|
''Timeshare'' Diharapkan Jaring Turis saat Krisis
Jakarta
(Bali Post) -
Masih banyak peluang mendatangkan turis pascatragedi 11
September 2000. Salah satunya, melalui pengembangan
industri timeshare (wisata paro waktu). ''Makin banyaknya
jumlah resor timeshare yang berkualitas di Tanah Air, akan
membantu peningkatan pendapatan industri pariwisata dengan
menarik lebih banyak datangnya turis,'' kata Chief
Executive Officer PT Bakrie Nirwana Resor, Hiramsyah
Sambudhy Thaib di Jakarta, Jumat (1/3) kemarin.
Industri ini,
menurut Hiramsyah, pada masa mendatang akan potensial
untuk dikembangkan dan terobosan ini menjanjikan pendapat
luar biasa bagi industri pariwisata. Selama ini, paket
timeshare memang belum familiar terutama bagi kalangan
wisatawan nusantara. Paket ini, baru menjaring dua persen
dari industri timeshare dunia yang mencapai 6 milyar dolar
AS per tahun. Secara global, industri yang tergolong baru
ini akan terus meningkat antara 16 hingga 18 persen per
tahun.
Ia mencontohkan,
dari Amerika saja pengeluaran turis yang memanfaatkan
fasilitas ini mencapai 4,6 milyar dolar AS. Dengan adanya
6 juta pemilik timeshare di seluruh dunia, memperlihatkan
besarnya potensi pasar bagi kawasan tujuan wisata seperti
Bali. ''Salah satu potensi pariwisata yang belum
sepenuhnya tergarap dan sangat menjanjikan adalah proyek
timeshare. Fasilitas ini memainkan peran penting dalam
meningkatkan pendapatan devisa negara,'' jelasnya. Faktor
penting sehingga fasilitas ini bisa meningkatkan industri
pariwisata, Hiramsyah menilai, karena sistem pembayarannya
yang dilakukan secara bayar di muka. Dengan demikian,
turis yang memanfaatkan fasilitas ini lebih bebas
membelanjakan uangnya untuk memperoleh barang atau layanan
yang tersedia di kawasan tersebut, seperti restoran dan
lain-lain.
Hal yang sama
diungkapkan Account Manager Global Business Group
Indonesia, Asril Abdullah. Menurut Abdullah, pasar
timeshare Asia Pasifik makin besar dengan pertumbuhan
sekitar 60 persen selama tiga tahun terakhir. ''Bisnis
timeshare yang sehat sangat menguntungkan bagi industri
pariwisata maupun bagi pemilik fasilitas tersebut,''
paparnya. Bagi industri pariwisata, kata Abdullah,
timeshare merupakan proses peremajaan dan mesin uang yang
mendongkrak pendapat pariwisata. Sedangkan bagi pemilik
timeshare, program ini menawarkan kombinasi pilihan lokasi
maupun fasilitas wisata bertaraf internasional untuk
memperoleh resor dan layanan terbaik dari lokasi yang
mereka pilih. (010)
|