kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Wage, 4 September 2005 tarukan valas
 

KESEHATAN


Pil KB, Apakah Cocok dengan Anda?

Pil KB (Keluarga Berencana) adalah metode kontrasepsi paling populer di seluruh dunia. Tiga per empat pengguna pil tersebut adalah wanita di bawah usia 30 tahun. Di Eropa, kebanyakan dari mereka adalah wanita muda, belum menikah dan belum punya anak. Sementara itu, pil KB juga merupakan pilihan utama bagi wanita yang telah menikah. Lantas, ada apa dengan pil KB?

--------------

 

KONTRASEPSI merupakan usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan. Usaha ini dapat bersifat sementara ataupun permanen. Yang permanen, pada wanita biasanya dinamakan tubektomi dan pada pria dinamakan vasektomi. Sedangkan yang sementara antara lain tanpa menggunakan alat-alat atau obat seperti sanggama terputus, pembilasan pasca-sanggama (post coital douche), dan pantang berkala.

Kemudian secara mekanik misalnya penggunaan kondom pada pria dan IUD (Intra Uterine Device) pada wanita. Ada juga dengan obat-obat spermatisida yang bertujuan mematikan sperma atau membuatnya menjadi tidak aktif. Yang terakhir adalah secara hormonal seperti penggunaan KB suntik 1 bulan dan 3 bulan, pil KB terutama pil kombinasi.

Dari sekian banyak jenis KB yang tersedia, orang harus memilih jenis yang sesuai dengan kebutuhan dan keadaan orang tersebut karena semua ada kekurangan dan kelebihannya. Sampai saat ini, cara kontrasepsi yang ideal belum ada karena harus memenuhi beberapa syarat antara lain : dapat dipercaya, tidak ada efek samping atau kalaupun itu ada efek samping harus ringan, tidak mempengaruhi waktu berhubungan, mudah penggunaannya, dan harga yang terjangkau.

Di sini, akan dibahas penggunaan pil KB terutama pil kombinasi estrogen dan progesterone karena efektivitas yang tinggi sampai 95-98%, penggunaannya praktis dan gampang.

 Pil KB ada beberapa jenis, yaitu pil kombinasi yang mengandung estrogen dan progesterone sintetik, pil sekuensial, mini pill, dan post coital contraception (morning after pill).

Cara kerja pil KB kombinasi adalah menghasilkan hormon estrogen dan progesterone buatan, yang cara kerjanya meyerupai hormon alami yang diproduksi tubuh setiap bulan. Estrogen akan menekan pengeluaran follicle stimulating hormone (FSH). FSH berfungsi dalam proses pematangan folikel sehingga tidak terjadi proses ovulasi atau matangnya sel telur yang menyebabkan juga tidak terjadinya pembuahan. Sedangkan progesteron akan menyebabkan lendir leher rahim menjadi lebih kental sehingga sperma susah masuk ke rahim.

 

KB Kombinasi

Pil KB kombinasi ada dua macam yaitu pil KB kombinasi yang dalam satu bungkus berisi 22-22 dan ada yang berisi 28 pil. Cara pemakaian pil KB kombinasi adalah sebagai berikut : pil yang berjumlah 21-22 diminum pada hari ke-5 haid tiap hari satu pil terus menerus, dan kemudian berhenti jika isi bungkus habis. Sebaiknya, pil diminum pada waktu tertentu misalnya malam sebelum tidur untuk memudahkan mengingat.

Beberapa hari setelah pil bungkus pertama dihentikan, biasanya terjadi perdarahan dan pil dalam bungkus kedua dimulai hari ke-5 dari permulaaan perdarahan tadi. Jika tidak terjadi perdarahan, maka pil dalam bungkus kedua diminum 7 hari setelah pil dalam bungkus pertama habis. Sedangkan persediaan yang berisi 28 pil diminum tiap malam terus-menerus. Dari hari pertama haid dan dipilih menurut hari yang ditentukan dalam bungkus.

Keuntungan dari pil yang berjumlah 28 pil diminum tiap hari terus menerus tersebut, tidak mudah dilupakan, karena 7 pil yang merupakan kelebihan tidak berisi hormon. Tapi jika lupa meminumnya dalam 2 hari berturut-turut, dapat diminum 2 pil keesokan harinya dan 2 pil lusanya. Selanjutnya, dalam hal demikian dapat dipergunakan cara kontrasepsi lain selama sisa hari dari siklus yang bersangkutan.

 

 

Kurangi Risiko

Sejumlah keuntungan dari penggunaan pil KB adalah mengurangi risiko kanker uterus, ovarium, serta radang panggul, frekuensi berhubungan tidak perlu diatur, siklus haid menjadi teratur, menghilangkan gejala premenstruasi seperti rasa kejang dan nyeri waktu haid, mencegah kehamilan di luar rahim, mencegah risiko terjadinya penyakit di payudara (bukan kanker) sampai 50 %, mengurangi resiko kista ovarium sampai 90%, dan mencegah perdarahan yang berlebihan pada waktu haid.

Kekurangan pil kombinasi yaitu pil harus diminum tiap hari sehingga kadang-kadang merepotkan, perlu motivasi yang kuat, dan apabila pemberian pil KB disertai dengan obat lain akan berkurang efektifitasnya.

 Efek samping pil KB pada umumnya ditemukan pada pil kombinasi dengan kelebihan estrogen atau kelebihan progesterone. Efeknya, karena kelebihan estrogen yang sering terjadi antara lain rasa mual, retensi cairan, sakit kepala, nyeri pada buah dada, dan keputihan. Sehingga, jika terjadi gejala seperti itu, segeralah konsultasi pada dokter sehingga bisa dipikirkan untuk memberikan pil kombinasi dengan kadar estrogen yang rendah.

Efek samping karena kelebihan progesterone dapat menyebabkan perdarahan tidak teratur, bertambahnya nafsu makan disertai bertambahnya berat badan, jerawat, kadang-kadang payudara mengecil, dan keputihan. Sehingga jika hal ini terjadi dapat dipertimbangkan pemberian pil dengan estrogen lebih banyak.

 

Kontraindikasi dalam penggunaan pil KB memang ada yang relatif maupun mutlak. Kontraindikasi relatif maksudnya bisa menggunakan pil KB tapi dengan pengawasan dokter. Kontraindikasi relatif antara lain : depresi, migrain, tumor jinak pada rahim, tekanan darah tinggi, tidak pernah menstruasi (amenore). Kontraindikasi mutlak, artinya, tidak boleh memakai pil KB karena akan membahayakan kesehatan antara lain : tumor-tumor yang dipengaruhi estrogen, penyakit hati yang aktif akut ataupun menahun, pernah mengalami penyakit penyumbatan pembuluh darah, kencing manis, dan kehamilan.

Tentunya kita tidak usah khawatir dengan begitu banyaknya efek samping yang terjadi. Apalagi dengan kemajuan teknologi sekarang dimana perusahaan farmasi berlomba-lomba menawarkan pil KB jenis baru yang menguntungkan bagi kesehatan. Beberapa pil KB generasi lama misalnya bisa menyebabkan jerawat semakin parah tetapi hal tersebut sangat kecil kemungkinannya dengan pemakaian pil KB yang lebih baru dengan dosis yang rendah. Ada juga pengobatan khusus dirancang untuk wanita dengan jerawat/problem rambut di sekitar muka, yang juga merupakan pil KB yang efektif.

Penelitian masih tetap dilanjutkan untuk mendapatkan pil KB generasi mendatang yang memberikan perlindungan terhadap kanker payudara. Namun, pil KB tidak dapat melindungi orang dari HIV (virus penyebab AIDS) atau kutil pada kelamin (berhubungan dengan kanker leher rahim). Jadi, jika Anda punya risiko menderita hal tersebut, selalu gunakan kondom sebagai perlindungan tambahan.

Dari penjelasan ini, setidaknya Anda sudah memperoleh gambaran sehingga bisa memutuskan apakah pil KB memang cocok untuk Anda atau tidak. Tentunya disesuaikan dengan keinginan serta keadaan tubuh Anda sendiri.

* dr. igna eddy adnyana

 

KEUNTUNGAN PENGGUNAAN PIL KB

* Kurangi risiko kanker uterus, ovarium, serta radang panggul.
* Frekuensi berhubungan intim tidak perlu diatur,
* Siklus haid menjadi teratur.
* Hilangkan gejala premenstruasi seperti rasa kejang dan nyeri waktu haid.
* Mencegah kehamilan di luar rahim.
* Mencegah risiko terjadinya penyakit di payudara (bukan kanker) sampai 50 %.
* Mengurangi risiko kista ovarium sampai 90%.
* Mencegah perdarahan berlebihan saat haid.

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com