kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Pon, 25 Juli 2006

 Nusatenggara


Premiun Rp 20 Ribu per Botol di Dompu
 

Dompu (Suara NTB)-
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di Kabupaten Dompu berlanjut hingga Senin (24/7) kemarin. Kelangkaan bahan bakar yang satu ini dimanfaatkan pengecer untuk memperoleh keuntungan berlipat. Jika sebelumnya per botol seharga Rp 10.000, kemarin premium di Dompu menembus harga Rp 20 ribu per botol.

Langkanya premium yang berdampak pada naiknya harga di tingkat pengecer dikeluhkan sejumlah pemilik kendaraan. ''Kalau dijual Rp 8 ribu per botol mungkin kami sanggup bayar, tapi ini dijual dengan harga yang cukup tinggi dan di depan SPBU,'' kata salah seorang pemilik sepeda motor asal Simpasai yang enggan menyebutkan namanya, Senin (24/7) kemarin kepada Suara NTB. 

Hasil pantauan Suara NTB, Senin kemarin menunjukkan sekitar pukul 13.15 wita terlihat beberapa anak kecil sengaja menjajakan premium dengan botol kepada pemilik kendaraan yang sedang mengantri dan yang datang ke SPBU. Penjajaan ini terkadang dilakukan secara transparan dan juga dilakukan dengan sembunyi dengan cara menyimpan premium dalam botol di balik bajunya. Anak kecil itu lalu menawarkan premium seharga Rp 10 ribu per botol ukuran satu liter.  

Kepada Suara NTB, beberapa anak mengaku, premium yang dijajakannya itu diperoleh orang tuanya di SPBU Bima. Adapula yang mengaku diperoleh di SPBU Dompu sesaat setelah datangnya mobil tanki. ''Bensin ini dibeli bapak saya di Bima,'' paparnya.

Sementara di SPBU yang stok premiumnya habis sejak pukul 11.30 wita, terlihat ratusan kendaraan bermotor antre hingga memadati SPBU di Dompu. Demikian pula dengan puluhan kendaraan roda empat seperti, angkutan umum, kendaraan pribadi dan kendaraan dinas. Hanya, panjang antrian kendaraan di SPBU, Senin kemarin tidak sepanjang dan sepadat antrian pada Minggu (23/7) lalu. Aparat yang berjaga-jaga tak terlihat di antara antrean panjang itu. 

Terkait dengan banyaknya premium yang dijual dengan botol dengan harga Rp 10.000 di depan SPBU, Kepala SPBU Dompu, Abraham Tong kepada Suara NTB mengaku, selama berkurangnya pasokan premium untuk SPBU Dompu sejak Rabu (19/7) lalu, pihaknya tidak melayani pembelian dengan jirgen.

''Kalaupun ada, mereka menggunakan jirgen berukuran kecil untuk memasok kendaraan yang sudah macet di jalan saat menuju ke SPBU. Tapi, sudah menjadi hal yang lumrah sejak dahulu, ketika BBM langka, kendaraan yang antri terkadang disedot kembali di luar SPBU untuk dijual dengan harga mahal pada yang membutuhkan,'' kata Abraham.

Pasokan premium di SPBU Dompu oleh Depot Pertamina Bima mulai dikurangi sejak Rabu (19/7) lalu. Dari kebutuhan 30 KL per hari, yang dilayani hanya 10 KL. Pada Minggu (23/7) lalu SPBU Dompu mendapatkan pasokan premium dari Depot Bima 10 KL, sedangkan pada sore hari diperoleh dari Depot Pertamina Sumbawa sebanyak 5 KL. Semua pasokan premium itu, ujar Abraham habis hanya dalam waktu 3,5 jam. Begitu pula halnya pada Senin kemarin, sebanyak 10 KL premium habis terdistribusikan dalam waktu 3,5 jam. 

Menurut Abraham, langkanya BBM dikarenakan terlambatnya kapal tanker menyandar, akibat buruknya cuaca laut. Diperkirakan, pasokan premium ke SPBU akan kembali normal pada hari ini, Selasa. ''Kemungkinan akan kembali normal saat pelayanan hari ini,'' ujar Abraham. (ula) 


Klik di Sini
 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)