Penjelasan Dinas Kesehatan
Membaca surat
pembaca I Wayan Susila, S.H. dari Dsn/Br. Mukti Kecamatan
Sukawati, Gianyar (BP, 27/2) tentang penyemprotan nyamuk
dan PSN, memang benar adanya.
Pemberantasan Demam
Berdarah Dengue (DBD) yang paling efektif adalah dengan
PSN yang dilakukan secara serentak dan berkesinambungan.
Dengan kegiatan ini maka siklus hidup nyamuk Aedes Aegypti
dapat diputus dan dampaknya akan memutus mata rantai
penularannya. Oleh karena dengan PSN berarti mencegah
munculnya jentik-jentik yang terdapat dalam tempat
penampungan air (TPA).
Sedangkan
pemberantasan nyamuk dewasa dengan penyemprotan/pengasapan
menggunakan bahan kimia (Insektisida) dilakukan secara
selektif yaitu di sekitar rumah penderita dengan tujuan
untuk memutuskan rantai penularan agar nyamuk yang
terinfeksi dapat dimusnahkan.
Untuk mencegah
nyamuk baru dari jentik-jentik yang terdapat dalam TPA
tersebut perlu dilakukan PSN dengan 3 cara yaitu:
1. Cara fisik yaitu
dengan kegiatan 3 M (Menguras, Menutup dan Mengubur).
2. Cara Biologi yaitu dengan memelihara ikan pemakan
jentik (ikan kepala timah, ikan gupi, ikan cupang/tempalo).
3. Cara kimia yaitu menggunakan larvasida Temephos
(Abate).
Akhirnya peran serta masyarakat sangat penting artinya,
karena apabila PSN ini dilaksanakan oleh seluruh lapisan
masyarakat maka diharapkan kita mampu mencegah penularan
penyakit DBD ini.
Dinas
Kesehatan Propinsi Bali
Ka. Sub Bag Hukum dan Humas
I Made Kartika
Nip. 140109976
|