FAAT di Bali Hasilkan Deklarasi
Pengelolaan Air
Denpasar
(Bali Post) -
Pertemuan Forum Air Asia Tenggara (FAAT) ke-2 yang ditutup Sabtu
(3/9) kemarin, berhasil merumuskan deklarasi mengenai pengelolaan
air. Terdapat empat tantangan terbesar yang diakui dalam manajemen
air di kawasan ini yakni mengentaskan kemiskinan, pengembangan
ekonomi, peningkatan keamanan lingkungan hidup dan umat manusia.
Menurut Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar
usai penutupan kemarin, deklarasi mengenai pengelolaan air di
kawasan Asia Tenggara ini merupakan upaya menyamakan persepsi di
masing-masing negara. Diharapkan melalui adanya persamaan
persepsi, manajemen pengelolaan air yang tepat di semua negara.
''Pertemuan ini berupaya mencari landasan mengenai pola
pengelolaan air yang tepat bagi semua negara di Asia Tenggara,''
katanya.
Keberadaan forum tersebut, lanjutnya, juga
merupakan bentuk sinergi yang dilakukan negara-negara di kawasan
Asia Tenggara dalam pengelolaan air. Bagi Indonesia, dia menilai
forum ini bisa dijadikan ajang memperoleh pengetahuan mengenai
pengelolaan air di Asia Tenggara. Dia mengakui teknologi
pengelolaan air di Indonesia masih kurang dibandingkan teknologi
yang dimiliki negara-negara lain.
Dalam acara yang diikuti para menteri pekerjaan
umum se-Asia Tenggara ini disetujui pentingnya mempromosikan good
governance dalam pengelolaan sumber daya air. Promosi tersebut
dilaksanakan melalui berbagai upaya, seperti pertukaran
praktik-praktik yang ideal, pemberian akses informasi melalui
jejaring, dan kerja sama lainnya yang telah disetujui
antar-stakeholders.
Menyinggung soal banjir besar yang terjadi di
Padang, Sumatera Barat baru-baru ini disinyalir akibat perubahan
iklim. Witoelar mengutarakan hingga saat ini belum bisa dinyatakan
secara otentik bahwa banjir tersebut berhubungan dengan tsunami.
Namun, dia menilai banjir yang terjadi di luar musim ini
disebabkan adanya perubahan iklim secara global dewasa ini. Dia
mengatakan kejadian tidak biasa ini bukan saja terjadi di
Indonesia, melainkan di negara-negara lain di dunia.
(kmb18)