Gus Dur
dan Akbar
Ikut Demo
Jakarta
(Bali Post) -
Ketua
Front Pembela Islam (FPI)
Habib Rizieq
mengancam akan
melayangkan
tuntutan kepada Gus
Dur. Pasalnya,
Ketua Dewan
Syuro Partai
Kebangkitan
Bangsa tersebut
telah menuduh
FPI menutup
beberapa tempat
ibadah secara
anarkis. ''Gus
Dur sudah
melakukan fitnah,
perasaan tidak
menyenangkan, dan
pencemaran nama
baik,'' kata
Habib Rizieq
di Jakarta, Sabtu
(3/9) kemarin.
Ia
menegaskan
tuduhan yang dilontarkan Gus
Dur tidak
berdasar karena
FPI tidak pernah
melakukan
tindakan seperti
itu. Klarifikasi
dilakukan Rizieq
dengan membagikan
selebaran setebal
43 halaman.
Rizieq mengatakan
tidak ada
satu pun
penutupan tempat
ibadah umat
lain yang dilakukan
dengan anarkis.
"Semua dilakukan
lewat dialog,"
tandasnya.
Dalam
dua, tiga
hari mendatang,
Rizieq mengatakan,
FPI akan
mengajukan tuntutan
hukum ke
Markas Besar
(Mabes) Polri.
"Masak sekelas
Gus Dur kita
laporkan ke
Polsek,"
selorohnya.
Seperti
diberitakan Bali Post
sebelumnya,
mantan Presiden Abdurrahman
Wahid (Gus Dur)
mengatakan perusakan 23
tempat ibadah
di sekitar
perumahan di
kawasan Bandung
dilakukan oleh
anggota FPI.
Kendati FPI ketika
itu menggunakan
ormas Aliansi
Gerakan Anti
Pemurtadan (AGAP).
Di
tempat berbeda,
sekitar seribu
orang umat
menggelar doa
bersama di
Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Acara tersebut
ditujukan dalam
rangka menyerukan
perdamaian
antarumat beragama
pasca-insiden
penutupan paksa 23
tempat ibadah
di sekitar
perumahan di
Bandung beberapa
waktu lalu.
Sejumlah
tokoh dan
cendekiawan Islam
tampak hadir.
Mereka adalah
mantan
Presiden
RI
yang juga Ketua
Dewan Syuro
PKB Abdurrahman Wahid (Gus Dur),
Akbar Tandjung
(mantan Ketua
PB HMI/mantan
Ketua Umum
Golkar).
Para
peserta aksi
juga menggelar
orasi yang
intinya meminta agar
pemerintah dapat
menjamin
kebebasan warga
negara untuk
dapat menjalankan
ibadah dengan
rasa aman.
(kmb4)