kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Pon, 25 Juli 2006

 Ekonomi


Terancam Gagal, Target Pertumbuhan Ekonomi 2006
 

Jakarta (Bali Post) -
Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah mengingatkan target pertumbuhan ekonomi tahun 2006 terancam gagal, jika penyaluran kredit selama 2006 tak mencapai sasaran 18 persen. ''Kalau tidak bisa mencapai itu (target pertumbuhan kredit) barangkali agak susah mencapai target,'' katanya di Jakarta, Senin (24/7) kemarin.

Target pertumbuhan ekonomi menurut BI adalah sebesar 5,7 persen dan pemerintah mencanangkan 5,9 persen dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2006. Menurut Burhanuddin, angka pertumbuhan kredit 18 persen sudah dianggap mampu untuk mencapai tingka pertumbuhan ekonomi yang diinginkan. Itu pun, katanya, bisa dicapai jika semua proses upaya peningkatan pertumbuhan kredit bisa berjalan.

Ia mengakui, realisasi kredit sampai Mei 2006  sangat rendah yakni hanya mencapai 2,4 persen atau sekitar Rp 14,2 trilyun. Untuk itu,  BI akan melakukan sejumlah upaya agar sisa waktu pada semester II bisa lebih banyak digunakan bank untuk  aktif menyalurkan kredit.

Dalam waktu dekat, tegas Burhanuddin, BI akan meminta bank-bank untuk mengkaji ulang kebijakan dan menyusun kembali business plan perusahaan. ''Dan, kita akan mengumpulkan itu. Nanti satu per satu akan kita lihat. Kita tanyakan hambatan dan lain sebagainya,'' jelasnya. Sehingga, sambungnya, pada akhir bulan ini diharapkan akan ada review dan hasil business plan bank yang baru untuk tahun 2006.

Ditanya apakah sasaran 18 persen itu akan direvisi, Burhanuddin tidak menyebutkan. ''Saya masih berharap semester kedua ini masih cepat agar bisa menopang pertumbuhan ekonomi,'' katanya.

Sebelumnya, Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono menjelaskan, salah satu faktor yang mempengaruhi penyaluran kredit adalah kondisi perekonomian itu sendiri apakah bisa menyerap ekspansi kredit yang lebih besar atau tidak. BI memperkirakan pada triwulan III dan IV perekonomian akan terus meningkat sehingga pertumbuhan kredit bisa seperti yang ditargetkan.

Sementara Deputi Gubernur BI Maman Somantri mengatakan, pertumbuhan kredit yang sempat melambat pada triwulan I, mulai memperlihatkan pertumbuhan kredit yang membaik yakni sampai Mei 2006  telah mencapai Rp 14,2 trilyun atau 2,4 persen. Sehingga posisi kredit pada akhir Mei 2006 menjadi Rp 747,6 trilyun.

Dikatakannya, untuk mencapai sasaran pertumbuhan kredit sebesar 18 persen tiap bulan harus ada kredit baru sebesar Rp 19 trilyun. Menurut Maman, peningkatan kredit juga ditandai dengan pulihnya fungsi intermediasi bank-bank BUMN, yang sebelumnya macet akibat tingginya angka kredit bermasalah (non-performing loan/NPL). (kmb2)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)