Warga Jadi Pemulung
Pangandaran (Bali Post) -
Bencana tsunami membawa pekerjaan baru bagi warga
Pangandaran. Pekerjaan memulung puing menjadi pilihan
bagi masyarakat yang kehilangan mata pencariannya karena
bencana tsunami. Saat ditemui Bali Post, Senin (24/7)
kemarin, Suroso yang sehari-hari bekerja menarik becak
berada di tengah onggokan puing.

Bali Post/sep
PEMULUNG - Puluhan warga Pengandaran kini menjadi
pemulung.
Dari pengamatan Bali Post, puing-puing yang diangkut
oleh truk pengangkut dibuang di bibir sepanjang pantai
Pangandaran. Dari puing itu, para pemulung mengais
barang-barang yang masih dapat digunakan. Hari itu,
Suroso dengan becaknya khusus mengais kayu. Kayu itu
digunakan sendiri oleh dia untuk memasak.
''Hari ini, saya mengambil kayu untuk dijadikan kayu
bakar, lumayan mas,'' katanya.
Tumpukan kayu tampak memenuhi becak Suroso yang siap
diangkut ke rumahnya. Jika kayu sudah cukup, Suroso
mengatakan akan memulung barang lain untuk dijual kepada
pengumpul yang telah stand by di lokasi pembuangan puing.
Semua barang pasti diterima pengumpul asal layak jual.
Kegundahan hati Suroso hari itu, ditumpahkan bapak dua
orang anak ini kepada Bali Post. Ia mengatakan, untuk
saat ini ia hanya mengandalkan makanan pemberian yang
diberikan oleh relawan dan pemerintah daerah. Ke depan,
katanya, pekerjaan menarik becak akan ia tinggalkan
karena tidak ada lagi aktivitas di pantai Pangadaran
yang selama ini menjadi tumpuan hidupnya. ''Saya akan ke
Bandung ikut kakak saya menjadi kuli bangunan,'' katanya.
Kesibukan lain terlihat dari seorang pengumpul puing.
Ibu Rominah terlihat sibuk mencatat tiap puing yang
ditimbang. Usai ditimbang dan diangkut ke truk, Ibu
Rominah mencatatnya berapa jumlah barangnya dan siapa
pemulung yang mengangkutnya. Puing-puing yang ditampung
Ibu Rominah kebanyak besi dan plastik, karena puing
berupa kayu digunakan sendiri oleh pemulung untuk
dijadikan kayu bakar.
Bencana tsunami ditangkap Ibu Rominah sebagai celah
rezeki. Di hari awal tsunami, ia langsung tanggap
mencari modal dan truk pengangkut untuk mengumpulkan
puing dan menjualnya kembali.
(kmb4)