Cegat
Kendaraan, Puluhan Warga Ditahan
Sumbawa
Besar (Bali Post) -
Aksi pencegatan terhadap kendaraan yang lewat di jalan
jurusan Serading, Sumbawa kembali terjadi. Sedikitnya 36
warga yang terlibat dalam aksi pencegatan itu ditahan
polisi. Demikian sumber yang diperoleh Jumat (8/11)
kemarin, di Mapolres Sumbawa.
Warga yang melakukan
penghadangan itu, karena mereka khawatir kendaraan yang
lewat mengangkut ternak warga Ai Puntuk dan Serading di
Kecamatan Moyo Hilir. Pengalaman selama ini, kata sumber
itu, banyak ternak warga hilang dijarah maling, dan ada
juga yang dibawa dengan kendaraan pada malam hari. Itu
sebabnya, aksi penghadangan yang terjadi pada Rabu (6/11)
malam, sekitar pukul 23.00 itu dilakukan. Tujuannya
memeriksa kendaraan apakah ada ternak yang dibawa malam
itu.
Namun karena dua
kendaraan tidak mau berhenti saat distop, seorang warga
melempari dengan batu. Warga lainnya pun melempari dua
buah kendaraan yang lewat, yakni sebuah Zebra dan sedan
dengan batu. Akibat lemparan itu, kaca samping kiri dan
kanan zebra pecah.
Sedangkan sedan yang
dikemudikan oleh Sukamto, kaca depannya pecah. Dalam
insiden itu, salah seorang keluarga Sukamto dirawat di
RSUD Sumbawa Besar, akibat terkena lemparan batu di bagian
kepalanya.
Kapolres Sumbawa
AKBP Drs. Bambang Suharno yang diminta korfirmasinya
membenarkan sempat menahan puluhan warga Ai Puntuk
beberapa saat. Setelah diselidiki, pelemparan itu
dilakukan karena mereka kesal dengan aksi pencurian yang
terjadi selama ini. Atas permohonan Sekda Sumbawa Drs. HB
Thamrin Rayes semuanya dilepas, guna pembinaan lebih
lanjut. Aksi pelemparan itu terjadi hanya kesalahpahaman
warga, mereka menduga kendaraan itu membawa ternak.
Setelah, diperiksa dua kendaraan itu kebetulan hanya lewat
pada malam itu. ''Sekalipun dilepas, ada 10 orang yang
wajib lapor. Mereka ini diduga melakukan pelemparan. Biaya
kerusakan ditanggung oleh Pak Sekda,'' kata Bambang.
Kekeliruan warga,
lanjut Kapolres, mereka menganggap dua kendaraan itu
membawa ternak. Dugaan ini, karena warga Ai Puntuk dan
warga Serading sering kehilangan ternak pada malam hari.
Di satu sisi, tindakan warga ingin mengetahui apakah di
dalam kendaraan itu ada ternak. Sisi lain akibat
penghadangan itu terjadi kerusakan kendaraan. Mestinya,
dalam mencari ternak yang hilang warga minta bantuan
aparat keamanan, tidak bertindak sendiri.
Ditanya tentang
penanganan lebih lanjut terhadap 10 warga yang wajib lapor,
Bambang menambahkan, hal ini tergantung perkembangan hasil
pemeriksaan. (051)
|