Dongeng Memberi Banyak Manfaat bagi Anak
Pada zaman serba canggih seperti sekarang, kegiatan
mendongeng di mata anak-anak tidak populer lagi. Sejak bangun
hingga menjelang tidur, mereka dihadapkan pada televisi yang
menyajikan beragam acara, mulai dari film kartun, kuis, hingga
sinetron yang acapkali bukan tontonan yang pas untuk anak.
Kalaupun mereka bosan dengan acara yang disajikan, mereka dapat
pindah pada permainan lain seperti videogame.
---------------------
KENDATI
demikian, kegiatan mendongeng sebetulnya bisa memikat dan
mendatangkan banyak manfaat, bukan hanya untuk anak-anak tetapi
juga orang tua yang mendongeng untuk anaknya. Kegiatan ini dapat
mempererat ikatan dan komunikasi yang terjalin antara orang tua
dan anak. Para pakar menyatakan ada beberapa manfaat lain yang
dapat digali dari kegiatan mendongeng ini.
Pertama, anak dapat mengasah daya pikir dan
imajinasinya. Hal yang belum tentu dapat terpenuhi bila anak hanya
menonton dari televisi. Anak dapat membentuk visualisasinya
sendiri dari cerita yang didengarkan. Ia dapat membayangkan
seperti apa tokoh-tokoh maupun situasi yang muncul dari dongeng
tersebut. Lama-kelamaan anak dapat melatih kreativitas dengan cara
ini.
Kedua, cerita atau dongeng merupakan media yang
efektif untuk menanamkan berbagai nilai dan etika kepada anak,
bahkan untuk menumbuhkan rasa empati. Misalnya nilai-nilai
kejujuran, rendah hati, kesetiakawanan, kerja keras, maupun
tentang berbagai kebiasaan sehari-hari seprti pentingnya makan
sayur dan menggosok gigi. Anak juga diharapkan dapat lebih mudah
menyerap berbagai nilai tersebut karena orang tua di sini tidak
bersikap memerintah atau menggurui, sebaliknya para tokoh cerita
dalam dongeng tersebutlah yang diharapkan menjadi contoh atau
teladan bagi anak.
Ketiga, dongeng dapat menjadi langkah awal untuk
menumbuhkan minat baca anak. Setelah tertarik pada berbagai
dongeng yang diceritakan orangtuanya, anak diharapkan mulai
menumbuhkan ketertarikannya pada buku. Diawali dengan buku-buku
dongeng yang kerap didengarnya, kemudian meluas pada buku-buku
lain seperti buku pengetahuan, sains, agama, dan sebagainya.
Tidak ada batasan usia yang ketat mengenai kapan
sebaiknya anak dapat mulai diberi dongeng oleh orang tua. Untuk
anak-anak usia prasekolah, dongeng dapat membantu mengembangkan
kosa kata. Hanya saja cerita yang dipilihkan tentu saja yang
sederhana dan kerap ditemui anak sehari-hari. Misalnya
dongeng-dongeng tentang binatang. Sedangkan untuk anak-anak usia
sekolah dasar dapat dipilihkan cerita yang mengandung teladan,
nilai dan pesan moral serta problem solving. Harapannya nilai dan
pesan tersebut kemudian dapat diterapkan anak dalam kehidupan
sehari-hari.
Keberhasilan suatu dongeng tidak saja ditentukan
oleh daya rangsang imajinatifnya, tapi juga kesadaran dan
kemampuan pendongeng untuk menyajikannya secara menarik. Untuk itu
orang tua dapat menggunakan berbagai alat bantu seperti boneka
atau berbagai buku cerita sebagai sumber yang dapat dibaca oleh
orang tua sebelum mendongeng.
Kesibukan memang dapat menjadi alasan yang utama
bagi orang tua untuk tidak mendongeng, ditambah dengan anggapan
yang salah bahwa bercerita kepada anak dapat diwakili oleh
alat-alat teknologi. Namun mengingat betapa banyaknya manfaat yang
dapat diperoleh anak lewat kegiatan mendongeng, hendaknya orang
tua dapat meluangkan waktunya untuk mulai mendongeng. Tak banyak
waktu yang dibutuhkan. Rata-rata hanya 15-20 menit untuk satu
cerita, sedangkan untuk anak-anak yang lebih kecil atau usia
prasekolah bahkan kurang dari itu. Sebab, terlalu lama pun anak
akan cenderung bosan.
* putu r.
ujianti,
sarjana psikologi
MANFAAT
DONGENG BAGI ANAK
* Mengasah daya pikir dan imajinasi.
* Menanamkan berbagai nilai dan etika.
* Menumbuhkan minat baca.