SDN 1 Senganan Dikhawatirkan Roboh
Tabanan (Bali Post) -
Di tengah gaung Tabanan Cerdas, ternyata ada beberapa
sekolah yang kondisinya memprihatinkan. SDN 1 Senganan,
Penebel salah satu contohnya. Gedung sekolah ini
kondisinya sangat memprihatinkan. Beberapa tiang telah
lapuk dan untuk menyangga bangunan itu kini digunakan
tiang berupa batang bambu. Selain itu, tembok sekolah
kondisinya juga sangat memprihatinkan, di samping bocor
yang membuat suasana sekolah tidak nyaman.
Sebenarnya, menurut keterangan beberapa insan
pendidikan, awalnya telah masuk daftar definitif
penerima dana rehab tahun 2006 bernilai Rp 220 juta,
tetapi dialihkan ke sekolah lain.
Sementara itu, Dewan Pendidikan Tabanan, Senin (18/12)
kemarin, melakukan peninjauan pada dua sekolah yakni SDN
1 dan SDN 3 Senganan, Penebel. SDN 1 kondisi gedungnya
rusak parah. Bocor terjadi di sana-sini bahkan
barang-barang yang ada di dalam gedung harus ditutup
terpal agar tidak basah ketika turun hujan. Beberapa
tiang depan harus diganti dengan bambu karena telah
lapuk dan hancur. Plafon juga kondisinya sangat
memprihatinkan. Para guru bahkan mengkhawatirkan
bangunan tersebut roboh jika turun hujan deras yang
disertai angin kencang yang biasanya terjadi setiap
bulan Maret.
Ketua Dewa Pendidikan Madra Suartana yang didampingi
Wakil Ketua IB Manuaba tampak tercengang dan prihatin
dengan kondisi tersebut. Manuaba yang merupakan mantan
Kadis Pendidikan menyatakan pihaknya dulu telah
mencantumkan sekolah itu ke dalam daftar usulan
definitif 2006 yang langsung diajukan ke Bappeda untuk
mendapatkan dana rehab DAK. Setelah usulan itu masuk,
pihaknya dimutasi. Namun, beberapa saat kemudian ia
didatangi dan diminta menandatangani perubahan penerima
dana rehab itu. Seingatnya, sekitar empat sekolah
dialihkan ke daerah lain yang dimotori oleh beberapa
oknum anggota DPRD Tabanan. ''Saya terpaksa
menandatangani surat perubahan itu,'' terangnya sambil
memperlihatkan daftar usulan definitif sekolah yang akan
mendapatkan DAK 2006. Setelah pihaknya melakukan
pengecekan daftar tersebut, ternyata benar SDN 1
Senganan merupakan salah satu sekolah yang dana rehabnya
dialihkan.
Madra Suartana berharap dengan ditemukannya fakta
tersebut, pemda dapat merekomendasikan semua sekolah
yang kondisinya memprihatinkan untuk mendapatkan dana
rehab. Ia juga menyoroti jumlah guru yang tidak
proporsional. Ia mencontohkan, ada satu sekolah yang
memiliki lima orang guru agama, sementara sekolah
lainnya tidak memiliki. Demikian pula ada sekolah SD
yang hanya memiliki empat guru termasuk kepala sekolah,
dan kebanyakan sekolah di kota, jumlah guru melebihi
standar. ''Kami berharap ada standar mutu, sarana, guru
dan lingkungan pada semua sekolah yang ada di Tabanan,''
terangnya. (upi)