kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 13 Desember 2007

 Bali


Presiden
Serahkan Pohon Damar ke Bupati Badung

Denpasar (Bali Post) -
Peserta
Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim (UNCCC) dijamu makan malam di Lotus Pound GWK, Selasa (11/12) malam. Acara tersebut dihadiri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Ani Yudhoyono. Selain Presiden juga hadir Sekjen PBB, Perdana Menteri Australia, beberapa kepala negara serta beberapa menteri.

Acara yang dikemas sebagai bentuk penyambutan resmi Presiden RI kepada peserta UNCCC tersebut juga diisi acara penyerahan pohon damar oleh Presiden, Sekjen PBB dan beberapa kepala negara sahabat. Pada kesempatan ini, Presiden menyerahkan secara simbolis pohon damar kepada Bupati Badung A.A. Gde Agung, S.H. Penyerahan secara simbolis tersebut nantinya akan ditindaklanjuti dengan penyerahan pohon damar dengan jumlah yang besar oleh salah seorang tokoh peduli lingkungan, dan penanamannya akan disebar di tempat-tempat yang memungkinkan tumbuhnya pohon keras tersebut.

Menurut Kabag Humas dan Protokol Pemkab Badung Drs. Putu Eka Merthawan, M.Si., pohon damar termasuk pohon tahunan dengan nama latin Agathis Lorantifolia. Persyaratan tumbuhnya pohon damar yakni pada ketinggian 500 sampai 1.500 meter di atas permukaan laut. Untuk di Propinsi Bali pohon damar ditanam di hutan lindung Batukaru, Tabanan. Sedangkan di Kabupaten Badung pohon damar ada di kawasan RTK 4 Kecamatan Petang (hutan lindung Bon). Pohon damar memiliki fungsi ekologi sebagai konservasi tanah dan air. Selain itu pohon damar memiliki nilai ekonomis sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dengan memanfaatkan getah damar yang diolah menjadi minyak terpentin maupun untuk perlengkapan membatik (gonderungkem). 

Diterimanya pohon damar tersebut, menurut Eka Merthawan, sebagai bentuk apresiasi tinggi dari Presiden terhadap lingkungan yang ada di Bali. Mulai dari kondisi inilah diharapkan tempat-tempat yang kondisinya gersang dapat ditanami pohon-pohon penghijauan sehingga ke depan Bali tidak terancam oleh iklim yang sulit diprediksi datangnya seperti kondisi saat ini.

Eka Merthawan mengakui menjaga kelestarian hutan dan lingkungan memang menjadi komitmen Pemkab Badung. Bupati beserta jajarannya selama ini sangat intens di dalam melaksanakan gerakan penanaman pohon. Bahkan, sebelumnya Bupati Badung juga mencanangkan konservasi secara kontinu dengan penanaman hampir puluhan ribu tanaman bakau. Bukan hanya di kawasan hutan bakau yang dihijaukan, namun di tempat-tempat kritis lainnya juga dilaksanakan penanaman serentak. ''Langkah ini memang menjadi komitmen Bupati di dalam menjaga kelestarian hutan yang telah ada seperti hutan lindung di kawasan Pucak Mangu, Pucak Bon,'' jelasnya. (r/*)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)