Digulirkan Dana Penguatan Modal Ekonomi Kerakyatan
Singaraja (Bali Post) -
Pemkab Buleleng telah berupaya untuk mendorong tumbuhnya
ekonomi kerakyatan pada sektor riil melalui dana
bergulir penguatan modal bagi pengusaha kecil. Sejauh
ini telah digulirkan dana Rp 648.500.000 dari APBD
Buleleng dan dana dari APBN Rp 2.350.000 untuk penguatan
modal KSP/USP Koperasi yang disalurkan kepada pengusaha
kecil, pedagang, petani dan lainnya yang semuanya
merupakan anggota koperasi.
Hal itu disampaikan Bupati Bagiada saat menyampaikan
jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi dalam sidang
laporan pertanggungjawaban APBD 2005 di Gedung DPRD
setempat, Senin (24/7) kemarin.
Selain soal penguatan modal, Bupati juga menjawab
perihal penanganan masyarakat miskin, yang sebelumnya
dilontarkan oleh Fraksi PDIP. Bupati memaparkan
penanganan terhadap masyarakat miskin telah dilaksanakan
melalui program jaminan pemeliharaan kesehatan
masyarakat miskin (JPKMM). Tujuannya untuk meningkatkan
akses dan mutu pelayanan masyarakat miskin, dan
masyarakat tidak mampu yang membutuhkan pelayanan
kesehatan.
Tentang pemberdayaan petani sebagaimana disampaikan
Fraksi Partai Golkar, Bupati menjawab pembangunan di
Kabupaten Buleleng memprioritaskan pada bidang ekonomi
termasuk pertanian. Selain itu, juga diarahkan untuk
keseimbangan antara satu sektor dengan sektor lainnya
yang saling bersinergi untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.
Dalam penyampaian tanggapannya di depan anggota DPRD
Buleleng dan pejabat eksekutif lainnya, Bupati Putu
Bagiada juga memaparkan sesungguhnya realisasi PAD telah
melampaui target sebesar 104,60 persen dari rencana PAD
setelah perubahan Rp 21,868 milyar lebih, sebagaimana
disepakati bersama antara eksekutif dan legislatif yang
dituangkan dalam perda perubahan APBD tahun 2005.
(kmb15)