Alit. Tim penyidik bekerja keras merampungkan BAP, termasuk memeriksa ulang beberapa tersangka utama. ''Gung Alit dimintai keterangan tambahan,'' tandasnya.

Kapoltabes Udayana kembali menyampaikan rencana operasi senjata tajam (sajam) di tempat-tempat yang rawan keributan. Razia akan menyasar seluruh tempat hiburan malam seperti karaoke, kafe, dan lain-lain di wilayah Badung dan Denpasar. ''Semua karaoke akan kami razia. Selain mengawasi penggunaan sajam, jam operasional hiburan malam harus ditertibkan,'' sambungnya. (jep)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)