kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Wage, 9  Nopember 2002

 Nusatenggara


Cegat Kendaraan, Puluhan Warga Ditahan

Sumbawa Besar (Bali Post) -
Aksi pencegatan terhadap kendaraan yang lewat di jalan jurusan Serading, Sumbawa kembali terjadi. Sedikitnya 36 warga yang terlibat dalam aksi pencegatan itu ditahan polisi. Demikian sumber yang diperoleh Jumat (8/11) kemarin, di Mapolres Sumbawa.

Warga yang melakukan penghadangan itu, karena mereka khawatir kendaraan yang lewat mengangkut ternak warga Ai Puntuk dan Serading di Kecamatan Moyo Hilir. Pengalaman selama ini, kata sumber itu, banyak ternak warga hilang dijarah maling, dan ada juga yang dibawa dengan kendaraan pada malam hari. Itu sebabnya, aksi penghadangan yang terjadi pada Rabu (6/11) malam, sekitar pukul 23.00 itu dilakukan. Tujuannya memeriksa kendaraan apakah ada ternak yang dibawa malam itu.

Namun karena dua kendaraan tidak mau berhenti saat distop, seorang warga melempari dengan batu. Warga lainnya pun melempari dua buah kendaraan yang lewat, yakni sebuah Zebra dan sedan dengan batu. Akibat lemparan itu, kaca samping kiri dan kanan zebra pecah.

Sedangkan sedan yang dikemudikan oleh Sukamto, kaca depannya pecah. Dalam insiden itu, salah seorang keluarga Sukamto dirawat di RSUD Sumbawa Besar, akibat terkena lemparan batu di bagian kepalanya.

Kapolres Sumbawa AKBP Drs. Bambang Suharno yang diminta korfirmasinya membenarkan sempat menahan puluhan warga Ai Puntuk beberapa saat. Setelah diselidiki, pelemparan itu dilakukan karena mereka kesal dengan aksi pencurian yang terjadi selama ini. Atas permohonan Sekda Sumbawa Drs. HB Thamrin Rayes semuanya dilepas, guna pembinaan lebih lanjut. Aksi pelemparan itu terjadi hanya kesalahpahaman warga, mereka menduga kendaraan itu membawa ternak. Setelah, diperiksa dua kendaraan itu kebetulan hanya lewat pada malam itu. ''Sekalipun dilepas, ada 10 orang yang wajib lapor. Mereka ini diduga melakukan pelemparan. Biaya kerusakan ditanggung oleh Pak Sekda,'' kata Bambang.

Kekeliruan warga, lanjut Kapolres, mereka menganggap dua kendaraan itu membawa ternak. Dugaan ini, karena warga Ai Puntuk dan warga Serading sering kehilangan ternak pada malam hari. Di satu sisi, tindakan warga ingin mengetahui apakah di dalam kendaraan itu ada ternak. Sisi lain akibat penghadangan itu terjadi kerusakan kendaraan. Mestinya, dalam mencari ternak yang hilang warga minta bantuan aparat keamanan, tidak bertindak sendiri.

Ditanya tentang penanganan lebih lanjut terhadap 10 warga yang wajib lapor, Bambang menambahkan, hal ini tergantung perkembangan hasil pemeriksaan. (051)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)