Putu Antara Pimpin BTB
Denpasar
(Bali Post) -
Dengan perolehan suara tipis, akhirnya Putu Agus Antara
memimpin Bali Tourism Board (BTB) untuk masa jabatan tiga
tahun ke depan. Mantan Ketua JCI Bali itu memperoleh 14
suara sedangkan dua kandidat lainnya, yakni IB Ngurah
Wijaya 12 suara dan AL Purwa 1 suara.
Kejar-mengejar
perolehan suara pada Musda BTB dengan agenda utama
pemilihan ketua yang berlangsung di Hotel Radison, Sanur,
Jumat (1/3) kemarin, berlangsung ketat. Dua kandidat,
yakni Antara dan Wijaya sempat mengumpulkan suara sama
yakni 12 dan Al Purwa 1. Dua suara sisa akhirnya mampir ke
kandidat Antara.
Menurut tata tertib,
sembilan stake holder BTB adalah sembilan asosiasi
pariwisata yakni PHRI, Asita, Sipco, Gahawisri, HPI, PATA
Bali Chapter, Putri, Pawiba, serta Bali Village.
Kesembilan asosiasi ini memiliki tiga suara sehingga
jumlah suara keseluruhan 27.
Beberapa jam
sebelum puncak acara, dua nama yakni Antara serta Wijaya
memang sudah berkibar. Sudah dipastikan ada persaingan
keras dari keduanya untuk menduduki kursi puncak.
Sedangkan AL Pura dianggap calon penggembira karena
kansnya untuk menang memang kecil.
Berdasarkan hasil
sidang, ketiga kandidat diberikan waktu antara lima sampai
sepuluh menit untuk memaparkan visi serta misi mereka.
Purwa yang tmpil pertama mengedepankan soal pembinaan
kualitas sumber daya manusia. Wijaya yang tampil pada
kesempatan kedua menekankan tiga hal, yakni reevaluasi,
pariwisata budaya berkesinambungan serta reposisi Bali
pada peta pasar wisata internasional. Sementra Antara,
menekankan kembali tentang perlunya kerja keras dari semua
pihak untuk tetap membangun pariwisata Bali. Sebab dalam
benak pengusaha muda ini, timbul suatu pertanyaan apakah
paariwisata tetap mampu menjadi andalan Bali ke depan.
Tugas Berat
Beberapa peserta
musda yang dimintakan komentarnya, mengaku cukup puas
dengan hasil tersebut karena dilakukan secara fair.
Meskipun demikian, ada sedikit masalah ketika nama-nama
pemegang hak suara yang dimandatkan tidak bisa hadir
karena alasan sakit. Hal ini menimpa pada wakil PHRI.
Ketua sidang I Wayan Suana dari HPI terpaksa meskors
sidang sebentar untuk memberikan waktu bagi para ketua
asosiasi berembuk. Wakil yang tidak hadir itu akhirnya
bisa digantikan orang lain yang ditunjuk ketua asosiasi.
Menurut Ketua BPD
PHRI Bali I Gde Wiratha dan Ketua Sipco Bali John Panca
MBA, tugas yang menghadang insan pariwisata ke depan
memang berat. Ketua BTB yang baru diminta mampu segera
mengkonsolidasikan diri untuk menghadapi tantangan
tersebut. Antara sendiri berjanji, memang diperlukan kerja
sama yang sangat baik agar mampu berhasil optimal. ''Apalagi
pada saat kita mengalami keterpurukan seperti saat ini,''
ujarnya.
Ada yang cukup
menarik kemarin di mana pentolan-pentolan BTB sebelum ''dilikuidasi''
tidak hadir. Tercatat di antarnya dalah A.A. Gde Rai,
Suryawan MM, Adnyana Sudibya, Bagus Sudibya serta DR.
Tangkid Suarshana. Pada sesi pencalonan, sebenarnya nama
Suryawan sempat muncul namun akhirnya gugur karena tidak
hadir. Jumlah keseluruhan calon pada mulanya 15 orang.
Enam gugur, enam mundur dan sisanya tiga orang yang
akhirnya berebut ke puncak. Hal-hal lain yang disepakati
pada sidang kemarin, penggunaan nama tetap BTB namun
logonya akan diubah. Satu hal yang sangat diminta oleh
para pserta, pengurus BTB kali ini diharapkan mampu
bekerja lebih baik dan tidak terjebak ke dalam polemik di
luar koridor pariwisata. (055)
|