Belasan
Pengacara
Siap
Bela Tjok
Artha
Gianyar
(Bali Post)-
Kesabaran
pasangan
kandidat
dari
Koalisi Rakyat
Gianyar (KRG), Ir.
Tjok
Oka Artha
Ardhana
Sukawati, M.Si.-Dewa
Made Sutanaya, S.H., (AS)
benar-benar
diuji.
Makin
dekat
dengan waktu
pelaksanaan
Pilkada
Gianyar, tindak
kecurangan
di
lapangan kian
merajalela.
Berdasarkan
laporan yang
masuk
ke
kantor KRG dan
AS Media Center, tindak
kecurangan yang
sangat
menonjol dan
banyak
dijumpai di
hampir
semua wilayah
Kabupaten
Gianyar
adalah intimidasi
yang dilakukan
melalui
perangkat desa.
Ketua
KRG Dauh
Widjana
dan Ketua AS Media
Center Widiana
Kepakisan
mengakui
bahwa
pihaknya sangat
kesulitan
untuk
mendapatkan bukti-bukti
materiil
tindak
kecurangan tersebut,
karena
memang dilakukan
secara
terorganisir dan
rapi.
Tetapi
kami
memiliki banyak
saksi yang
mengetahui
persis
tindak kecurangan
tersebut,
tandas
Dauh di
Kantor KRG.
Intimidasi
ini
biasanya menimpa
para
pendukung fanatik AS,
baik
itu masyarakat
awam
maupun para
prajuru.
Beberapa
relawan AS
mengaku
menerima ancaman
melalui
telepon dari
orang
tidak dikenal yang
melarang
untuk
melakukan penggalangan
massa
untuk AS,
dengan
disertai ancaman.
Kasus
intimidasi
ini
sebenarnya sudah
berlangsung
cukup lama.
Belakangan,
intensitasnya
makin
meningkat. Bahkan
sejumlah
relawan AS
terpaksa
harus
berpura-pura mendukung
kandidat
lain demi
keselamatan
dirinya.
Selain
dilakukan
melalui model
pemberian
bantuan
juga adanya
gerilya yang
dilakukan
oleh
oknum pendukung
kandidat lain
ke
rumah-rumah penduduk,
terutama
para
tokoh yang dianggap
memiliki
massa.
''Kami
sangat
yakin, model kecurangan
ini
akan meningkat
seiring
dengan makin
dekatnya
pelaksanaan
Pilkada,''
jelas
Dauh.
Menyikapi
hal ini,
Dewa
Sutanaya menyerukan
kepada
para pendukung AS
untuk
tidak menyerah.
Selama
yang dilakukannya
demi
kebaikan dan
tidak
melanggar ketentuan.
Masyarakat
tidak
perlu takut
untuk
melakukannya.
Sementara
itu Tim
Advokasi AS juga
telah
mempersiapkan
langkah-langkah strategis.
Menurut
Ketuanya, Pasek
Suardika, S.H.,
sudah
belasan advokat
handal
siap membela AS
dalam
menegakkan keadilan
dan
kebenaran. Seperti
halnya
Dewa Sutanaya,
Pasek
juga secara
terbuka
menyerukan kepada
massa
pendukung AS
untuk
tidak gentar
memperjuangkan
perubahan
Gianyar.
Jangan
takut
terhadap intimidasi.
Kita harus
berani
melakukan perlawanan.
Bila
tidak, mereka
akan
makin
merajalela. (r/*)