Premiun Rp 20 Ribu per Botol di Dompu
Dompu (Suara NTB)-
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di
Kabupaten Dompu berlanjut hingga Senin (24/7) kemarin.
Kelangkaan bahan bakar yang satu ini dimanfaatkan
pengecer untuk memperoleh keuntungan berlipat. Jika
sebelumnya per botol seharga Rp 10.000, kemarin premium
di Dompu menembus harga Rp 20 ribu per botol.
Langkanya premium yang berdampak pada
naiknya harga di tingkat pengecer dikeluhkan sejumlah
pemilik kendaraan. ''Kalau dijual Rp 8 ribu per botol
mungkin kami sanggup bayar, tapi ini dijual dengan harga
yang cukup tinggi dan di depan SPBU,'' kata salah
seorang pemilik sepeda motor asal Simpasai yang enggan
menyebutkan namanya, Senin (24/7) kemarin kepada Suara
NTB.
Hasil pantauan Suara NTB, Senin kemarin
menunjukkan sekitar pukul 13.15 wita terlihat beberapa
anak kecil sengaja menjajakan premium dengan botol
kepada pemilik kendaraan yang sedang mengantri dan yang
datang ke SPBU. Penjajaan ini terkadang dilakukan secara
transparan dan juga dilakukan dengan sembunyi dengan
cara menyimpan premium dalam botol di balik bajunya.
Anak kecil itu lalu menawarkan premium seharga Rp 10
ribu per botol ukuran satu liter.
Kepada Suara NTB, beberapa anak mengaku,
premium yang dijajakannya itu diperoleh orang tuanya di
SPBU Bima. Adapula yang mengaku diperoleh di SPBU Dompu
sesaat setelah datangnya mobil tanki. ''Bensin ini
dibeli bapak saya di Bima,'' paparnya.
Sementara di SPBU yang stok premiumnya
habis sejak pukul 11.30 wita, terlihat ratusan kendaraan
bermotor antre hingga memadati SPBU di Dompu. Demikian
pula dengan puluhan kendaraan roda empat seperti,
angkutan umum, kendaraan pribadi dan kendaraan dinas.
Hanya, panjang antrian kendaraan di SPBU, Senin kemarin
tidak sepanjang dan sepadat antrian pada Minggu (23/7)
lalu. Aparat yang berjaga-jaga tak terlihat di antara
antrean panjang itu.
Terkait dengan banyaknya premium yang
dijual dengan botol dengan harga Rp 10.000 di depan SPBU,
Kepala SPBU Dompu, Abraham Tong kepada Suara NTB mengaku,
selama berkurangnya pasokan premium untuk SPBU Dompu
sejak Rabu (19/7) lalu, pihaknya tidak melayani
pembelian dengan jirgen.
''Kalaupun ada, mereka menggunakan jirgen
berukuran kecil untuk memasok kendaraan yang sudah macet
di jalan saat menuju ke SPBU. Tapi, sudah menjadi hal
yang lumrah sejak dahulu, ketika BBM langka, kendaraan
yang antri terkadang disedot kembali di luar SPBU untuk
dijual dengan harga mahal pada yang membutuhkan,'' kata
Abraham.
Pasokan premium di SPBU Dompu oleh Depot
Pertamina Bima mulai dikurangi sejak Rabu (19/7) lalu.
Dari kebutuhan 30 KL per hari, yang dilayani hanya 10 KL.
Pada Minggu (23/7) lalu SPBU Dompu mendapatkan pasokan
premium dari Depot Bima 10 KL, sedangkan pada sore hari
diperoleh dari Depot Pertamina Sumbawa sebanyak 5 KL.
Semua pasokan premium itu, ujar Abraham habis hanya
dalam waktu 3,5 jam. Begitu pula halnya pada Senin
kemarin, sebanyak 10 KL premium habis terdistribusikan
dalam waktu 3,5 jam.
Menurut Abraham, langkanya BBM
dikarenakan terlambatnya kapal tanker menyandar, akibat
buruknya cuaca laut. Diperkirakan, pasokan premium ke
SPBU akan kembali normal pada hari ini, Selasa. ''Kemungkinan
akan kembali normal saat pelayanan hari ini,'' ujar
Abraham. (ula)