kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Umanis, 3 Februari 2006

 Bali


Wesnawa Diperiksa Tujuh Jam

Denpasar (Bali Post) -
Ketua
DPRD Bali I.B. Putu Wesnawa, B.A. akhirnya memenuhi panggilan penyidik di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, Kamis (2/2) kemarin. Kehadiran Wesnawa ke Kejati terkait proses penyidikan kasus dugaan penyelewengan dana APBD di DPRD Bali periode 1999-2004 senilai Rp 53 milyar lebih.

Pemeriksaan tahap pertama ini berlangsung hingga pukul 16.10 wita. Ketua DPRD Bali dua periode ini berhadapan dengan penyidik selama tujuh jam. Dalam kurun waktu itu, sedikitnya 28 pertanyaan harus dijawab Wesnawa. ''Pemeriksaan akan dilanjutkan Selasa (7/2) mendatang,'' ujar Wesnawa usai diperiksa.

Wesnawa yang merupakan salah satu dari 39 tersangka dalam kasus ini, tiba di Kejati pukul 09.00 wita melalui pintu bagian belakang. Dengan menggunakan kendaraan Kijang DK 1027 JK, Wesnawa didampingi tim advokasi kasus APBD Bali, yakni Suryatin Lijaya, S.H., Warsa T. Bhuana, S.H., dan Surya Dharma, S.H. Selain kuasa hukumnya, juga terlihat Wakil Ketua DPRD Bali IGK Adhiputra ikut mengantarnya.

Kehadiran orang nomor satu di DPRD Bali ini langsung menuju meja piket untuk melakukan registrasi, sebelum menuju ruang penyidik di lantai II. Tiga anggota tim penyidik I, yakni I Made Sudarmawan, S.H., Ida Komang Ardana, S.H., dan Wayan Nastra, S.H. telah menunggunya.

Pemeriksaan terhadap Wesnawa di Kejati kemarin terlihat lebih istimewa dari pemeriksaan tersangka lainnya. Buktinya, sebelum Wesnawa datang ke Kejati, IGK Adhiputra sempat memantau persiapan tim penyidik. Para petugas di Kejati juga telah melakukan koordinasi untuk menyambut kehadiran politikus PDI Perjuangan asal Gianyar ini.

Wesnawa yang sebelumnya sempat absen dua kali untuk pemeriksaan, kemarin masih tampak grogi. Hal ini terlihat ketika suami dari Desak Putu Puji ini mengisi buku tamu. Empat petugas piket yang kemarin sedang bertugas melihat tangan Wesnawa gemetar mengisi buku tamu. Padahal, petugas piket sudah memandu kolom-kolom yang harus diisi. ''Mungkin beliau grogi, masak ngisi buku tamu saja tangannya sudah gemetar,'' jelas petugas piket sambil menunjukkan tulisan tangan Ketua DPRD Bali itu. (kmb12)

 

 

Menghilangkan Beban

KEHADIRAN Ketua DPRD Bali I.B. Putu Wesnawa di Kejati Bali dalam rangka menjalankan tugasnya merupakan hal biasa. Namun, ketika kehadirannya ke gedung tempatnya para jaksa dalam kapasitas sebagai tersangka, ceritanya menjadi lain. Orang akan menilai yang bersangkutan akan grogi dan menjadi beban pikiran. Apalagi, selama ini pemberitaan di media massa yang menyoroti dirinya begitu gencar.

Benarkah seperti itu? Ditemui usai diperiksa penyidik, Wesnawa malah mengakui kehadirannya ke Kejati untuk menghilangkan beban yang ada. Malahan, bila tidak datang dirinya merasa ada beban. ''Saya ke sini kan untuk menghilangkan beban-beban itu. Kalau terus diberitakan begini-begitu, malah menjadi beban terus,'' jelasnya.

Wesnawa mengaku semua pertanyaan yang diajukan penyidik bisa dijawab. Mengingat datanya semua ada. (ara)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)