kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 4 Desember 2003

 Bali


Mencermati Arus Balik dan Mudik (1) ----

Urban Masuk Denpasar Ada Kecenderungan Menurun

Kependudukan dengan segala eksesnya telah lama diwacanakan, namun tetap saja melahirkan reaksi. Di kota-kota besar, masalah penduduk malah menyita perhatian serius petingginya. Kesibukan seperti di Denpasar yakni mencari strategi memfilter aliran urban. Bercermin pada kondisi real Kota Denpasar -- dari segi kependudukan -- data terbaru menunjukkan sinyal melegakan sekaligus mengerikan jika dilihat dari pertumbuhan komposisi penduduk.

DENPASAR yang luasnya hanya 127,8 km2 kini berpenduduk sekitar 561 ribu jiwa. Jumlah ini membuat komposisi penduduk per kilometernya berada di atas ambang batas yakni 4.500 per km, padahal idealnya kepadatan penduduk hanya 2.500 per kilometer. Bahkan di dua desa yakni Pemecutan Kaja dan Padangsambian jumlah penduduknya mencapai angka 88.977 jiwa per kilometer dan 37.977 per kilometer.

Data ini tentu akan bergerak seiring dengan tingginya tingkat pertumbuhan penduduk yang mencapai 3,5 persen per tahun. Kontribusi pertumbuhan ini ternyata dominan dipasok kaum migran (68 persen) dan pertumbuhan penduduk alami hanya 34 persen. Saat ini jumlah migran di Bali mencapai 184.000, yang 42 persen atau 82.500 di antaranya bermukim di Denpasar. Jika dilihat asal migran, ternyata 62 persen berasal dari luar Bali dan sisanya lokal Bali. Tinggi kontribusi migran terhadap tingkat pertumbuhan penduduk jelas akan membuat komposisi penduduk Bali dalam limit waktu tertentu akan bergeser. Ada asumsi, dalam tahun tertetu dominasi orang lokal akan menjadi minoritas jika pengendalian urban untuk menjaga perimbangan komposisi tak terkendalikan. Dalam hal ini mestinya ada komitmen dan payung hukum yang bergulir dan dijalankan.

Cenderung Turun

Dalam pemetaan pendatang jika dikonsentrasikan pada perbandingan arus mudik dan arus balik, ternyata Denpasar tergolong mampu memberdayakan sinergi desa dinas dan pakraman. Predikat mampu ini tentunya muncul jika merujuk angka-angka distribusi kependudukan dari satu pintu, yakni Terminal Ubung.

Berdasarkan tabulasi yang dipresentasikan Kadis Kependudukan dan Capil (DKC) Kota Denpasar Drs. I Nyoman Aryana, Rabu (3/12) kemarin, dalam tiga tahun terakhir ada trend penurunan arus balik menurun. Bahkan, ada kecenderungan orang yang mudik juga menurun. Namun, jika dilihat dari angka-angka yang kembali, jumlahnya tetap berada di atas tiga puluh ribu. Jumlah ini tetap fantastis untuk ukuran Kota Denpasar.

Didampingi Kasi Perencanaan DKC Drs. Dewa Sudarsana, M.Si. mengatakan, tahun 2002 jumlah pemudik mencapai angka 59.373 dan yang kembali 38.130 orang. Angka-angka ini menunjukkan selisih mencapai 21.243 ribu orang. Sedangkan angka arus mudik yang dibukukan tahun 2003 di Terminal Ubung mencapai 48.580 orang dan yang kembali baru 33.475 orang. Selisih angka pemudik yang kembali mencapai 15.105 jiwa.

Namun, apakah dengan lebih kecilnya angka yang kembali dengan yang mudik, membuktikan Bali sukses memfilter pendatang? Jawabannya belum tentu. Ada banyak strategi kaum urban untuk menghindari jebakan. Memang gebrakan penertiban terpadu yang dilakukan di Gilimanuk, membuat pendatang yang tak jelas identitasnya menunda kedatangannya ke Bali. Jika hanya menunda kedatangan, namun mencari celah lolos tentunya penertiban penduduk harus dipolakan secara kontinyu.

Dalam kacamata Nyoman Aryana, plus minus dari minimnya pemudik yang kembali ke Bali dimungkinkan oleh banyak faktor. Pertama, selain pemudik umumnya bekerja di sektor informal yang tak terikat waktu kerja, mereka umumnya masih menghabiskan masa liburan sampai tahun baru. Yang kedua, memang sebuah strategi kaum urban untuk menghindari dari jebakan penertiban. Jika penurunan arus balik akibat indikator yang kedua ini, maka tanggung jawab memfilter urban ke Bali harus digaungkan tiap waktu, tidak temporer. Untuk melakukan filterisasi secara kontinyu, Pemkot akan melakukan jurus baru. Apa itu.

* dira arsana

Data Arus Mudik-Balik

Tahun Mudik Kembali Minus
2001 59.600 48.040 11.560
2002 59.373 38.130 21.243
2003 48.580 33.475 15.105

NB: Data dari Terminal Ubung diolah DKC

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)