Kapolda Bali Rombak
''Kabinet'', Dua Kapolres Digeser
Kapolda Bali Irjen Pol. Drs. Soenarko Danu Ardanto mulai
melakukan penataan internal. Gebrakan pertama, dua
Kapolres digeser. Santer beredar isu, empat lagi segera
menyusul. Irjen Soenarko dalam merombak susunan
''kabinet'' bakal membabat habis perwira yang tak punya
prestasi. Siapa saja akan kena mutasi?
---------------
TELEGRAM
Kapolri Jenderal Sutanto dengan nomor Pol.TR/63/I/2006
tertanggal 27 Januari 2006, menggeser posisi dua
Kapolres di Bali. Kapolda Soenarko menindaklanjuti
dengan TR/85/I/2006 yang keluar per 30 Januari 2006.
Isinya, Kapolres Gianyar AKBP Dewa Putu Anom ditarik ke
markas dengan jabatan baru Wakadensus 88 Antiteror Polda
Bali. Kapolres Tabanan AKBP Gede Alit Widana dikirim ke
Gianyar, sementara Dansat Brimob AKBP Rudolf A. Rodja
dipercaya menjaga kamtibmas Tabanan. Posisi yang
ditinggalkan Rudolf akan diteruskan oleh AKBP Ahmad
Subarkah yang kini menjabat Kabag Jarlat Pusdik Brimob
Lemdiklat Polri.
Pergeseran dua Kapolres di lingkungan Polda Bali sudah
mengemuka sejak tiga bulan lalu. Irjen Soenarko dalam
kebijakan mutasi Kapolres Tabanan, Gianyar, dan Dansat
Brimob masih memakai strategi mantan Kapolda Bali Komjen
Mangku Pastika. Perombakan ''kabinet'' Soenarko
dipastikan bakal lebih galak lagi. Tak pelak, para
perwira yang menempati posisi strategis mengalami sport
jantung.
Prestasi AKBP Alit Widana selama menjaga kamtibmas
Tabanan, tentu menjadi catatan dan pertimbangan penting
dalam rangka mutasi. Kapolres berbadan sedikit tambun
itu dinilai berhasil mengatasi berbagai gejolak di
masyarakat. Maklum, dia dikenal rajin ke lapangan dan
mampu masuk ke segala lapisan masyarakat. Alit Widana
harus diakui mampu membangun kerja sama dengan
tokoh-tokoh agama, elite parpol, dan tegas di lapangan
plus relatif bersih dari isu miring. Wilayah Gianyar
yang rawan konflik adat memerlukan seorang Kapolres yang
punya tipikal fleksibel dan menyatu dengan rakyat.
Sementara figur AKBP Rudolf, juga diyakini mampu
membangun kamtibmas di wilayah lumbung beras (Tabanan)
yang kerap kali ramai kasus intimidasi. Perwira yang
punya basic prajurit gerak cepat (Brimob) dan terbiasa
menghadapi situasi gawat, diharapkan bisa menciptakan
situasi Tabanan lebih kondusif -- minimal mempertahankan
yang sudah ada. Khusus untuk posisi Kapolres Gianyar,
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. AS Reniban beralasan,
''Pak Anom punya pengalaman menangani teroris.
Wakadensus 88 itu jabatan AKBP mantap, sebelum menuju
Kombes.''
Perombakan ''kabinet'' Soenarko tak hanya menyasar dua
Kapolres. Hasil pelacakan Bali Post, empat Kapolres lagi
segera menyusul. Kapolres Badung AKBP Sujarsa paling
santer diisukan bakal cepat ditarik ke Mapolda. Nama
AKBP Latief yang kini staf Dit. Lantas Polda Bali
disebut-sebut bakal menggantikan Sujarsa.
Perwira pemegang garis komando di daerah yang harus siap
dievaluasi, masing-masing bertanggung jawab atas
kamtibmas Buleleng, Negara, dan Karangasem. Entah nanti
hanya pindah tugas, atau terpaksa meletakkan tongkat
komando dan masuk salah satu fungsi pelayanan di tingkat
direktorat. ''Kursi'' Kapoltabes Denpasar Kombes Pol.
Dewa Parsana juga mulai agak ''bergoyang''.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. AS Reniban saat
dimintai konfirmasi, menyatakan mutasi dalam tubuh Polri
mutlak diperlukan dalam rangka penyegaran dan jenjang
karier prajurit. Kapolres yang sudah resmi mengalami
pergeseran tempat dinas hanya dua, masing-masing Gianyar
dan Tabanan. ''Jangan bicara yang belum pasti. Mutasi
bisa terjadi kapan saja, dan untuk tiap prajurit
Polri,'' katanya diplomatis.
(jep)