kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Pon, 25 Juli 2006

 Nusantara


Warga Jadi Pemulung

Pangandaran (Bali Post) -
Bencana tsunami membawa pekerjaan baru bagi warga Pangandaran. Pekerjaan memulung puing menjadi pilihan bagi masyarakat yang kehilangan mata pencariannya karena bencana tsunami. Saat ditemui Bali Post, Senin (24/7) kemarin, Suroso yang sehari-hari bekerja menarik becak berada di tengah onggokan puing. 

Bali Post/sep
PEMULUNG - Puluhan warga Pengandaran kini menjadi pemulung.

Dari pengamatan Bali Post, puing-puing yang diangkut oleh truk pengangkut dibuang di bibir sepanjang pantai Pangandaran. Dari puing itu, para pemulung mengais barang-barang yang masih dapat digunakan. Hari itu, Suroso dengan becaknya khusus mengais kayu. Kayu itu digunakan sendiri oleh dia untuk memasak.  

''Hari ini, saya mengambil kayu untuk dijadikan kayu bakar, lumayan mas,'' katanya.  

Tumpukan kayu tampak memenuhi becak Suroso yang siap diangkut ke rumahnya. Jika kayu sudah cukup, Suroso mengatakan akan memulung barang lain untuk dijual kepada pengumpul yang telah stand by di lokasi pembuangan puing. Semua barang pasti diterima pengumpul asal layak jual.  

Kegundahan hati Suroso hari itu, ditumpahkan bapak dua orang anak ini kepada Bali Post. Ia mengatakan, untuk saat ini ia hanya mengandalkan makanan pemberian yang diberikan oleh relawan dan pemerintah daerah. Ke depan, katanya, pekerjaan menarik becak akan ia tinggalkan karena tidak ada lagi aktivitas di pantai Pangadaran yang selama ini menjadi tumpuan hidupnya. ''Saya akan ke Bandung ikut kakak saya menjadi kuli bangunan,'' katanya.  

Kesibukan lain terlihat dari seorang pengumpul puing. Ibu Rominah terlihat sibuk mencatat tiap puing yang ditimbang. Usai ditimbang dan diangkut ke truk, Ibu Rominah mencatatnya berapa jumlah barangnya dan siapa pemulung yang mengangkutnya. Puing-puing yang ditampung Ibu Rominah kebanyak besi dan plastik, karena puing berupa kayu digunakan sendiri oleh pemulung untuk dijadikan kayu bakar.

Bencana tsunami ditangkap Ibu Rominah sebagai celah rezeki. Di hari awal tsunami, ia langsung tanggap mencari modal dan truk pengangkut untuk mengumpulkan puing dan menjualnya kembali. (kmb4)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)