Merosot,
Anggaran
Kesehatan
dan
Pertanian di
Bangli
Bangli
(Bali Post) -
Tahun
anggaran 2008
Kabupaten
Bangli
akan
menggelontor
anggaran
besar
terhadap KK miskin.
Tidak
saja mengandalkan
APBD juga APBN
melalui
dana
tugas
pembantu yang diarahkan
untuk
kegiatan padat
karya
dan memperluas
kesempatan
kerja.
Namun di
bidang
kesehatan, termasuk
RSUD Bangli
cuma
dirancang sebesar
Rp 22,7
milyar, padahal
jika
dibandingkan tahun
2007 besarnya
Rp 24
milyar.
Begitu
juga
dengan anggaran
pertanian
dalam
arti luas
mengalami
penurunan
hampir
Rp 2 milyar
lebih.
Tahun
ini
dianggarkan Rp 8
milyar
lebih, sementara
tahun
lalu jumlahnya
Rp 10
milyar lebih.
Meski
diibandingkan pos lain,
sektor
tersebut mendapat
alokasi
anggaran yang lebih
besar.
Sementara
untuk
pengentasan penduduk
dari
kemiskinan sebagian
besar program
dan
kegiatan pada
dinas
terkait
diarahkan pada
desa
miskin guna
menumbuhkembangkan
industri.
Demikian
diungkapkan
Wabup
Bangli I Made Gianyar,
S.H., M.Hum.
Rabu
(12/12) kemarin
dalam
sidang Jawaban
Eksekutif
terhadap
Nota
Keuangan RAPBD Bangli
2008.
Upaya
pencepatan
penuntasan KK
miskin
adalah memenuhi
kebutuhan
dasar
dan pelayanan
dasar
bagi KK miskin.
Meliputi
bantuan
dasar perumahan,
perbaikan
rumah,
beras miskin,
bea
siswa
bagi KK miskin.
Selain
itu
dilakukan dengan
lebih
mempertajam program
pemberdayaan ekonomi
masyarakat
melalui
bantuan kepada
kelompok
masyarakat
seperti
usaha ekonomi
desa,
kelompok simpan
pinjam,
kelompok ternak,
kelompok
tani
nelayan.
Menanggapi
pertanyaan
anggota
Dewan tentang
komposisi
anggaran
di
bidang pendidikan,
kesehatan
dan
pertanian jika
dibandingkan
dengan
sektor lain pada
RAPBD tahun 2008,
dijelaskan
untuk
pendidikan, termasuk
di
dalamnya
kantor
perpustakaan
dan
arsip daerah
di luar
honor PTT dirancang
sebesar
Rp 26,165 milyar.
Padahal
APBD tahun 2007
sebesar
Rp 20 milyar
lebih.
Sedangkan
terjadinya
anggaran
defisit
sebesar Rp 4,25
milyar
akan ditutup
dengan
pembiayaan sejumlah
yang sama
berdasarkan
selisih
dari penerimaan
pembiayaan
dengan
pengeluaran pembiayaan.
Di mana
dalam
rancangan APBD tahun
2008 penerimaan
pembiayaan
sebesar
Rp 5 milyar
dan
pengeluaran pembiayaan
sebesar
Rp 750 juta.
Penerimaan
pembiayaan
tersebut
bersumber
dari
sisa lebih
perhitungan
anggaran
tahun
lalu. (kmb17)