kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Pon, 25 Juli 2006

 Mimbar Hindu


Menggali Pesan Strategis dalam Konflik

KONFLIK, kalau tidak di-manage dengan baik dapat menampilkan wajah yang mengerikan. Konflik dapat membawa manusia hidup dendam turun-temurun. Konflik dapat menimbulkan perang yang menghancurkan sendi-sendi kemanusiaan dan kebudayaan. Tetapi ada juga konflik yang membersihkan debu-debu hitam angkara murka yang menimbun mutiara Dharma. Karena itu konflik dapat menegakkan nilai-nilai kebenaran yang sempat terkubur oleh berbagai langkah yang menyimpang dari kebenaran. Tentunya konflik itu sudah merupakan kelanjutan dari proses merintis dan mencoba. Karena dua proses itu tidak berhasil menyadarkan pihak-pihak yang mengubur Dharma memang konflik sangat sulit dihindari. Jadi konflik itu sesungguhnya keadaan yang terpaksa. Karena Dharma atau kebenaran lebih tinggi nilainya dari pada rukun dan damai.

Karena alasan untuk menegakkan Dharma kadang-kadang sikap-sikap yang keras bahkan kadang-kadang kasarpun akan tampil diluar kontrol. Itu pun karena keadaan yang terpaksa. Tidak ada manusia normal yang merasa enak kalau bersikap keras dan kadang-kadang terpaksa kasar. Hal itu dilakukan karena terpaksa, karena jalan yang halus lembut, sabar dan etis estetis tidak banyak menampakan hasil berupa perobahan menuju jalan yang benar. Sesungguhnya yang ideal, kita tidak boleh kehabisan kesabaran dalam mengatasi konflik. Upaya yang dilakukan dengan penuh kesabaran memang lebih lambat mencapai hasil. Namun, dampaknya jauh lebih ringan daripada ditempuh dengan cara-cara konflik apa lagi yang menjurus pada adu fisik yang menimbulkan dendam kesumat.

Kalau konflik telanjur terjadi yang harus dilakukan mengambil hikmah dari konflik itu. Galilah pesan-pesan strategis dari konflik tersebut. Pesan-pesan strategis itu akan kita dapatkan dari kedua belah pihak. Hendaknya diupayakan mencari hal yang paling substansial yang menjadi sumber konflik itu. Dari kedua belah pihak pasti ada pesan-pesan strategis yang dapat kita ketemukan dalam proses konflik itu. Semua pesan itu akan menjadi guru yang sangat berharga untuk menata hidup ke depan.

Ada pesan strategis yang patut dilakukan untuk hari-hari berikutnya dalam rangka menegakkan kebenaran. Ada pesan strategis yang patut diperhatikan untuk tidak dilakukan di masa yang akan datang agar jangan memicu konflik dan semakin menjauhi kebenaran. Karena itu konflik yang sudah telanjur menjadi kenyataan tidak perlulah dihujat-hujat. Kalau kita hujat akan memperbanyak orang yang terlibat dalam konflik itu. Karena yang dihujat pun pasti punya argumentasi-argumentasi yang mendasar mengapa sampai terlibat dalam konflik. Karena itu sebaiknya kita tidak ikut memperkeruh konflik tersebut. Dengan demikian berbagai kesalahan yang memicu konflik dapat dihindari di masa-masa yang akan datang.

Setiap orang sebaiknya tidak mudah putus asa dalam menghadapi berbagai hal yang masih potensial menjadi sumber konflik. Sabar dan berhati-hati dalam hal ini tidak berarti lamban, apalagi sampai tidak berbuat apa-apa. Kita harus cepat tetapi tidak tergesa-gesa. Hati-hati tetapi tidak jelimet dan bertele-tele. Lebih-lebih menyangkut masalah agama dan harga diri seseorang atau kelompok. Banyak ilmu yang harus disinergikan di sini. Dengan melangkah rasional seperti itu dan tidak pernah lupa berdoa pada Tuhan kita yakin Tuhan akan menunjukkan jalan terbaik kepada umat-Nya yang berusaha dan berdoa.

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)