Penghasil Salak, Masyarakat Telaga Banyak yang Miskin
Amlapura (Bali Post) -
Bupati Karangasem I Wayan Geredeg saat puncak peringatan
hari Keluarga Nasional (Harganas) dan hari Lanjut Usia (Lansia)
se-Bali di Banjar Telaga, Sibetan, Karangasem, Senin
(24/7) kemarin, mengakui masyarakat Sibetan khususnya di
Telaga masih banyak yang miskin. Padahal desa itu
sebagai penghasil salak yang sangat terkenal.
Geredeg menyampaikan hal itu di depan Sekprop Bali Drs.
Nyoman Yasa yang mewakili Gubernur Bali. Dikatakan,
banyak warga setempat masih miskin sebagai akibat hasil
produksi salak kerap anjlok saat panen raya. Selama ini
telah dilakukan berbagai upaya pascapanen salak seperti
diolah menjadi keripik, salak kering, dodol, dan wine
salak. Namun, semua itu tak serta merta menggembirakan
dan meningkatkan pendapatan petani. Geredeg minta petani
salak tak cepat berputus asa dengan membabat kebun
salaknya. ''Mari kita berupaya bersama mencari jalan ke
luar agar harga salak tak rutin jatuh tiap musim panen.
Sampel wine salak sudah kami kirim dan dites lab. di
Inggris. Hasilnya, wine salak Karangasem berkualitas dan
cita rasanya paling baik. Tinggal kita melakukan promosi
terus,'' katanya.
Dipilihnya Banjar Telaga, Sibetan di kawasan objek
wisata agrosalak sebagai lokasi pusat peringatan
Harganas di Bali tahun ini, kata Geredeg, guna memberi
motivasi kepada masyarakat setempat untuk terus
mengembangkan usaha olahan salak. Kegiatan yang diisi
dengan pameran hasil pertanian, di antaranya berupa
produk olahan salak itu juga diisi pelayanan kesehatan
gratis. Banyak lansia di tempat itu tak mampu berobat ke
rumah sakit.
Selain dihadiri Sekprop kegiatan itu juga dihadiri
antara lain Bupati Bangli Nengah Arnawa dan perwakilan
pejabat bupati/wali kota se-Bali.
(013)