Pelunasan Utang IMF Diupayakan Tahun Ini
Jakarta (Bali Post) -
Pemerintah Indonesia akan mengupayakan sisa utang pada
Dana Moneter Internasional (IMF) dilunasi tahun 2006 ini.
Jika dana yang dimiliki negara dirasa mencukupi, rencana
pembayaran itu akan dilakukan pada Desember 2006.
''Kita lihat kalau uangnya cukup, ya... kita lunasi,''
kata Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah di
Jakarta, Senin (24/7) kemarin.
Namun, menurutnya, jika tahun ini dana simpanan kurang
mencukupi maka pembayaran akan ditunda enam bulan
berikutnya, atau sekitar pertengahan tahun 2007. Yang
jelas, pemerintah sudah bertekad akan menuntaskan semua
utangnya pada IMF pada 2007. ''Kita upayakan selama
dananya tersedia,'' tegasnya.
Dikatakannya, standar aman keuangan negara dilihat dari
berapa besar cadangan devisa bisa memenuhi kebutuhan
impor ditambah dengan pembayaran utang luar negeri.
Berdasarkan pengalaman pada pembayaran tahap I utang
Indonesia ke IMF, saat itu posisi cadangan adalah 4,7
bulan impor ditambah dengan pembayaran utang luar negeri.
Seperti diketahui, separuh utang Indonesia pada IMF
telah dibayarkan pada akhir Juni 2006 sebesar 3,76
milyar dolar AS. Pembayaran utang IMF tersebut telah
menyebabkan posisi cadangan devisa Indonesia merosot
hingga di posisi 40 milyar dolar AS dari sebelumnya 44
milyar dolar AS.
Keputusan pembayaran dua tahap dilakukan mengikuti
simulasi yang menyebutkan bila utang IMF dibayar
sekaligus maka cadangan devisa yang saat ini berjumlah
43,2 milyar dolar AS hanya mampu menanggung untuk 3,79
bulan impor dan pembayaran utang pemerintah. Sedangkan
bila dibayar dua tahap cadangan akan mencapai membiayai
4,18 bulan.
Selain karena cadangan Indonesia dinilai cukup,
keputusan percepatan pembayaran IMF ini karena Indonesia
sudah memiliki second liner of defence lain, yang
sebelumnya hanya mengandalkan IMF. Sesuai kesepakatan
Chiang May, Indonesia sudah dijanjikan cadangan siaga
sebesar 11 milyar dolar AS dari People Bank of China.
Rencana pembayaran utang IMF ini sempat dikhawatirkan
tertunda karena Menkeu mengungkapkan adanya kesepakatan
yang mengatakan bahwa utang JBIC sebesar 780 juta dolar
AS harus pula dilunasi, karena parel dengna pinjaman IMF.
Namun setelah ada kepastian bahwa JBIC tidak menuntut
pelunasan utang, maka pemerintah memutuskan pelunasan
itu. (kmb2)