kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Umanis, 3 Februari 2006

 Olahraga


Wushu tak Punya Sarana Berlatih

Denpasar (Bali Post) -
Wushu Bali mempunyai banyak atlet muda yang sangat berpotensial. Sayangnya, para atletnya tidak bisa latihan maksimal karena tidak tersedia sarana yang representatif. Hal ini diungkapkan Ketua I Wushu Bali Made Arya Sukantara ketika ditemui Kamis (2/2) kemarin. Oleh sebab itu, pihaknya memerlukan fasilitas latihan rutin yang memadai.

Ironisnya, untuk menghadapi PON 2004 lalu, atletnya numpang tempat latihan cabang bela diri lainnya seperti karate dan silat. Menurutnya, jumlah atlet yang aktif empat orang yang seharusnya pensiun dan layak menjadi pelatih.

Keberadaan pengcab misalnya, Buleleng pada 2004 kepengurusannya sudah terbentuk, namun kekurangan pelatih. Sedangkan Pengcab Tabanan kepengurusannya sudah terbentuk dan tingal menunggu SK. ''Atlet kami banyak, tetapi pelatihnya yang minim,'' katanya.

Dikatakannya, kejuaraan di Medan 19-23 Desember 2005 lalu, atletnya harus puas mendapatkan juara harapan. Ia menambahkan, Wushu ada dua kategori, sansou (pertarungan) dan taolu (seni gerak). (oka)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)