kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Wage, 4 September 2005 tarukan valas
 

BERITA


Ny. Lauren:

Masyarakat Bali harus lebih Waspada

DUA bulan ke depan ditengarai merupakan masa yang rawan dan kritis bagi keamanan di Indonesia, termasuk di Bali. Saat itu, pihak-pihak yang ingin membuat kekacauan bergentayangan. Antara lain dalam bentuk teror bom, baik bom sungguhan maupun sekadar menebar kecemasan. Karena itu, masyarakat Bali diminta lebih waspada. Disarankan, kalau tak perlu benar supaya menjauhi tempat-tempar ramai di malam hari.

Demikian imbuan paranormal Ny. Lauren dalam suatu wawancara khusus di Rumah Makan Sari Warta Boga, Denpasar, Jumat (2/9) malam. Ramalan itu disampaikan terkait meningkatnya intensitas ancaman bom di Bali dalam beberapa hari terakhir. Termasuk kejadian di Hotel Kuta Paradiso, Tuban serta penelepon gelap yang mengancam akan meledakkan sejumlah hotel dan tempat tertentu di Bali.

Menurut penglihatan Ny. Lauren, ancaman bom tak hanya datang dari kelompok teroris dan jaringannya yang belum tertangkap, tetapi juga dari warga asing yang tak puas terhadap hukuman yang ditimpakan kepada rekan-rekannya yang terlibat kasus narkoba. "Kita jangan hanya terpaku pada teroris dari kelompok ekstrem tetapi juga pada warga asing yang tidak terima warganya dihukum berat karena kasus narkoba," ujar paranormal kondang ini.

Diharapkan, pengamanan di semua pintu menuju Pulau Dewata diperketat. Baik di pelabuhan laut seperti Gilimanuk, Padangbai, dan Benoa juga Bandara Ngurah Rai. Sebab, tidak semua orang yang masuk Bali mempunyai niat baik. Pengamanan ketat, kata Lauren, bukanlah ekspresi ketakutan atau hilangnya hospitality, melainkan bentuk kewaspadaan. Lebih dari pengamanan fisik, dia juga menyarankan agar setiap umat beragama di Bali berdoa untuk keselamatan bersama.

Dia juga mengingatkan para pengambil kebijakan di daerah ini bersikap bijak untuk tidak mudah diiming-imingi kepentingan sesaat. Padahal dampak dari keputusannya berjangka panjang dan merusak Bali. Secara khusus Ny. Lauren menyoroti pembangunan listrik tenaga panas bumi (geothermal) di Bedugul serta sikap agresif kelompok tertentu yang ingin menguasai Bali. "Kalau tidak hati-hati, Bali akan hancur," tandasnya seraya mengingatkan hancur bukan hanya dalam arti fisik.

Ny. Lauren secara sekilas juga menyinggung kondisi kerawanan di Indonesia yang menurutnya berpotensi meletupkan tragedi besar seperti tahun 1998. Instabilitas ekonomi, sikap menang sendiri dari kelompok tertentu serta kekecewaan mendalam dari kelompok lainnya bisa menjadi pemicu meledaknya chaos. Kalau sampai terjadi, kondisinya bisa lebih parah. Pilar bangsa ini bisa rapuh. "Seperti ramalan saya beberapa tahun lalu, Indonesia bisa pecah menjadi delapan," ujarnya mengingatkan. (gre)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com