kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Kliwon, 19 Desember 2006

 Bali


SDN 1 Senganan Dikhawatirkan Roboh
 

Tabanan (Bali Post) -
Di tengah gaung Tabanan Cerdas, ternyata ada beberapa sekolah yang kondisinya memprihatinkan. SDN 1 Senganan, Penebel salah satu contohnya. Gedung sekolah ini kondisinya sangat memprihatinkan. Beberapa tiang telah lapuk dan untuk menyangga bangunan itu kini digunakan tiang berupa batang bambu. Selain itu, tembok sekolah kondisinya juga sangat memprihatinkan, di samping bocor yang membuat suasana sekolah tidak nyaman.

Sebenarnya, menurut keterangan beberapa insan pendidikan, awalnya telah masuk daftar definitif penerima dana rehab tahun 2006 bernilai Rp 220 juta, tetapi dialihkan ke sekolah lain.

Sementara itu, Dewan Pendidikan Tabanan, Senin (18/12) kemarin, melakukan peninjauan pada dua sekolah yakni SDN 1 dan SDN 3 Senganan, Penebel. SDN 1 kondisi gedungnya rusak parah. Bocor terjadi di sana-sini bahkan barang-barang yang ada di dalam gedung harus ditutup terpal agar tidak basah ketika turun hujan. Beberapa tiang depan harus diganti dengan bambu karena telah lapuk dan hancur. Plafon juga kondisinya sangat memprihatinkan. Para guru bahkan mengkhawatirkan bangunan tersebut roboh jika turun hujan deras yang disertai angin kencang yang biasanya terjadi setiap bulan Maret.

Ketua Dewa Pendidikan Madra Suartana yang didampingi Wakil Ketua IB Manuaba tampak tercengang dan prihatin dengan kondisi tersebut. Manuaba yang merupakan mantan Kadis Pendidikan menyatakan pihaknya dulu telah mencantumkan sekolah itu ke dalam daftar usulan definitif 2006 yang langsung diajukan ke Bappeda untuk mendapatkan dana rehab DAK. Setelah usulan itu masuk, pihaknya dimutasi. Namun, beberapa saat kemudian ia didatangi dan diminta menandatangani perubahan penerima dana rehab itu. Seingatnya, sekitar empat sekolah dialihkan ke daerah lain yang dimotori oleh beberapa oknum anggota DPRD Tabanan. ''Saya terpaksa menandatangani surat perubahan itu,'' terangnya sambil memperlihatkan daftar usulan definitif sekolah yang akan mendapatkan DAK 2006. Setelah pihaknya melakukan pengecekan daftar tersebut, ternyata benar SDN 1 Senganan merupakan salah satu sekolah yang dana rehabnya dialihkan.

Madra Suartana berharap dengan ditemukannya fakta tersebut, pemda dapat merekomendasikan semua sekolah yang kondisinya memprihatinkan untuk mendapatkan dana rehab. Ia juga menyoroti jumlah guru yang tidak proporsional. Ia mencontohkan, ada satu sekolah yang memiliki lima orang guru agama, sementara sekolah lainnya tidak memiliki. Demikian pula ada sekolah SD yang hanya memiliki empat guru termasuk kepala sekolah, dan kebanyakan sekolah di kota, jumlah guru melebihi standar. ''Kami berharap ada standar mutu, sarana, guru dan lingkungan pada semua sekolah yang ada di Tabanan,'' terangnya. (upi)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)