Presiden
Serahkan
Pohon
Damar ke
Bupati
Badung
Denpasar
(Bali Post) -
Peserta
Konferensi PBB
tentang
Perubahan Iklim (UNCCC)
dijamu
makan malam
di Lotus Pound GWK,
Selasa (11/12)
malam.
Acara tersebut
dihadiri
Presiden RI
Susilo
Bambang Yudhoyono
bersama
Ibu Ani
Yudhoyono.
Selain
Presiden juga
hadir
Sekjen PBB, Perdana
Menteri Australia,
beberapa
kepala
negara serta
beberapa
menteri.
Acara
yang dikemas
sebagai
bentuk penyambutan
resmi
Presiden
RI
kepada
peserta UNCCC tersebut
juga
diisi acara
penyerahan
pohon
damar oleh
Presiden,
Sekjen PBB
dan
beberapa kepala
negara
sahabat. Pada
kesempatan
ini,
Presiden menyerahkan
secara
simbolis pohon
damar
kepada Bupati
Badung A.A.
Gde
Agung, S.H. Penyerahan
secara
simbolis tersebut
nantinya
akan
ditindaklanjuti dengan
penyerahan
pohon
damar dengan
jumlah yang
besar
oleh salah
seorang
tokoh peduli
lingkungan,
dan
penanamannya akan
disebar
di tempat-tempat yang
memungkinkan
tumbuhnya
pohon
keras tersebut.
Menurut
Kabag
Humas dan
Protokol
Pemkab
Badung Drs. Putu
Eka
Merthawan, M.Si.,
pohon
damar termasuk
pohon
tahunan dengan
nama
latin Agathis
Lorantifolia.
Persyaratan
tumbuhnya
pohon
damar yakni
pada
ketinggian 500 sampai
1.500 meter di
atas
permukaan laut.
Untuk
di Propinsi
Bali
pohon
damar ditanam
di
hutan lindung
Batukaru,
Tabanan.
Sedangkan
di
Kabupaten Badung
pohon
damar ada
di
kawasan RTK 4 Kecamatan
Petang (hutan
lindung Bon).
Pohon
damar memiliki
fungsi
ekologi sebagai
konservasi
tanah
dan air. Selain
itu
pohon damar
memiliki
nilai
ekonomis sehingga
mampu
meningkatkan pendapatan
masyarakat
dengan
memanfaatkan getah
damar yang
diolah
menjadi minyak
terpentin
maupun
untuk perlengkapan
membatik (gonderungkem).
Diterimanya
pohon
damar tersebut,
menurut
Eka Merthawan,
sebagai
bentuk apresiasi
tinggi
dari Presiden
terhadap
lingkungan yang
ada di
Bali. Mulai
dari
kondisi inilah
diharapkan
tempat-tempat yang
kondisinya
gersang
dapat ditanami
pohon-pohon
penghijauan
sehingga
ke
depan Bali tidak
terancam
oleh
iklim yang sulit
diprediksi
datangnya
seperti
kondisi saat
ini.
Eka
Merthawan
mengakui
menjaga
kelestarian hutan
dan
lingkungan memang
menjadi
komitmen Pemkab
Badung.
Bupati beserta
jajarannya
selama
ini sangat
intens
di dalam
melaksanakan
gerakan
penanaman pohon.
Bahkan,
sebelumnya Bupati
Badung
juga mencanangkan
konservasi
secara
kontinu dengan
penanaman
hampir
puluhan ribu
tanaman
bakau. Bukan
hanya
di kawasan
hutan
bakau yang dihijaukan,
namun
di tempat-tempat
kritis
lainnya juga
dilaksanakan
penanaman
serentak. ''Langkah
ini
memang menjadi
komitmen
Bupati
di dalam
menjaga
kelestarian hutan
yang telah
ada
seperti hutan
lindung
di kawasan
Pucak
Mangu, Pucak Bon,''
jelasnya.
(r/*)