kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Pon, 25 Juli 2006

 Bali


Enam SMK di Bangli Terancam Nganggur
 

Bangli (Bali Post) -
Hingga batas akhir penutupan siswa baru untuk SLTA, satu minggu lalu, enam sekolah menengah kejuruan (SMK) terancam nganggur, lantaran tidak dapat murid. Bahkan SMK 2 Kintamani sama sekali tidak ada siswa yang melamar.

Wakil Ketua DPRD Bangli I Nyoman Adnyana, S.H., M.M. Senin (24/7) kemarin, mengaku prihatin atas kenyataan ini. Dikatakan, ke depan pembangunan sekolah dalam konteks menjadikan Bangli sebagai kota pendidikan adalah baik, namun alur pikir pendirian sebuah sekolah harus ditunjang sekolah di jenjang bawah. Contohnya teknik mesin, dari TK hingga SLTA ada. Sehingga tidak asal buat sekolah. Perlu dilakukan kajian apakah minat siswa untuk sekolah di SMK tinggi. SMK perajin atau perikanan dibuka di Bangli karena ada danau dan banyak kolam. Ternyata ketika sekolah itu dibuka tidak dapat siswa. ''Inilah perlu kajian. Saya mengamati kebijakan yang dubuat tidak linear,'' ujarnya.

Disarankan, SMK yang telanjur dibangun dijadikan SMA saja. Sejumlah sekolah yang mengalami kelebihan murid bisa ditampung di tempat ini. Tak hanya fisik, karier guru yang telanjur ditugaskan di sekolah bersangkutan juga harus dipikirkan jangan sampai nganggur. Apalagi aturan seorang guru dituntut mengejar kredit poin dari jam mengajar yang diberikan. ''Bagaimana mereka mengejar pangkat dan kredit poin sementara siswa tidak punya,'' ujarnya.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Bangli Ir. A.A. Ngurah Samba mengakui penutupan pendaftaran siswa baru untuk tingkat SLTP di Bangli telah dilakukan 15 Juli 2006 lalu. Namun, penutupan itu baru dilakukan untuk pendaftaran melalui Dinas Pendidikan mengacu nilai UN. Sementara penerimaan langsung ke sekolah masih memungkinkan.

Angka sementara jumlah siswa SLTP yang tidak diterima sekolah negeri sebanyak 296 orang. Samba juga mengakui sebanyak enam sekolah SMK di Bangli miskin pelamar. Meliputi SMK 1 Susut yang membidangi pembangunan, hanya ada satu siswa yang melamar. SMK Kubu 9 orang, SMK 2 Kintamani nihil pelamar, SMK 1 Kintamani 8 orang, SMK 2 Bangli 2 orang, SMK Tamanbali 24 orang.

Terhadap kenyataan itu pihaknya masih akan melakukan pendataan dan sosialisasi dalam kurun waktu satu minggu. Data jumlah pelamar untuk SMK itu pun belumlah final. Masih ada kesempatan satu minggu untuk mengetahui secara jelas jumlah pelamar seluruh SMK di Bangli itu. (kmb17)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)