Apartemen
28 Lantai
Terbakar--
21 Korban
Tewas
Beijing -
Gedung
berlantai 28
terletak
di
kota
padat
penduduk
Wenzhou,
Propinsi
Zhejiang,
Cina
Timur tertimpa
musibah.
Sekitar
pukul 08.20
pagi
Rabu (12/12) kemarin,
gedung
apartemen
Wenfu
Mansion yang dihuni
lebih
dari 200 orang
tiba-tiba
terbakar
hebat.
Musibah
ini menyebabkan 21
korban
tewas
dan
mencederai sejumlah
orang.
Kebakaran
yang berlangsung
selama
tiga jam tersebut
terlihat
benar-benar
spektakuler
karena
melalap sebuah
bangunan
tinggi
dan menurut
petugas
darurat sebanyak 213
orang
berhasil selamat.
Mei
Shangyin, jubir
pemerintah
lokal
menyebutkan,
api
menyebar
pada jam-jam
sibuk
di gedung yang
dimanfaatkan
untuk
aktivitas komersial
sekaligus
tempat
tinggal. Petugas
pemadam
kebakaran (PMK)
menyelamatkan 105 orang
yang terjebak
akibat
kepulan
asap tebal,
sementara 100
lainnya
dievakuasi dengan
baik
sesuai dengan
prosedur
keadaan
darurat. Selama
tiga jam
si jago
merah
mengamuk melumat
gedung
tersebut. "Saya
terperangkap
di
lantai enam
selama
dua jam, dan
diselamatkan
oleh PMK.
Saya
tidak berkutik
karena
kepulan
asap terlalu
tebal
membuat jarak
pandang
kabur dan
nafas
sesak sekali,"
tutur
korban Yang seperti
dikutip China News Service.
Departemen
PMK menyatakan,
api
berhasil
dipadamkan
dan
tidak ada
penghuni yang
ditinggalkan
di
gedung. "Semua
orang yang
terjebak
di
dalam berhasil
diselamatkan,"
jelas
petugas kepada
kantor
berita
Xinhua.
Ada
dua
belas pria
dan
sembilan wanita
tewas
karena
terjebak api
dan
terlalu banyak
menghirup
asap
beracun. Saksi
mata
menyebutkan
api
menjalar
dari
sebuah toko
bunga
di lantai
pertama
dan merayap
cepat
sekali menuju
pusat
rekreasi di
lantai
dua.
Namun
penyebab
dari
musibah ini
masih
dalam penyelidikan.
Totalnya
api
menelan
areal melebihi 1.270
meter persegi
dan 270
lebih petugas PMK
dimobilisasi
mengatasi
kemarahan
si jago
merah.
Dua orang
di toko
bunga
tewas,
sementara 19
lainnya
di pusat
rekreasi
karena
sesak napas.
Wenzhou
adalah
sebuah
kota
besar
di Propinsi
Zhejiang,
Cina
Timur.
Kawasan
ini
dipenuhi dengan
industri
untuk
ekspor dan
mengalami
perkembangan
pesat
setelah negeri
Tirai
Bambu mengadopsi
reformasi
ekonomi
kapitalis. Musibah
kebakaran
hebat
sering terjadi
di Cina
karena
kurangnya tingkat
kesadaran
akan
bahaya
api dan
prosedur
keamanan yang minim.
Tahun 2.000
sebanyak 311
orang
meregang nyawa
dalam
musibah kebakaran
di
sebuah hiburan
malam
di
kota
tengah
Luoyang.
Oktober
kemarin,
sebuah
toko sepatu
di
Propinsi
Fujian
juga
terbakar hingga 37
nyawa
melayang.
Dalam
semester pertama
tahun
ini, data pemerintah
memperlihatkan 898
orang
tewas
dan 488
cedera dalam 95.300
kasus
kebakaran. Data
ini
belum termasuk
dari
kebakaran hutan
atau
insiden yang terjadi
di
bidang pertambangan.
(ton/ap/afp)