kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Pon, 25 Juli 2006

 Bali


Penghasil Salak, Masyarakat Telaga Banyak yang Miskin

Amlapura (Bali Post) -
Bupati Karangasem I Wayan Geredeg saat puncak peringatan hari Keluarga Nasional (Harganas) dan hari Lanjut Usia (Lansia) se-Bali di Banjar Telaga, Sibetan, Karangasem, Senin (24/7) kemarin, mengakui masyarakat Sibetan khususnya di Telaga masih banyak yang miskin. Padahal desa itu sebagai penghasil salak yang sangat terkenal.

Geredeg menyampaikan hal itu di depan Sekprop Bali Drs. Nyoman Yasa yang mewakili Gubernur Bali. Dikatakan, banyak warga setempat masih miskin sebagai akibat hasil produksi salak kerap anjlok saat panen raya. Selama ini telah dilakukan berbagai upaya pascapanen salak seperti diolah menjadi keripik, salak kering, dodol, dan wine salak. Namun, semua itu tak serta merta menggembirakan dan meningkatkan pendapatan petani. Geredeg minta petani salak tak cepat berputus asa dengan membabat kebun salaknya. ''Mari kita berupaya bersama mencari jalan ke luar agar harga salak tak rutin jatuh tiap musim panen. Sampel wine salak sudah kami kirim dan dites lab. di Inggris. Hasilnya, wine salak Karangasem berkualitas dan cita rasanya paling baik. Tinggal kita melakukan promosi terus,'' katanya.

Dipilihnya Banjar Telaga, Sibetan di kawasan objek wisata agrosalak sebagai lokasi pusat peringatan Harganas di Bali tahun ini, kata Geredeg, guna memberi motivasi kepada masyarakat setempat untuk terus mengembangkan usaha olahan salak. Kegiatan yang diisi dengan pameran hasil pertanian, di antaranya berupa produk olahan salak itu juga diisi pelayanan kesehatan gratis. Banyak lansia di tempat itu tak mampu berobat ke rumah sakit.

Selain dihadiri Sekprop kegiatan itu juga dihadiri antara lain Bupati Bangli Nengah Arnawa dan perwakilan pejabat bupati/wali kota se-Bali. (013)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)