Tim
Lima bakal Disorot Suksesi di Gianyar
Gianyar
(Bali Post) -
Setelah seminggu sepi dari aktivitas suksesi bupati dan
menjelang memasuki penjaringan tahap I, DPC PDI Perjuangan
Selasa (12/11) mendatang merencanakan akan membahas tiga
agenda penting. Rapat yang menurut rencana akan melibatkan
pengurus DPC, PAC dan Tim Lima itu, diharapkan bisa
berlangsung tepat pada waktunya dan tidak mengalami
penundaan lagi. Demikian diungkapkan Ketua DPC PDI-P
Gianyar Agus Mahayastra, Jumat (8/11) kemarin. Kata dia,
ada tiga agenda penting yang akan dibahas. Pertama,
menuntaskan permasalahan yang terjadi, berkaitan dengan
belum disahkannya musyawarah ranting (musting) di tiga
tempat. Kedua, menyikapi imbauan DPD yang menyarankan para
calon agar tidak ikut terlibat dalam Tim Lima. Ketiga,
penyampaian hasil rapat anak cabang. Meski ada
kekhawatiran rapat tersebut akan berlangsung tegang, ia
menjamin tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Agus Mahayastra berasumsi, mereka yang diundang itu akan
lebih mengutamakan kepentingan partai ketimbang
kepentingan pribadi. Cuma pendapat Agus Mahayastra berbeda
jauh dengan beberapa rekannya sesama kader partai
berlambang kepala banteng gemuk dalam lingkaran itu.
Mereka yang tidak mau disebutkan namanya itu yakin rapat
akan berlangsung tegang. Sinyal ke arah sana katanya sudah
bisa dibaca dari penyelenggaraan musancabsus di beberapa
tempat. Seperti di Tampaksiring, ketegangan sudah terasa
ketika Agus Mahayastra ngotot menyatakan musting di
sejumlah tempat dinyatakan batal. Padahal DPD sendiri
menyarankan kader yang ingin menyalurkan aspirasi lewat
musancabsus diterima saja.
Pembahasan agar
calon tidak masuk Tim Lima juga diperkirakan akan alot.
Penyebabnya tidak lain Koordinator Tim Lima Nyoman Partha,
masuk sebagai balon wakil bupati berpasangan dengan
Nuastha. Karena baru sebatas instruksi, mungkin saja
statemen itu bisa menimbulkan pengertian ganda. Lanjut
sumber ini, kalau Nyoman Partha mundur dari Tim Lima,
mungkin tidak akan jadi masalah. Sebaliknya bila ia
bertahan sementara lawan politik menghendakinya mundur,
bisa diperkirakan akan terjadi perdebatan alot. (015)
|