kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 4 Desember 2003

 Bali


Perekrutan CPNS Badung Memanas -----
 
Tim Dinilai tak Hargai Dewan

Denpasar (Bali Post) -
DPRD Badung tampaknya mulai panas dengan pelaksanaan perekrutan calon pegawai negari sipil (CPNS) yang dinilai tidak ada koordinasi. Bahkan sikap tim perekrutan CPNS Badung disebutkan tak menghargai eksistensi Dewan. Selain mengancam akan menolak pemakaian APBD untuk membayar 200 CPNS yang akan direkrut, Kamis (4/12) ini juga Dewan memanggil tim perekrutan dari Pemkab Badung.

Demikian antara lain hasil Rapim DPRD Badung, Rabu (3/12) kemarin. Rapim yang dihadiri pimpinan fraksi dan komisi itu dibuka langsung Ketua DPRD Badung Drs. IBG Suryatmaja serta Wakilnya Yutamane Slamet.

Dalam paparan masing-masing pimpinan juga muncul kesepakatan agar DAU (Dana Alokasi Umum) tahun 2004 sebesar Rp 166 milyar tak digunakan untuk membayar CPNS baru tersebut. Menurut Suryatmaja, perekrutan CPNS itu sejak awal sudah ada tanda-tanda tak beres, bahkan tak mengacu pada aturan main. Karena itu agar nantinya tak membikin masalah di kemudian hari, dia menegaskan takkan mentoleransi DAU untuk dipakai pembiayaannya.

Meski tak secara transparan Dewan bakal menolak CPNS baru itu, tanda-tanda tak sejalan dengan kebijakan itu sudah nampak. Ketua Fraksi TNI/Polri Yumiasih mengatakan, sejauh ini Dewan sama sekali tak diperhitungkan. ''Ini terkesan Dewan tak dihargai,'' jelasnya. Padahal CPNS ini akan merenggut sebagian dana APBD yang mana nantinya harus mendapat persetujuan Dewan.

Namun Yumiasih nampaknya masih sedikit berlapang dada sebelum pihaknya mengeluarkan sikap final fraksinya. Yumiasih menyarankan agar tim yang bertanggung jawab atas perekrutan itu dipanggil dan didengar keterangannya. Namun soal gaji pegawai baru, tampaknya dia juga sepakat dengan rekan-rekannya agar tak sampai menggerogoti DAU. Ketua Fraksi Partai Golkar AA Januraga, S.H. menegaskan, selain perlu mendengar penjelasan tim perekrutan, dia melihat ada keganjilan perekrutan yang disampaikan oleh pusat tersebut. ''Jangan-jangan yang datang itu sebagai broker,'' ujarnya. Bagi Januraga, kasus ini mesti jelas agar nantinya tak membawa dampak buruk baik bagi tenaga yang telanjur direkrut maupun daerah.

Gde Adnyana dari Komisi D yang juga Ketua DPC PDI-P Badung mengatakan perlu ditelusuri lebih dalam soal perekrutan tersebut. Ia juga mengaku tak tahu jelas perekrutan tersebut, sebab sampai kini Pemkab tak ada koordinasi ke Dewan. Adnyana mengatakan, langkah tegas perlu dilakukan agar nantinya perekrutan itu tak menimbulkan ganjalan di masa mendatang.

Wakil Ketua Yutamane Slamet mengingatkan sikap tegas Dewan dengan tetap mengacu pada aturan mesti dilaksanakan secara bersama. Ia menegaskan hal itu karena apa yang berkembang saat ini terkait perekrutan tersebut sudah tak sejalan dengan mekanisme yang ada. ''Daripada nanti timbul masalah, lebih baik sekarang diselesaikan. Tak masalah kalau penerimaan CPNS baru itu dibatalkan dari pada mereka nanti tak jelas nafkahnya,'' jelas Suryatmaja.

Dalam perekrutan CPNS Badung tahun 2004 ini sempat terjadi kesimpangsiuran informasi soal formasi tersebut. Terungkap sebelumnya perekrutan itu merupakan jatah pusat yang pembiayaannya sepenuhnya ditanggung pusat dalam artian tak membebani DAU (Dana Alokasi Umum). Ini menyebabkan tim perekrutan sejak dini tak melibatkan Dewan karena dinilai tak akan mengganggu anggaran daerah.

Namun versi yang kini muncul justru perekrutan itu sebenanya bukan jatah pusat, sehingga DAU (APBD) yang akan menanggung bebannya. Ini sesuai hasil perjalanan tim perekrutan yang dikomandoi Wabup Made Sumer. Adanya versi terakhir inilah yang kemudian memicu ketegangan di antara Dewan. Sebab biaya itu tak masuk dalam RAPBD 2004. Namun kenyataannya kalau perekrutan ini jadi dilakukan, APBD yang akan menalanginya. Ini artinya Dewan mau tak mau mesti mengubah lagi RAPBD 2004 agar dana Rp 2,7 milyar untuk menalangi CPNS itu bisa keluar. Padahal sebelumnya Ketua BKAD (Badan Keuangan dan Anggaran Daerah) Badung Murniati, S.E., M.M. menginformasikan dalam RAPBD tersebut tak ada mata anggaran untuk 200 CPNS. (031)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)