Wushu tak Punya Sarana Berlatih
Denpasar (Bali Post) -
Wushu Bali mempunyai banyak atlet muda yang sangat
berpotensial. Sayangnya, para atletnya tidak bisa
latihan maksimal karena tidak tersedia sarana yang
representatif. Hal ini diungkapkan Ketua I Wushu Bali
Made Arya Sukantara ketika ditemui Kamis (2/2) kemarin.
Oleh sebab itu, pihaknya memerlukan fasilitas latihan
rutin yang memadai.
Ironisnya, untuk menghadapi PON 2004 lalu, atletnya
numpang tempat latihan cabang bela diri lainnya seperti
karate dan silat. Menurutnya, jumlah atlet yang aktif
empat orang yang seharusnya pensiun dan layak menjadi
pelatih.
Keberadaan pengcab misalnya, Buleleng pada 2004
kepengurusannya sudah terbentuk, namun kekurangan
pelatih. Sedangkan Pengcab Tabanan kepengurusannya sudah
terbentuk dan tingal menunggu SK. ''Atlet kami banyak,
tetapi pelatihnya yang minim,'' katanya.
Dikatakannya, kejuaraan di Medan 19-23 Desember 2005
lalu, atletnya harus puas mendapatkan juara harapan. Ia
menambahkan, Wushu ada dua kategori, sansou
(pertarungan) dan taolu (seni gerak). (oka)