Pil KB, Apakah Cocok dengan Anda?
Pil KB (Keluarga Berencana) adalah metode
kontrasepsi paling populer di seluruh dunia. Tiga per empat
pengguna pil tersebut adalah wanita di bawah usia 30 tahun. Di
Eropa, kebanyakan dari mereka adalah wanita muda, belum menikah
dan belum punya anak. Sementara itu, pil KB juga merupakan pilihan
utama bagi wanita yang telah menikah. Lantas, ada apa dengan pil
KB?
--------------
KONTRASEPSI
merupakan usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan. Usaha ini
dapat bersifat sementara ataupun permanen. Yang permanen, pada
wanita biasanya dinamakan tubektomi dan pada pria dinamakan
vasektomi. Sedangkan yang sementara antara lain tanpa menggunakan
alat-alat atau obat seperti sanggama terputus, pembilasan
pasca-sanggama (post coital douche), dan pantang berkala.
Kemudian secara mekanik misalnya penggunaan kondom
pada pria dan IUD (Intra Uterine Device) pada wanita. Ada juga
dengan obat-obat spermatisida yang bertujuan mematikan sperma atau
membuatnya menjadi tidak aktif. Yang terakhir adalah secara
hormonal seperti penggunaan KB suntik 1 bulan dan 3 bulan, pil KB
terutama pil kombinasi.
Dari sekian banyak jenis KB yang tersedia, orang
harus memilih jenis yang sesuai dengan kebutuhan dan keadaan orang
tersebut karena semua ada kekurangan dan kelebihannya. Sampai saat
ini, cara kontrasepsi yang ideal belum ada karena harus memenuhi
beberapa syarat antara lain : dapat dipercaya, tidak ada efek
samping atau kalaupun itu ada efek samping harus ringan, tidak
mempengaruhi waktu berhubungan, mudah penggunaannya, dan harga
yang terjangkau.
Di sini, akan dibahas penggunaan pil KB terutama
pil kombinasi estrogen dan progesterone karena efektivitas yang
tinggi sampai 95-98%, penggunaannya praktis dan gampang.
Pil KB ada beberapa jenis, yaitu pil kombinasi
yang mengandung estrogen dan progesterone sintetik, pil
sekuensial, mini pill, dan post coital contraception (morning
after pill).
Cara kerja pil KB kombinasi adalah menghasilkan
hormon estrogen dan progesterone buatan, yang cara kerjanya
meyerupai hormon alami yang diproduksi tubuh setiap bulan.
Estrogen akan menekan pengeluaran follicle stimulating hormone
(FSH). FSH berfungsi dalam proses pematangan folikel sehingga
tidak terjadi proses ovulasi atau matangnya sel telur yang
menyebabkan juga tidak terjadinya pembuahan. Sedangkan progesteron
akan menyebabkan lendir leher rahim menjadi lebih kental sehingga
sperma susah masuk ke rahim.
KB Kombinasi
Pil KB kombinasi ada dua macam yaitu pil KB
kombinasi yang dalam satu bungkus berisi 22-22 dan ada yang berisi
28 pil. Cara pemakaian pil KB kombinasi adalah sebagai berikut :
pil yang berjumlah 21-22 diminum pada hari ke-5 haid tiap hari
satu pil terus menerus, dan kemudian berhenti jika isi bungkus
habis. Sebaiknya, pil diminum pada waktu tertentu misalnya malam
sebelum tidur untuk memudahkan mengingat.
Beberapa hari setelah pil bungkus pertama
dihentikan, biasanya terjadi perdarahan dan pil dalam bungkus
kedua dimulai hari ke-5 dari permulaaan perdarahan tadi. Jika
tidak terjadi perdarahan, maka pil dalam bungkus kedua diminum 7
hari setelah pil dalam bungkus pertama habis. Sedangkan persediaan
yang berisi 28 pil diminum tiap malam terus-menerus. Dari hari
pertama haid dan dipilih menurut hari yang ditentukan dalam
bungkus.
Keuntungan dari pil yang berjumlah 28 pil diminum
tiap hari terus menerus tersebut, tidak mudah dilupakan, karena 7
pil yang merupakan kelebihan tidak berisi hormon. Tapi jika lupa
meminumnya dalam 2 hari berturut-turut, dapat diminum 2 pil
keesokan harinya dan 2 pil lusanya. Selanjutnya, dalam hal
demikian dapat dipergunakan cara kontrasepsi lain selama sisa hari
dari siklus yang bersangkutan.
Kurangi
Risiko
Sejumlah keuntungan dari penggunaan pil KB adalah
mengurangi risiko kanker uterus, ovarium, serta radang panggul,
frekuensi berhubungan tidak perlu diatur, siklus haid menjadi
teratur, menghilangkan gejala premenstruasi seperti rasa kejang
dan nyeri waktu haid, mencegah kehamilan di luar rahim, mencegah
risiko terjadinya penyakit di payudara (bukan kanker) sampai 50 %,
mengurangi resiko kista ovarium sampai 90%, dan mencegah
perdarahan yang berlebihan pada waktu haid.
Kekurangan pil kombinasi yaitu pil harus diminum
tiap hari sehingga kadang-kadang merepotkan, perlu motivasi yang
kuat, dan apabila pemberian pil KB disertai dengan obat lain akan
berkurang efektifitasnya.
Efek samping pil KB pada umumnya ditemukan pada
pil kombinasi dengan kelebihan estrogen atau kelebihan
progesterone. Efeknya, karena kelebihan estrogen yang sering
terjadi antara lain rasa mual, retensi cairan, sakit kepala, nyeri
pada buah dada, dan keputihan. Sehingga, jika terjadi gejala
seperti itu, segeralah konsultasi pada dokter sehingga bisa
dipikirkan untuk memberikan pil kombinasi dengan kadar estrogen
yang rendah.
Efek samping karena kelebihan progesterone dapat
menyebabkan perdarahan tidak teratur, bertambahnya nafsu makan
disertai bertambahnya berat badan, jerawat, kadang-kadang payudara
mengecil, dan keputihan. Sehingga jika hal ini terjadi dapat
dipertimbangkan pemberian pil dengan estrogen lebih banyak.
Kontraindikasi dalam penggunaan pil KB memang ada
yang relatif maupun mutlak. Kontraindikasi relatif maksudnya bisa
menggunakan pil KB tapi dengan pengawasan dokter. Kontraindikasi
relatif antara lain : depresi, migrain, tumor jinak pada rahim,
tekanan darah tinggi, tidak pernah menstruasi (amenore).
Kontraindikasi mutlak, artinya, tidak boleh memakai pil KB karena
akan membahayakan kesehatan antara lain : tumor-tumor yang
dipengaruhi estrogen, penyakit hati yang aktif akut ataupun
menahun, pernah mengalami penyakit penyumbatan pembuluh darah,
kencing manis, dan kehamilan.
Tentunya kita tidak usah khawatir dengan begitu
banyaknya efek samping yang terjadi. Apalagi dengan kemajuan
teknologi sekarang dimana perusahaan farmasi berlomba-lomba
menawarkan pil KB jenis baru yang menguntungkan bagi kesehatan.
Beberapa pil KB generasi lama misalnya bisa menyebabkan jerawat
semakin parah tetapi hal tersebut sangat kecil kemungkinannya
dengan pemakaian pil KB yang lebih baru dengan dosis yang rendah.
Ada juga pengobatan khusus dirancang untuk wanita dengan
jerawat/problem rambut di sekitar muka, yang juga merupakan pil KB
yang efektif.
Penelitian masih tetap dilanjutkan untuk
mendapatkan pil KB generasi mendatang yang memberikan perlindungan
terhadap kanker payudara. Namun, pil KB tidak dapat melindungi
orang dari HIV (virus penyebab AIDS) atau kutil pada kelamin
(berhubungan dengan kanker leher rahim). Jadi, jika Anda punya
risiko menderita hal tersebut, selalu gunakan kondom sebagai
perlindungan tambahan.
Dari penjelasan ini, setidaknya Anda sudah
memperoleh gambaran sehingga bisa memutuskan apakah pil KB memang
cocok untuk Anda atau tidak. Tentunya disesuaikan dengan keinginan
serta keadaan tubuh Anda sendiri.
* dr. igna
eddy adnyana
KEUNTUNGAN
PENGGUNAAN PIL KB
* Kurangi risiko kanker uterus, ovarium, serta
radang panggul.
* Frekuensi berhubungan intim tidak perlu diatur,
* Siklus haid menjadi teratur.
* Hilangkan gejala premenstruasi seperti rasa kejang dan nyeri
waktu haid.
* Mencegah kehamilan di luar rahim.
* Mencegah risiko terjadinya penyakit di payudara (bukan kanker)
sampai 50 %.
* Mengurangi risiko kista ovarium sampai 90%.
* Mencegah perdarahan berlebihan saat haid.