kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Paing, 2 Maret 2002

SURAT PEMBACA


Penjelasan Dinas Kesehatan

Membaca surat pembaca I Wayan Susila, S.H. dari Dsn/Br. Mukti Kecamatan Sukawati, Gianyar (BP, 27/2) tentang penyemprotan nyamuk dan PSN, memang benar adanya.

Pemberantasan Demam Berdarah Dengue (DBD) yang paling efektif adalah dengan PSN yang dilakukan secara serentak dan berkesinambungan. Dengan kegiatan ini maka siklus hidup nyamuk Aedes Aegypti dapat diputus dan dampaknya akan memutus mata rantai penularannya. Oleh karena dengan PSN berarti mencegah munculnya jentik-jentik yang terdapat dalam tempat penampungan air (TPA).

Sedangkan pemberantasan nyamuk dewasa dengan penyemprotan/pengasapan menggunakan bahan kimia (Insektisida) dilakukan secara selektif yaitu di sekitar rumah penderita dengan tujuan untuk memutuskan rantai penularan agar nyamuk yang terinfeksi dapat dimusnahkan.

Untuk mencegah nyamuk baru dari jentik-jentik yang terdapat dalam TPA tersebut perlu dilakukan PSN dengan 3 cara yaitu:

1. Cara fisik yaitu dengan kegiatan 3 M (Menguras, Menutup dan Mengubur).
2. Cara Biologi yaitu dengan memelihara ikan pemakan jentik (ikan kepala timah, ikan gupi, ikan cupang/tempalo).
3. Cara kimia yaitu menggunakan larvasida Temephos (Abate).
Akhirnya peran serta masyarakat sangat penting artinya, karena apabila PSN ini dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat maka diharapkan kita mampu mencegah penularan penyakit DBD ini.

Dinas Kesehatan Propinsi Bali
Ka. Sub Bag Hukum dan Humas
I Made Kartika
Nip. 140109976

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)


Info VALAS