kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Pon, 25 Juli 2006

 Ekonomi


Pelunasan Utang IMF Diupayakan Tahun Ini
 

Jakarta (Bali Post) -
Pemerintah Indonesia akan mengupayakan sisa utang pada Dana Moneter Internasional (IMF) dilunasi tahun 2006 ini. Jika dana yang dimiliki negara dirasa mencukupi, rencana pembayaran itu akan dilakukan pada Desember 2006.  ''Kita lihat kalau uangnya cukup, ya... kita lunasi,'' kata Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah di Jakarta, Senin (24/7) kemarin.

Namun, menurutnya, jika tahun ini dana simpanan kurang mencukupi maka pembayaran akan ditunda enam bulan berikutnya, atau sekitar pertengahan tahun 2007. Yang jelas, pemerintah sudah bertekad akan menuntaskan semua utangnya pada IMF pada 2007. ''Kita upayakan selama dananya tersedia,'' tegasnya.

Dikatakannya, standar aman keuangan negara dilihat dari berapa besar cadangan devisa bisa memenuhi kebutuhan impor ditambah dengan pembayaran utang luar negeri. Berdasarkan pengalaman pada pembayaran tahap I utang Indonesia ke IMF, saat itu posisi cadangan adalah 4,7 bulan impor ditambah dengan pembayaran utang luar negeri.

Seperti diketahui, separuh utang Indonesia pada IMF telah dibayarkan pada akhir Juni 2006 sebesar 3,76 milyar dolar AS. Pembayaran utang IMF tersebut telah menyebabkan posisi cadangan devisa Indonesia merosot hingga di posisi 40 milyar dolar AS dari sebelumnya 44 milyar dolar AS.

Keputusan pembayaran dua tahap dilakukan mengikuti simulasi yang menyebutkan bila utang IMF dibayar sekaligus maka cadangan devisa yang saat ini berjumlah 43,2 milyar dolar AS hanya mampu menanggung untuk 3,79 bulan impor dan pembayaran utang pemerintah. Sedangkan bila dibayar dua tahap cadangan akan mencapai membiayai 4,18 bulan.

Selain karena cadangan Indonesia dinilai cukup, keputusan percepatan pembayaran IMF ini karena Indonesia sudah memiliki second liner of defence lain, yang sebelumnya hanya mengandalkan IMF. Sesuai kesepakatan Chiang May, Indonesia sudah dijanjikan cadangan siaga sebesar 11 milyar dolar AS dari People Bank of China.

Rencana pembayaran utang IMF ini sempat dikhawatirkan tertunda karena Menkeu mengungkapkan adanya kesepakatan yang mengatakan bahwa utang JBIC sebesar 780 juta dolar AS harus pula dilunasi, karena parel dengna pinjaman IMF. Namun setelah ada kepastian bahwa JBIC tidak menuntut pelunasan utang, maka pemerintah memutuskan pelunasan itu. (kmb2)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)