kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Paing, 2 Maret 2002

PARIWISATA


''Timeshare'' Diharapkan Jaring Turis saat Krisis

Jakarta (Bali Post) -
Masih banyak peluang mendatangkan turis pascatragedi 11 September 2000. Salah satunya, melalui pengembangan industri timeshare (wisata paro waktu). ''Makin banyaknya jumlah resor timeshare yang berkualitas di Tanah Air, akan membantu peningkatan pendapatan industri pariwisata dengan menarik lebih banyak datangnya turis,'' kata Chief Executive Officer PT Bakrie Nirwana Resor, Hiramsyah Sambudhy Thaib di Jakarta, Jumat (1/3) kemarin.

Industri ini, menurut Hiramsyah, pada masa mendatang akan potensial untuk dikembangkan dan terobosan ini menjanjikan pendapat luar biasa bagi industri pariwisata. Selama ini, paket timeshare memang belum familiar terutama bagi kalangan wisatawan nusantara. Paket ini, baru menjaring dua persen dari industri timeshare dunia yang mencapai 6 milyar dolar AS per tahun. Secara global, industri yang tergolong baru ini akan terus meningkat antara 16 hingga 18 persen per tahun.

Ia mencontohkan, dari Amerika saja pengeluaran turis yang memanfaatkan fasilitas ini mencapai 4,6 milyar dolar AS. Dengan adanya 6 juta pemilik timeshare di seluruh dunia, memperlihatkan besarnya potensi pasar bagi kawasan tujuan wisata seperti Bali. ''Salah satu potensi pariwisata yang belum sepenuhnya tergarap dan sangat menjanjikan adalah proyek timeshare. Fasilitas ini memainkan peran penting dalam meningkatkan pendapatan devisa negara,'' jelasnya. Faktor penting sehingga fasilitas ini bisa meningkatkan industri pariwisata, Hiramsyah menilai, karena sistem pembayarannya yang dilakukan secara bayar di muka. Dengan demikian, turis yang memanfaatkan fasilitas ini lebih bebas membelanjakan uangnya untuk memperoleh barang atau layanan yang tersedia di kawasan tersebut, seperti restoran dan lain-lain.

Hal yang sama diungkapkan Account Manager Global Business Group Indonesia, Asril Abdullah. Menurut Abdullah, pasar timeshare Asia Pasifik makin besar dengan pertumbuhan sekitar 60 persen selama tiga tahun terakhir. ''Bisnis timeshare yang sehat sangat menguntungkan bagi industri pariwisata maupun bagi pemilik fasilitas tersebut,'' paparnya. Bagi industri pariwisata, kata Abdullah, timeshare merupakan proses peremajaan dan mesin uang yang mendongkrak pendapat pariwisata. Sedangkan bagi pemilik timeshare, program ini menawarkan kombinasi pilihan lokasi maupun fasilitas wisata bertaraf internasional untuk memperoleh resor dan layanan terbaik dari lokasi yang mereka pilih. (010)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)


Info VALAS