kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Kliwon, 19 Desember 2006

 Surat Pembaca


Fungsi Majelis Madya 

Beberapa kasus adat sudah cukup sering terjadi. Perusakan tempat ibadah, sarana ritual dan pelarangan penguburan mayat. Penelusuran silsilah/mencari kawitan dengan mengubah status sosial untuk tujuan meningkatkan derajat warga (wangsa/soroh) secara biologis memang sulit dipahami. Kurangnya pemahaman dan fleksibelitas dalam penerapan merupakan sebagai sumber pontensi konflik horisontal antar kelompok masyarakat/banjar yang ada.

Bagaimana usaha untuk mengatasinya? Tingkatkan pemahaman, pelurusan dan penerapan ajaran agama dengan benar. Minimal sikap menahan diri, tidak emosional, segala permasalahan dapat diselesaikan secara musyawarah/rembug. Lembaga umat yang ada mestinya secara aktif mampu meredam terjadinya kasus-kasus yang ada dalam umat.

Apa fungsi Majelis Madya? Lembaga yang strukturnya telah ada dari desa sampai ke propinsi mungkin telah punya visi dan misi yang terjabarkan dalam satu kesatuan awig-awig sebagai satu landasan hukum untuk umat di Bali khususnya. Supaya jangan sebagai 'lembaga atas nama' yang hanya selalu mengatasnamakan adat dalam forum dan media audio visual. Timbulnya segala kasus adat akan bisa mencemari terhadap segala julukan yang telah disandang Bali dan mementahkaburkan wacana Ajeg Bali.

I Nyoman Rata
Dusun/Desa
Banyubiru Negara, Jembrana

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)