kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Wage, 13 Desember 2007

 Bali


Prof. Winasa Ciptakan Mapping KK Miskin Elektronik
 

KIPRAH Posdayandu di tengah-tengah masyarakat Jembrana yang terbukti sukses untuk mengentaskan kemiskinan, rupa-rupanya memancing ide baru dari seorang Prof. Winasa. Kali ini kandidat cagub Bali 2008 ini berupaya memaksimalkan Posdayandu dengan memberi peran mengadakan mapping keluarga miskin, penduduk buta huruf, rawan gizi, ibu hamil, pengangguran dan tingkat pendidikan penduduk.

"Dengan demikian program kegiatan bisa terstruktur, jelas dan terarah," kata Prof. Winasa. Hal tersebut dikatakannya ketika menerima Tim Penggerak PKK, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Tim Pembina Gardu Sehati Kota Kediri serta Peserta Observasi Lapangan Diklatpim Pemkot Tanjung Pinang dan Pemkot Banjarbaru di Jembrana, Selasa (11/12).

Winasa menambahkan, ide ini terbersit ketika saya mempelajari pola mapping yang dilakukan oleh BKKBN dulu. Dulu, Penyuluh Lapangan KB tahu di mana ada orang hamil dan masuk bulan keberapa. "Saya modifikasi pola tersebut dengan menambahkan beberapa item yang perlu untuk menunjang program," jelas Winasa.

Mapping dilakukan untuk menyusun database sehingga program kegiatan bisa terarah. "Karena Jembrana tidak punya uang banyak, maka sasaran tembaknya harus tepat dan jelas, satu peluru harus mampu menembak satu orang," kata Winasa mengistilahkan pengelolaan anggaran harus dimanfaatkan dengan benar dan tepat.

"Ini prinsip orang miskin yang selalu berpikir bagaimana memanfaatkan uang. Beda dengan orang kaya yang berpikir bagaimana caranya menghabiskan uang," kata Winasa.

Lebih lanjut Winasa menjelaskan, pada mapping tersebut akan diberikan indikator warna yang menunjukkan tingkat permasalahan tersebut. "Kalau warna merah merupakan indikator persoalan tersebut harus segera diselesaikan, kuning dan terakhir hijau," kata Winasa.

Mapping ini dibuat elektronik yang mampu menunjukkan identitas seseorang secara detail. "Ini murni dikerjakan oleh penduduk Jembrana. Ini yang membanggakan saya selaku penduduk Jembrana," ujar Winasa.

Sebentar lagi mapping ini akan diintegrasikan ke dalam Simda (Sistem Informasi Manajemen Daerah) sehingga bisa diakses sampai ke Bupati selaku pemegang kebijakan. "Dengan demikian saya selaku pemegang kebijakan tahu berapa warna merah, kuning dan hijau. Nah, kalau ini sudah diketahui, sangat mudah bagi saya untuk mengambil kebijakan guna mengentaskan persoalan di masyarakat. Dengan demikian target MDGs Jembrana tahun 2010, saya yakin bisa dicapai," pungkas Winasa. (r/*)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)