kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Wage, 4 September 2005 tarukan valas
 

BERITA


FAAT di Bali Hasilkan Deklarasi Pengelolaan Air

Denpasar (Bali Post) -
Pertemuan Forum Air Asia Tenggara (FAAT) ke-2 yang ditutup Sabtu (3/9) kemarin, berhasil merumuskan deklarasi mengenai pengelolaan air. Terdapat empat tantangan terbesar yang diakui dalam manajemen air di kawasan ini yakni mengentaskan kemiskinan, pengembangan ekonomi, peningkatan keamanan lingkungan hidup dan umat manusia.

Menurut Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar usai penutupan kemarin, deklarasi mengenai pengelolaan air di kawasan Asia Tenggara ini merupakan upaya menyamakan persepsi di masing-masing negara. Diharapkan melalui adanya persamaan persepsi, manajemen pengelolaan air yang tepat di semua negara. ''Pertemuan ini berupaya mencari landasan mengenai pola pengelolaan air yang tepat bagi semua negara di Asia Tenggara,'' katanya.

Keberadaan forum tersebut, lanjutnya, juga merupakan bentuk sinergi yang dilakukan negara-negara di kawasan Asia Tenggara dalam pengelolaan air. Bagi Indonesia, dia menilai forum ini bisa dijadikan ajang memperoleh pengetahuan mengenai pengelolaan air di Asia Tenggara. Dia mengakui teknologi pengelolaan air di Indonesia masih kurang dibandingkan teknologi yang dimiliki negara-negara lain.

Dalam acara yang diikuti para menteri pekerjaan umum se-Asia Tenggara ini disetujui pentingnya mempromosikan good governance dalam pengelolaan sumber daya air. Promosi tersebut dilaksanakan melalui berbagai upaya, seperti pertukaran praktik-praktik yang ideal, pemberian akses informasi melalui jejaring, dan kerja sama lainnya yang telah disetujui antar-stakeholders.

Menyinggung soal banjir besar yang terjadi di Padang, Sumatera Barat baru-baru ini disinyalir akibat perubahan iklim. Witoelar mengutarakan hingga saat ini belum bisa dinyatakan secara otentik bahwa banjir tersebut berhubungan dengan tsunami. Namun, dia menilai banjir yang terjadi di luar musim ini disebabkan adanya perubahan iklim secara global dewasa ini. Dia mengatakan kejadian tidak biasa ini bukan saja terjadi di Indonesia, melainkan di negara-negara lain di dunia. (kmb18)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com