kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Paing, 2 Maret 2002

PARIWISATA


Putu Antara Pimpin BTB

Denpasar (Bali Post) -
Dengan perolehan suara tipis, akhirnya Putu Agus Antara memimpin Bali Tourism Board (BTB) untuk masa jabatan tiga tahun ke depan. Mantan Ketua JCI Bali itu memperoleh 14 suara sedangkan dua kandidat lainnya, yakni IB Ngurah Wijaya 12 suara dan AL Purwa 1 suara.

Kejar-mengejar perolehan suara pada Musda BTB dengan agenda utama pemilihan ketua yang berlangsung di Hotel Radison, Sanur, Jumat (1/3) kemarin, berlangsung ketat. Dua kandidat, yakni Antara dan Wijaya sempat mengumpulkan suara sama yakni 12 dan Al Purwa 1. Dua suara sisa akhirnya mampir ke kandidat Antara.

Menurut tata tertib, sembilan stake holder BTB adalah sembilan asosiasi pariwisata yakni PHRI, Asita, Sipco, Gahawisri, HPI, PATA Bali Chapter, Putri, Pawiba, serta Bali Village. Kesembilan asosiasi ini memiliki tiga suara sehingga jumlah suara keseluruhan 27.

Beberapa jam sebelum puncak acara, dua nama yakni Antara serta Wijaya memang sudah berkibar. Sudah dipastikan ada persaingan keras dari keduanya untuk menduduki kursi puncak. Sedangkan AL Pura dianggap calon penggembira karena kansnya untuk menang memang kecil.

Berdasarkan hasil sidang, ketiga kandidat diberikan waktu antara lima sampai sepuluh menit untuk memaparkan visi serta misi mereka. Purwa yang tmpil pertama mengedepankan soal pembinaan kualitas sumber daya manusia. Wijaya yang tampil pada kesempatan kedua menekankan tiga hal, yakni reevaluasi, pariwisata budaya berkesinambungan serta reposisi Bali pada peta pasar wisata internasional. Sementra Antara, menekankan kembali tentang perlunya kerja keras dari semua pihak untuk tetap membangun pariwisata Bali. Sebab dalam benak pengusaha muda ini, timbul suatu pertanyaan apakah paariwisata tetap mampu menjadi andalan Bali ke depan.

Tugas Berat

Beberapa peserta musda yang dimintakan komentarnya, mengaku cukup puas dengan hasil tersebut karena dilakukan secara fair. Meskipun demikian, ada sedikit masalah ketika nama-nama pemegang hak suara yang dimandatkan tidak bisa hadir karena alasan sakit. Hal ini menimpa pada wakil PHRI. Ketua sidang I Wayan Suana dari HPI terpaksa meskors sidang sebentar untuk memberikan waktu bagi para ketua asosiasi berembuk. Wakil yang tidak hadir itu akhirnya bisa digantikan orang lain yang ditunjuk ketua asosiasi.

Menurut Ketua BPD PHRI Bali I Gde Wiratha dan Ketua Sipco Bali John Panca MBA, tugas yang menghadang insan pariwisata ke depan memang berat. Ketua BTB yang baru diminta mampu segera mengkonsolidasikan diri untuk menghadapi tantangan tersebut. Antara sendiri berjanji, memang diperlukan kerja sama yang sangat baik agar mampu berhasil optimal. ''Apalagi pada saat kita mengalami keterpurukan seperti saat ini,'' ujarnya.

Ada yang cukup menarik kemarin di mana pentolan-pentolan BTB sebelum ''dilikuidasi'' tidak hadir. Tercatat di antarnya dalah A.A. Gde Rai, Suryawan MM, Adnyana Sudibya, Bagus Sudibya serta DR. Tangkid Suarshana. Pada sesi pencalonan, sebenarnya nama Suryawan sempat muncul namun akhirnya gugur karena tidak hadir. Jumlah keseluruhan calon pada mulanya 15 orang. Enam gugur, enam mundur dan sisanya tiga orang yang akhirnya berebut ke puncak. Hal-hal lain yang disepakati pada sidang kemarin, penggunaan nama tetap BTB namun logonya akan diubah. Satu hal yang sangat diminta oleh para pserta, pengurus BTB kali ini diharapkan mampu bekerja lebih baik dan tidak terjebak ke dalam polemik di luar koridor pariwisata. (055)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)


Info VALAS