kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 13 Desember 2007

 Ekuin


Merosot
, Anggaran Kesehatan dan Pertanian di Bangli

Bangli (Bali Post) -
Tahun
anggaran 2008 Kabupaten Bangli akan menggelontor anggaran besar terhadap KK miskin. Tidak saja mengandalkan APBD juga APBN melalui dana tugas pembantu yang diarahkan untuk kegiatan padat karya dan memperluas kesempatan kerja. Namun di bidang kesehatan, termasuk RSUD Bangli cuma dirancang sebesar Rp 22,7 milyar, padahal jika dibandingkan tahun 2007 besarnya Rp 24 milyar.

Begitu juga dengan anggaran pertanian dalam arti luas mengalami penurunan hampir Rp 2 milyar lebih. Tahun ini dianggarkan Rp 8 milyar lebih, sementara tahun lalu jumlahnya Rp 10 milyar lebih. Meski diibandingkan pos lain, sektor tersebut mendapat alokasi anggaran yang lebih besar.

Sementara untuk pengentasan penduduk dari kemiskinan sebagian besar program dan kegiatan pada dinas terkait diarahkan pada desa miskin guna menumbuhkembangkan industri. Demikian diungkapkan Wabup Bangli I Made Gianyar, S.H., M.Hum. Rabu (12/12) kemarin dalam sidang Jawaban Eksekutif terhadap Nota Keuangan RAPBD Bangli 2008.

Upaya pencepatan penuntasan KK miskin adalah memenuhi kebutuhan dasar dan pelayanan dasar bagi KK miskin. Meliputi bantuan dasar perumahan, perbaikan rumah, beras miskin, bea siswa bagi KK miskin. Selain itu dilakukan dengan lebih mempertajam program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui bantuan kepada kelompok masyarakat seperti usaha ekonomi desa, kelompok simpan pinjam, kelompok ternak, kelompok tani nelayan.

Menanggapi pertanyaan anggota Dewan tentang komposisi anggaran di bidang pendidikan, kesehatan dan pertanian jika dibandingkan dengan sektor lain pada RAPBD tahun 2008, dijelaskan untuk pendidikan, termasuk di dalamnya kantor perpustakaan dan arsip daerah di luar honor PTT dirancang sebesar Rp 26,165 milyar. Padahal APBD tahun 2007 sebesar Rp 20 milyar lebih. Sedangkan terjadinya anggaran defisit sebesar Rp 4,25 milyar akan ditutup dengan pembiayaan sejumlah yang sama berdasarkan selisih dari penerimaan pembiayaan dengan pengeluaran pembiayaan. Di mana  dalam rancangan APBD tahun 2008 penerimaan pembiayaan sebesar Rp 5 milyar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 750 juta. Penerimaan pembiayaan tersebut bersumber dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu. (kmb17)


 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)