kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Umanis, 3 Februari 2006

 Bali


Kapolda Bali Rombak ''Kabinet'', Dua Kapolres Digeser

Kapolda Bali Irjen Pol. Drs. Soenarko Danu Ardanto mulai melakukan penataan internal. Gebrakan pertama, dua Kapolres digeser. Santer beredar isu, empat lagi segera menyusul. Irjen Soenarko dalam merombak susunan ''kabinet'' bakal membabat habis perwira yang tak punya prestasi. Siapa saja akan kena mutasi?

---------------
 

TELEGRAM Kapolri Jenderal Sutanto dengan nomor Pol.TR/63/I/2006 tertanggal 27 Januari 2006, menggeser posisi dua Kapolres di Bali. Kapolda Soenarko menindaklanjuti dengan TR/85/I/2006 yang keluar per 30 Januari 2006. Isinya, Kapolres Gianyar AKBP Dewa Putu Anom ditarik ke markas dengan jabatan baru Wakadensus 88 Antiteror Polda Bali. Kapolres Tabanan AKBP Gede Alit Widana dikirim ke Gianyar, sementara Dansat Brimob AKBP Rudolf A. Rodja dipercaya menjaga kamtibmas Tabanan. Posisi yang ditinggalkan Rudolf akan diteruskan oleh AKBP Ahmad Subarkah yang kini menjabat Kabag Jarlat Pusdik Brimob Lemdiklat Polri.

Pergeseran dua Kapolres di lingkungan Polda Bali sudah mengemuka sejak tiga bulan lalu. Irjen Soenarko dalam kebijakan mutasi Kapolres Tabanan, Gianyar, dan Dansat Brimob masih memakai strategi mantan Kapolda Bali Komjen Mangku Pastika. Perombakan ''kabinet'' Soenarko dipastikan bakal lebih galak lagi. Tak pelak, para perwira yang menempati posisi strategis mengalami sport jantung.

Prestasi AKBP Alit Widana selama menjaga kamtibmas Tabanan, tentu menjadi catatan dan pertimbangan penting dalam rangka mutasi. Kapolres berbadan sedikit tambun itu dinilai berhasil mengatasi berbagai gejolak di masyarakat. Maklum, dia dikenal rajin ke lapangan dan mampu masuk ke segala lapisan masyarakat. Alit Widana harus diakui mampu membangun kerja sama dengan tokoh-tokoh agama, elite parpol, dan tegas di lapangan plus relatif bersih dari isu miring. Wilayah Gianyar yang rawan konflik adat memerlukan seorang Kapolres yang punya tipikal fleksibel dan menyatu dengan rakyat.

Sementara figur AKBP Rudolf, juga diyakini mampu membangun kamtibmas di wilayah lumbung beras (Tabanan) yang kerap kali ramai kasus intimidasi. Perwira yang punya basic prajurit gerak cepat (Brimob) dan terbiasa menghadapi situasi gawat, diharapkan bisa menciptakan situasi Tabanan lebih kondusif -- minimal mempertahankan yang sudah ada. Khusus untuk posisi Kapolres Gianyar, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. AS Reniban beralasan, ''Pak Anom punya pengalaman menangani teroris. Wakadensus 88 itu jabatan AKBP mantap, sebelum menuju Kombes.''

Perombakan ''kabinet'' Soenarko tak hanya menyasar dua Kapolres. Hasil pelacakan Bali Post, empat Kapolres lagi segera menyusul. Kapolres Badung AKBP Sujarsa paling santer diisukan bakal cepat ditarik ke Mapolda. Nama AKBP Latief yang kini staf Dit. Lantas Polda Bali disebut-sebut bakal menggantikan Sujarsa.

Perwira pemegang garis komando di daerah yang harus siap dievaluasi, masing-masing bertanggung jawab atas kamtibmas Buleleng, Negara, dan Karangasem. Entah nanti hanya pindah tugas, atau terpaksa meletakkan tongkat komando dan masuk salah satu fungsi pelayanan di tingkat direktorat. ''Kursi'' Kapoltabes Denpasar Kombes Pol. Dewa Parsana juga mulai agak ''bergoyang''.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. AS Reniban saat dimintai konfirmasi, menyatakan mutasi dalam tubuh Polri mutlak diperlukan dalam rangka penyegaran dan jenjang karier prajurit. Kapolres yang sudah resmi mengalami pergeseran tempat dinas hanya dua, masing-masing Gianyar dan Tabanan. ''Jangan bicara yang belum pasti. Mutasi bisa terjadi kapan saja, dan untuk tiap prajurit Polri,'' katanya diplomatis. (jep)

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)