Enam SMK di Bangli Terancam Nganggur
Bangli (Bali Post) -
Hingga batas akhir penutupan siswa baru untuk SLTA, satu
minggu lalu, enam sekolah menengah kejuruan (SMK)
terancam nganggur, lantaran tidak dapat murid. Bahkan
SMK 2 Kintamani sama sekali tidak ada siswa yang melamar.
Wakil Ketua DPRD Bangli I Nyoman Adnyana, S.H., M.M.
Senin (24/7) kemarin, mengaku prihatin atas kenyataan
ini. Dikatakan, ke depan pembangunan sekolah dalam
konteks menjadikan Bangli sebagai kota pendidikan adalah
baik, namun alur pikir pendirian sebuah sekolah harus
ditunjang sekolah di jenjang bawah. Contohnya teknik
mesin, dari TK hingga SLTA ada. Sehingga tidak asal buat
sekolah. Perlu dilakukan kajian apakah minat siswa untuk
sekolah di SMK tinggi. SMK perajin atau perikanan dibuka
di Bangli karena ada danau dan banyak kolam. Ternyata
ketika sekolah itu dibuka tidak dapat siswa. ''Inilah
perlu kajian. Saya mengamati kebijakan yang dubuat tidak
linear,'' ujarnya.
Disarankan, SMK yang telanjur dibangun dijadikan SMA
saja. Sejumlah sekolah yang mengalami kelebihan murid
bisa ditampung di tempat ini. Tak hanya fisik, karier
guru yang telanjur ditugaskan di sekolah bersangkutan
juga harus dipikirkan jangan sampai nganggur. Apalagi
aturan seorang guru dituntut mengejar kredit poin dari
jam mengajar yang diberikan. ''Bagaimana mereka mengejar
pangkat dan kredit poin sementara siswa tidak punya,''
ujarnya.
Sementara itu, Kadis Pendidikan Bangli Ir. A.A. Ngurah
Samba mengakui penutupan pendaftaran siswa baru untuk
tingkat SLTP di Bangli telah dilakukan 15 Juli 2006 lalu.
Namun, penutupan itu baru dilakukan untuk pendaftaran
melalui Dinas Pendidikan mengacu nilai UN. Sementara
penerimaan langsung ke sekolah masih memungkinkan.
Angka sementara jumlah siswa SLTP yang tidak diterima
sekolah negeri sebanyak 296 orang. Samba juga mengakui
sebanyak enam sekolah SMK di Bangli miskin pelamar.
Meliputi SMK 1 Susut yang membidangi pembangunan, hanya
ada satu siswa yang melamar. SMK Kubu 9 orang, SMK 2
Kintamani nihil pelamar, SMK 1 Kintamani 8 orang, SMK 2
Bangli 2 orang, SMK Tamanbali 24 orang.
Terhadap kenyataan itu pihaknya masih akan melakukan
pendataan dan sosialisasi dalam kurun waktu satu minggu.
Data jumlah pelamar untuk SMK itu pun belumlah final.
Masih ada kesempatan satu minggu untuk mengetahui secara
jelas jumlah pelamar seluruh SMK di Bangli itu.
(kmb17)