Premium Masih
Langka..
Eceran
Capai
Rp 15.000/Botol
Mataram
(Suara NTB) -
Masyarakat
terlihat
panik
dengan kelangkaan
Bahan
Bakar Minyak (BBM)
jenis premium
di Kota
Mataram.
Di
seluruh SPBU yang
ada di
Kota Mataram
dan
daerah lain di NTB,
antrean
panjang kendaraan
bermotor
sejak
pagi (subuh)
hingga
Senin (7/8) malam
kemarin
tidak bisa
dihindari.
Bahkan,
di
tingkat eceran,
premium dijual
Rp 15.000 per
botol.
Dampak
sulitnya
memproleh premium,
sejumlah
pemilik
kendaran roda
dua
terpaksa menuntun
kendaraannya
ke SPBU
atau pengecer
terdekat,
karena
kehabisan bahan
bakar.
Tidak
hanya itu,
sejumlah
pemilik
mobil dan
sepeda motor
rela
menginap di SPBU
untuk
memperoleh bahan
bakar
itu.
Sekitar
pukul 09.00
wita
kemarin, secara
serentak
Pertamina Depot
Ampenan,
memasok premium
ke
seluruh SPBU yang ada
di
wilayah Kota Mataram.
Sudah
dapat
dipastikan antrean
panjang
hingga ratusan meter
terjadi.
Seperti
di SPBU
Karang Jangkong
Mataram,
antrean
panjang kendaraan
bermotor --
baik
roda dua,
roda
empat maupun
pemilik
jerigen di
dua
sisi badan
jalan yang
panjangnya
mencapai
ratusan meter.
Kendati
di SPBU tersebut
pasokan
dari Depo
Pertamina
Ampenan,
datang jam 09.00
kemarin.
Namun,
stok BBM
di SPBU yang
ada tak
tahan lama,
karena
langsung diserbu
pembeli
dan stok
hanya
bisa bertahan
hingga
pukul 16.30.
Sebagaimana
terjadi
di SPBU Karang
Jangkong
dan SPBU
lainnya,
stok BBM
sudah
habis pukul 16.30
wita
kemarin.
Begitu
pasokan
habis, tidak
tampak
antrean panjang
kendaraan
bermotor,
dan
pengendara lebih
memilih
pulang.
Namun,
terdapat
beberapa
kendaraan
roda
empat yang terpaksa
menginap,
karena
kehabisan bahan
bakar.
Antrean
panjang
juga terlihat
di SPBU
Kekalik depan
Taman
Budaya Mataram.
Akibatnya,
arus
lalu lintas
macet.
Polisi
pun terpaksa
mengalihkan
arus
lalu lintas
pada
satu ruas
jalan,
karena badan
jalan
dipadati antrean
kendaraan.
Sama
halnya
di SPBU Primkopal TNI
AL Ampenan,
antrean
panjang khususnya
roda
empat mulai
terlihat
dari
Lapangan Gajah
Mada
Polda NTB yang jaraknya
kurang
lebih satu kilometer.
Pasokan
BBM di SPBU pun
tak
bertahan lama.
Panjangnya
antrean
di seluruh SPBU
membuat
beberapa pemilik
kendaraan
bermotor --
khususnya
roda
dua, terpaksa
membeli
bensin di
eceran yang
harga per
liternya
mencapai
Rp 15.000
dari
harga Rp 4.500 per
liter.
Mereka
rela
membeli bensin
mahal,
ketimbang pekerjaannya
tertunda.
Di
Loteng
Panik
Kelangkaan
premium juga
terjadi
di Lombok
Tengah (Loteng).
Masyarakat
pun panik
khawatir
tidak
kebagian BBM, sehingga
mereka
berbondong-bondong
mendatangi SPBU hingga
menimbulkan
antrean
panjang. SPBU
Praya
dan Batujai
dipadati
warga
sejak pagi
kendati
pasokan belum
datang.
Kepala
SPBU Praya
Baiq
Hj.Sujanah yang dikonfirmasi
Suara NTB
mengakui
bahwa
kelangkaan premium karena
stok
menipis.
Hal ini
diperparah
lagi
dengan turunnya
jatah premium
untuk SPBU
di
Loteng, khususnya
Praya.
Biasanya
katanya, SPBU
Praya
menerima pasokan
rata-rata 25 KL per hari.
Namuns
ejak
dua hari
terakhir,
jatah
dikurangi dan
hanya
diterima 10 KL.
''Jatah
dikurangi,
sementara
kebutuhan
masyarakat
sangat
besar.
Ini
yang membuat
stok premium
cepat
habis dan
masyarakat
harus
mengantre,'' katanya.
Untung
katanya, SPBU
Praya
mendapat titipan
premium milik
Polri.
Sehingga
untuk
mengatasi keterbatasan
persediaan,
stok
titipan itu
dijual
dan nantinya
akan
diganti
ketika pasokan
datang.
Menanggapi
kelangkaan BBM
di
daerah ini,
Wakil
Gubernur NTB, Drs. H. Bonyo
Thamrin
Rayes enggan
berkomentar
banyak.
Masalah
kelangkaan BBM
diketahuinya
pagi
kemarin, karena
baru
kembali dari
Kendari,
Sulawesi
Tenggara.
Menurut
Wagub, kemungkinan
kelangkaan BBM
akibat
distribusi yang kurang
lancar.
(ham/kir)