|
AS Membangun Popularitas Sepak Bola
OLAH RAGA
Amerika Serikat tidak dapat dilepaskan dari kiblat bola
basket dan sepak bola (yang lebih dikenal dengan American
Football). Basket merajalela dengan kompetisi
profesionalnya yang dikenal dengan NBA (National Basket
Association) dan kompetisi antarperguruan tinggi (NCAA).
Popularitas sepak bola tengah membangun pondasi seperti
dua cabang tersebut.
Sejak penunjukan AS
sebagai penyelenggara Piala Dunia 1994, sepak bola mulai
memperlihatkan pamornya. Hadirnya tim-tim terbaik yang
berlaga di ajang empat tahunan itu berhasil ''menyihir''
masyarakatnya. Mereka mulai menggandrungi olah raga
tersebut. Kesebelasan AS sendiri mulai unjuk kekuatan di
tahun yang sama. Lewat polesan pelatih spesialis Piala
Dunia, Bora Milutinovic, prestasi tim Paman Sam tidak
mengecewakan.
Hasil buruk di
Piala Dunia 1998 Prancis memaksa pejabat-pejabat sepak
bola AS berpikir ke depan. Perencanaan tim berkualitas
mulai dirancang. Salah satu pendukungnya adalah keberadaan
pelatih. Kali ini Bruce Arena menduduki posisi tersebut
dan sukses mengantar AS lolos Piala Dunia ke Korea-Jepang.
Prestasi Arena itu diraih melalui pengalamannya dengan
menangani beberapa tim dari universitas hingga klub-klub
yang berkiprah di MLS Soccer, liga sepak bolanya AS.
Upaya Arena pertama
adalah memanggil pemain-pemain yang berlaga di kompetisi
Eropa. Ia mempersiapkan skuadnya dengan kombinasi pemain
dari MLS Soccers dan liga-liga Eropa. Arena telah
menemukan tim baku yang didukung 20 pemain.
Dalam urusan pola
permainan, AS memakai dua formasi, 4-4-2 dan 3-5-2. Kedua
pola itu disesuaikan dengan lawan yang dihadapi. Kombinasi
tersebut lebih condong memperlihatkan permainan cepat dan
mengandalkan perpaduan lini tengah dan depan. Sayangnya,
Arena menilai pola itu memiliki kelemahan. Barisan
belakangnya rapuh dan sulit berkoordinasi jika diserang
lawan. Hal itu dapat terlihat dari delapan gol yang
dilesakkan selama penyisihan Zone Concacaf. AS sendiri
berada di urutan ketiga di bawah Kosta Rika dan Meksiko.
Kekuatan AS
terletak pada kiper. Arena mengandalkan dua kiper andal
yang berkiprah di Eropa, Bred Freidel dan Kasey Keller.
Sementara barisan belakang diperkuat Carlos Llamosa, Jeff
Agoos, Eddie Pope, dan David Regis. Kuartet tersebut
diharapkan mampu menghadang tekanan yang bakal
diperlihatkan tiga lawan mereka di Grup D, yakni Portugal,
tuan rumah Korea Selatan, dan Polandia.
Lini depan AS
termasuk tangguh dengan duet Joe-Max More (Everton/Inggris)
dan Landon Donovan. AS masih diuntungkan dengan gelandang
bernaluri mencetak gol. Claudio Reyna dan Earnie Stewart
merupakan dua tipikal gelandang rajin dan berbakat. Dua
pemain itu terasah di Eropa, Reyna bersama Sunderland (Inggris)
dan Stewart di NAC Breda (Belanda).
Pemain
Bintang
Jika ada pemain
yang tampil sebagai jenderal lapangan di tim AS, dialah
Claudio Reyna. Bahkan, pelatih sekaliber Milutinovic
menganggapnya langka. "Aku jarang menyaksikan pemain
asing berbakat seperti Reyna," pujinya. Terlahir 22
Juli 1973, Reyna telah mengenal sepak bola sejak usia
empat tahun. Perjalanan kariernya makin melesat setelah
dipanggil memperkuat tim AS ke Olimpiade. Suksesnya
berlanjut setelah memperkuat tim sepak bola Universitas
Virginia. Reyna berhasil memenangkan kompetisi
antaruniversitas tiga kali. Pada 1993 ia dikukuhkan
sebagai pemain terbaik universitas.
Bakat Reyna menurun
dari keluarganya. Ayahnya sempat bermain untuk klub
Independiente (Argentina). Prestasi puncaknya dikecap saat
memperkuat AS di Piala Dunia 1994. Sayangnya, Reyna gagal
total di turnamen itu akibat cedera paha yang dialaminya.
Kehilangan
kesempatan emas tidak membuat Reyna patah semangat.
Agustus 1994, Bayer Leverkusen terpesona oleh kemampuannya
dan memboyongnya ke Liga Jerman. Namun, kehadiran Reyna di
Bundesliga tidak menyenangkan. Leverkusen di bawah pelatih
Erich Ribbeck maupun Christoph Daum jarang menurunkannya.
Kondisi tersebut memaksanya melirik klub promosi Wolfsburg.
Tahun 1997, ia resmi bergabung dan bertemu pemain Amerika
lainnya, Chad Deering. Sebagai kapten tim, kepiawaiannya
bermain di tengah mempengaruhi pola permainan Wolfsburg.
Dalam upayanya
mencari pengalaman, suami Danielle yang juga pemain sepak
bola wanita timnas AS, bergabung bersama Glasgow Rangers.
Di Liga Skotlandia, Reyna mencapai hasil maksimal seperti
saat bersama Wolfsburg. Hingga kini, masyarakat Amerika
menjulukinya "Reyna Sang Bintang".
Popularitas Reyna
diharapkan makin berkibar dengan bergabungnya bersama
Sunderland. Kini harapan masyarakat AS atas prestasi tim
sepak bolanya ditumpukan pada pundak Reyna dan kawan-kawan.
Keberhasilannya akan membuka jalan popularitas bagi sepak
bola adidaya itu. (rah)
Formasi
Inti
Kiper : Bred Freidel
Belakang : Carlos Llamosa, Jeff Agoos, Eddie Pope, David
Regis
Tengah : Chris Armas, Claudio Reyna, Earnie Stewart, Ben
Olsen
Depan : Joe-Max More, Landon Donovan
Jadwal
Lengkap
5/6 : AS vs Portugal
10/6: AS vs Korsel
14/6: AS vs Polandia
|