kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Paing, 2 Maret 2002

OLAH RAGA


AS Membangun Popularitas Sepak Bola

OLAH RAGA Amerika Serikat tidak dapat dilepaskan dari kiblat bola basket dan sepak bola (yang lebih dikenal dengan American Football). Basket merajalela dengan kompetisi profesionalnya yang dikenal dengan NBA (National Basket Association) dan kompetisi antarperguruan tinggi (NCAA). Popularitas sepak bola tengah membangun pondasi seperti dua cabang tersebut.

Sejak penunjukan AS sebagai penyelenggara Piala Dunia 1994, sepak bola mulai memperlihatkan pamornya. Hadirnya tim-tim terbaik yang berlaga di ajang empat tahunan itu berhasil ''menyihir'' masyarakatnya. Mereka mulai menggandrungi olah raga tersebut. Kesebelasan AS sendiri mulai unjuk kekuatan di tahun yang sama. Lewat polesan pelatih spesialis Piala Dunia, Bora Milutinovic, prestasi tim Paman Sam tidak mengecewakan.

Hasil buruk di Piala Dunia 1998 Prancis memaksa pejabat-pejabat sepak bola AS berpikir ke depan. Perencanaan tim berkualitas mulai dirancang. Salah satu pendukungnya adalah keberadaan pelatih. Kali ini Bruce Arena menduduki posisi tersebut dan sukses mengantar AS lolos Piala Dunia ke Korea-Jepang. Prestasi Arena itu diraih melalui pengalamannya dengan menangani beberapa tim dari universitas hingga klub-klub yang berkiprah di MLS Soccer, liga sepak bolanya AS.

Upaya Arena pertama adalah memanggil pemain-pemain yang berlaga di kompetisi Eropa. Ia mempersiapkan skuadnya dengan kombinasi pemain dari MLS Soccers dan liga-liga Eropa. Arena telah menemukan tim baku yang didukung 20 pemain.

Dalam urusan pola permainan, AS memakai dua formasi, 4-4-2 dan 3-5-2. Kedua pola itu disesuaikan dengan lawan yang dihadapi. Kombinasi tersebut lebih condong memperlihatkan permainan cepat dan mengandalkan perpaduan lini tengah dan depan. Sayangnya, Arena menilai pola itu memiliki kelemahan. Barisan belakangnya rapuh dan sulit berkoordinasi jika diserang lawan. Hal itu dapat terlihat dari delapan gol yang dilesakkan selama penyisihan Zone Concacaf. AS sendiri berada di urutan ketiga di bawah Kosta Rika dan Meksiko.

Kekuatan AS terletak pada kiper. Arena mengandalkan dua kiper andal yang berkiprah di Eropa, Bred Freidel dan Kasey Keller. Sementara barisan belakang diperkuat Carlos Llamosa, Jeff Agoos, Eddie Pope, dan David Regis. Kuartet tersebut diharapkan mampu menghadang tekanan yang bakal diperlihatkan tiga lawan mereka di Grup D, yakni Portugal, tuan rumah Korea Selatan, dan Polandia.

Lini depan AS termasuk tangguh dengan duet Joe-Max More (Everton/Inggris) dan Landon Donovan. AS masih diuntungkan dengan gelandang bernaluri mencetak gol. Claudio Reyna dan Earnie Stewart merupakan dua tipikal gelandang rajin dan berbakat. Dua pemain itu terasah di Eropa, Reyna bersama Sunderland (Inggris) dan Stewart di NAC Breda (Belanda).

Pemain Bintang

Jika ada pemain yang tampil sebagai jenderal lapangan di tim AS, dialah Claudio Reyna. Bahkan, pelatih sekaliber Milutinovic menganggapnya langka. "Aku jarang menyaksikan pemain asing berbakat seperti Reyna," pujinya. Terlahir 22 Juli 1973, Reyna telah mengenal sepak bola sejak usia empat tahun. Perjalanan kariernya makin melesat setelah dipanggil memperkuat tim AS ke Olimpiade. Suksesnya berlanjut setelah memperkuat tim sepak bola Universitas Virginia. Reyna berhasil memenangkan kompetisi antaruniversitas tiga kali. Pada 1993 ia dikukuhkan sebagai pemain terbaik universitas.

Bakat Reyna menurun dari keluarganya. Ayahnya sempat bermain untuk klub Independiente (Argentina). Prestasi puncaknya dikecap saat memperkuat AS di Piala Dunia 1994. Sayangnya, Reyna gagal total di turnamen itu akibat cedera paha yang dialaminya.

Kehilangan kesempatan emas tidak membuat Reyna patah semangat. Agustus 1994, Bayer Leverkusen terpesona oleh kemampuannya dan memboyongnya ke Liga Jerman. Namun, kehadiran Reyna di Bundesliga tidak menyenangkan. Leverkusen di bawah pelatih Erich Ribbeck maupun Christoph Daum jarang menurunkannya. Kondisi tersebut memaksanya melirik klub promosi Wolfsburg. Tahun 1997, ia resmi bergabung dan bertemu pemain Amerika lainnya, Chad Deering. Sebagai kapten tim, kepiawaiannya bermain di tengah mempengaruhi pola permainan Wolfsburg.

Dalam upayanya mencari pengalaman, suami Danielle yang juga pemain sepak bola wanita timnas AS, bergabung bersama Glasgow Rangers. Di Liga Skotlandia, Reyna mencapai hasil maksimal seperti saat bersama Wolfsburg. Hingga kini, masyarakat Amerika menjulukinya "Reyna Sang Bintang".

Popularitas Reyna diharapkan makin berkibar dengan bergabungnya bersama Sunderland. Kini harapan masyarakat AS atas prestasi tim sepak bolanya ditumpukan pada pundak Reyna dan kawan-kawan. Keberhasilannya akan membuka jalan popularitas bagi sepak bola adidaya itu. (rah)

Formasi Inti
Kiper : Bred Freidel
Belakang : Carlos Llamosa, Jeff Agoos, Eddie Pope, David Regis
Tengah : Chris Armas, Claudio Reyna, Earnie Stewart, Ben Olsen
Depan : Joe-Max More, Landon Donovan

Jadwal Lengkap
5/6 : AS vs Portugal
10/6: AS vs Korsel
14/6: AS vs Polandia

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)


Info VALAS